
Malam ini ibu menangis, menangisi banyak hal sejak lama. Ttapi malam ini ibu menangis lara, ribuan anaknya tumpah kembali, meneriaki udara, menghantam bumi, merangsek kengerian, menusuk rembulan, memanggang bintang
di ujung pagi
Koja berdarah ...
aku meremang gulana, memandangi wajah ibu yang ternoda, oleh air mata darah yang dipercikkan rasa dendam, benci, marah dan segala nafsu anak-anak negerimu yang dilahirkan di tengah harapan besar, kemudian meremukkanmu dalam dina hari ini
ingin kuhapus air matamu, ibu. dengan apa aku tak tahu, sebab masih adakah lagi saputangan kebeningan yang tersisa bagi hapus dukamu?
semoga engkau percaya, aku dan berbaris perempuan anakmu, berikrar untuk melahirkan anak-anak negeri yang bening dalam melihat bulan, fasih mengeja hati, kuat memikul amanah kebenaran dalam kearifan
Pagi ini, akan tetap ada di lipatan sejarah sebagai duka anak negeri
Ibu, tetaplah tegak! jangan biarkan angan mencampakkanmu dalam ingatan tentang negeri-negeri yang hilang di Pompeii, Madyan, Granada dan berbilang negeri yang musnah dalam keserakahan dan keegoisan anak-anaknya
Ibu
meski terseok dalam kesakitan yang kronis, negeri ini akan tetap ada, sebab ada banyak anak-anakmu yang memeluk bintang, memikul matahari, dan memelihara impian Yusuf
untukmu, Ibu ...