Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Maret 2017

Absen Ngeblog ... Menerbitkan Buku.

Judulnya agak provokatif nih ....hehe

Lama tidak ngeblog, membuat tangan dan pikiran gagap: mau nulis apa? dari mana? banyak yang ingin diceritakan, tapi bingung. Nah lho.

Kumulai dari sini aja, deh. Kenapa hiatus?
Gak ada sebab yang pasti, selain karena ruang dumay lain sedang sibuk-sibuknya memberi bekal ilmu, yang otomatis membuatku betah di sana.  Ceritanya begini, di fb aku masuk beberapa grup puisi, yakni sonian, newhaiku, dan haikuKu Indonesia.

Sonian, pernah kuceritakan  di sini, adalah puisi berpola 6-5-4-3 yang terdiri dari 4 baris. Baris pertama terdiri dari 6 sukukata, baris kedua terdiri dari 5 sukukata, baris ketiga terdiri dari 4 sukukata dan baris keempat terdiri dari 3 sukukata. Jadi semakin ke bawah semakin mengerucut dan tajam, seperti mata panah. Sonian ini adalah puisi jenis batu yang digagas oleh penyair asal Tasikmalaya, kang Soni Farid Maulana.

Sedangkan haiku adalah puisi klasik asal Jepang yang juga berpola 5-7-5, terdiri dari 3 baris. Baris pertama terdiri dari 5 sukukata, baris kedua terdiri dari 7 sukukata, dan baris ketiga terdiri dari 5 sukukata. Tidak seperti sonian, haiku memiliki aturan yang lebih ketat. Ia harus memenuhi unsur KIGO (penanda musim) dan KIREJI (unsur kejutan). HaikuKu Indonesia adalah grup haiku di laman fb yang menganut haiku klasik.

Newhaiku adalah grup haiku juga tetapi menganut aliran modern meski tetap harus berKIGO dan kireji.

Nah, tiga grup itu membuatku asik hingga 'agak lupa' merapikan blog. Terlebih lagi dalam grup haikuKu Indonesia ada 'kuliah terbuka' tentang teori dan praktek membuat haiku yang memperkenalkan kita pada 8 type haiku dan sebagainya. Bila disatukan, teori-teori haiku itu bisa jadi sebuah buku tebal berisi 1001 teori haiku klasik. Mungkin ada 3 diktat (hehe ...diktaaat, ketahuan deh zaman kuliahku tahun berapa). Istimewa lagi, ilmu itu kita dapat secara free, dengan pola pembelajaran yang menyenangkan. Setiap kali sebuah teori disampaikan, edukator haikuKu menilai karya kita satu per satu, plus nilai yang diberikan, dari mulai nilai D sampai dengan A.
Asik sekaligus menantang. 

Bangga bila dapat nilai B apalagi A, kebanyakan sih C (ssst ....pak gurunya pelit nilai!). Trus, kita-kita nih, para murid  (terdiri dari orang2 berlatar belakang yang aneka, tapi disatukan oleh minat yang sama) saling berlomba nulis haiku yang "sesuai teori" ...kadang saling ledek, saling support sambil ketawa-tawa. Kelas belajar online yang menyenangkan. Sungguh ...

Dampak dari proses pembelajaran itu, pak guru memberi target untuk membukukan karya haiku yang telah dianggap lolos edit. Tidak tanggung-tanggung 1600 haiku dalam waktu 6 bulan! Setiap hari kami wajib setor 25 haiku (atau lebih) agar target bisa tercapai.

Maka, dalam setiap hal dan kegiatan, hampir semuanya dijadikan haiku.  Haiku, yang pada dasarnya adalah tentang alam, memaksaku untuk mengamati hampir semua gejala alam serta perubahan perilaku hewan pada setiap pergantian musim atau hari. Dari sana aku tahu, kapan lalat cenderung menempel pada tembok, kupu-kupu terbang, laba-laba membuat sarang, dan sebagainya.

Ini kuberi tahu beberapa contoh tentang mengenal tanda-tanda alam melalui perilaku hewan.

MENGENAL GEJALA-GEJALA ALAM SEBAGAI PENANDA KIGO

Kali ini perilaku binatang yang unik berkenaan dengan musim dan gejala alam...karena apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :

a. Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.

b. Semut
Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.

c. Lebah
Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.

d. Lalat
Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan kian kemari.

e. Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.
Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.

f. Cacing
Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.

g. Lintah
Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.

h. Siput
Pada cuaca yang baik akan merayap dengan tenang, sedang pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.

i. Ikan
Akan melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.

j. Katak
Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam. Ini berkaitan dengan katak sebagai hewan amfibi yang pernafasannya dibantu kulit secara difusi sehingga sering harus membasahi diri
Apabila pada malam hari cuacanya baik di musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.

Ini baru sedikit tentang kigo. Dari sedikit ini kita sudah belajar mengenal kebiasaan hidup sesama makhluk hidup. Belum lagi bila digali lebih dalam lagi, dilihat lebih luas lagi, melakukan pengamatan/perenungan lebih intens lagi. Subhanallah .... demikian banyak kuasa Tuhan yang luput dari pengamatan kita. Lebih jauh lagi, kita jadi banyak berdzikir, bersyukur atas nikmat yang tiada tara.

Haiku membuat kita lebih peka terhadap alam dan perubahannya.

Ada banyak lagi teori haiku. Tapi kayaknya ini sudah panjang, ya hehe ...
Nanti lagi deh, saya bagi. (Bisa ada banyak sambungannya)

Yang pasti, setahun lebih saya absen ngeblog. Belajar sonian dan haiku. Ternyata Allah telah berikan penanda yang sangat istimewa. Apakah itu??

BUKU.
Ya, buku. Sepanjang pertengahan 2015 - 2016. Karya sonian dan haiku saya diabadikan dalam 6 buah buku. Masih jauuuh bila dibandingkan dengan Pakdhe Cholik atau penulis lain. Tapi bagi saya, itu sudah "uyuhan"
Baik antologi bersama maupun antologi tunggal.
Alhamdulillahirabbil'alamiin ...

(Saya sendiri merasa surprise, saat menulis ini)
Lebay

Serasa mimpi. Gak percaya?
Ini dia bukunya :
1. Sonian Puisi Genre Baru, editor Ewith Bahar, Diandra Creative, Jakarta
2. Ombak Biru Semenanjung: 1020 Sonian Tiga Negara. tim editor Soni Farid Maulana dkk, Kosa Kata Kita, Jakarta
3. Musim ke-2 : 1000 Haiku Indonesia, kurator Tanpopo Anis, KKK, Jakarta
4. Haiku Tematik : Malam Memanjang, editor Dr. Endang Kasupardi, M.Pd, Yaf Publishing, Garut
5. Kumpulan Haiku Kisah Dedaun, Ani Rostiani, Yaf Publishing, Garut
6. Indonesian Haiku Anthologies of The Universe : Haiku Semesta, editor Diro Aritonang, Pustaka HaikuKu, Bandung.


Dan ada dua buku lagi sedang dalam proses terbit.
Ini sungguh di luar dugaan. Proses yang berjalan selama ini membawaku pada titik ini. Dan akan terus berproses.
Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberi kebaikan dalam niat yang tidak dinodai oleh apapun selain berkarya, meninggalkan catatan untuk dibaca anak-anak walau kelak saya sudah tiada. Meski serba sedikit, semoga terselip manfaat dan kebaikan di dalamnya.
Aaamiiin ...




Minggu, 01 Februari 2015

Asyik ber Sonian

Awal tahun ini, saya diundang masuk sebuah grup khusus di facebook oleh seorang penyair asal Bandung, kang Soni Farid Maulana. Nama grup nya : sonian.

Ternyata sonian adalah bentuk puisi baru sepanjang empat larik dalam sastra Indonesia modern dengan pola 6-5-4-3 suku kata perlarik. Bentuk baru ini dikreasi oleh penyair Soni Farid Maulana. Dalam sonian para kreator bisa menggunakan majas, simbol, metafor, imaji, apapun itu. Tema bebas, dan tidak melanggar SARA serta berbagai undang-undang yang berlaku di negeri ini. Dengan demikian sonian berbeda dengan Haiku yang ditulis oleh Basho.

Rabu, 05 Oktober 2011

di ujung puisi, waktu memburu


dan malampun berlari
meninggalkan bulan sepasi di ujung puisi
ada denting yang menua
antara sekian aksara dalam keranjang jiwa
adakah lagi pagi akan tiba?

waktu tak lagi bisa dipercaya
setiap ia kusebut
setiap itu ia tak lagi serupa
lalu aku terdiam di sini
sedang malam telah berlari sedari tadi

aku tertawan
aksara itu menyekap
"Demi waktu!"

aku sungguh tertipu
oleh waktu yang terus memburu

Ya Allah ...
akan sampai pagi lagikah ...??

Kamis, 21 Juli 2011

... entah ,,,

Aaargh ....
aku harus menulis apa?
bila setiap hari televisi menyiarkan berita saling tuding
mempertontonkan 'kejujuran'nya sendiri- sendiri

semuanya benar
katanya
yang lain bohong
katanya

lalu aku harus percaya siapa?
sedang di sebelahnya sederet kereta menarik gerbong berisi anak-anak lapar

inikah negeriku?

Selasa, 23 November 2010

Hari Ini, 16 Tahun Yang Lalu



aku dan engkau menyatu
memenuhi janji awal saat kita belum lagi bertemu
janji yang terjalin di alam ruh

lalu Tuhan meniupkan cinta
di setiap hati kita
untuk saling menemukan jiwa

setelah itu
tugas kitalah menemukan rasa
memindai surga
di setiap helaan nafas dan peristiwa

Kekasih
hari ini, 16 tahun yang lalu
kau ajak aku meniti jalan ini

telah sampai dimana kita?
diantara tugas kehambaan pada Pemilik Sejati?
telahkah kita menghamba dengan benar
telahkah kita menghamba dengan ikhlas

telahkah kita melahirkan nilai?
atas nama kebersamaan dan tanggung jawab penghambaan?

aku bertanya padamu, duhai Cinta
telah sampai dimana kita?

(16 tahun perjalanan)

Selasa, 09 November 2010

memahami sebuah pesan

tak pernah ada kata terlambat
untuk memahami sebuah pesan
selama kita masih bersedia menghirup bau tanah dan air hujan
yang tak bosan menyentuh bumi
pun saat matahari terjaga
meski mengintip malu di sudut pagi

yang tak kumau hanyalah
kehabisan waktu
untuk mengenali tanda-tanda
yang tak pernah bosan Kau kirimkan
lewat angin, daun, batu, awan, sungai dan nyanyian burung
lewat segala apa yang ada
dan yang tiada
tapi terasa

aku rebah disini
dalam ketakterkatakan rasa
sekedar mencari tahu
inikah tanda-tanda?

izinkan aku
sedikit saja memahami

gambar : ichwankalimasada.wordpress.com

Sabtu, 16 Oktober 2010

aku ingin

aku ingin menemuiMu sejenak saja dalam keadaan benar-benar hadir
tak seperti selama ini
aku ada namun tak hadir

iyakah aku mencintaiMu
bukan semata membutuhkanMu untuk kumintai segala?

aku ingin memastikan segalanya memang demiMu
dalam keadaan benar-benar terjaga
tak seperti selama ini
aku merasa demikian
menurutku semata

aku ingin menemuiMu setiap waktu
bersama kehadiranku

Sabtu, 11 September 2010

lebaran

lebaran di pangkuan
lebaran di pelukan
aku rebah dalam takbir
aku sedan bersama fajar
akankah kembali bersama ramadhan
tahun depan ...?

Yaa Allah
berikan ku kesempatan
menapaki hari ini
dan sebelas bulan mendatang
dengan spirit ramadhan


Selasa, 24 Agustus 2010

kontemplasi

kemudian awan lindap dalam hidup yang berlari, angin mengangkasa di bibir hari, sedang matahari tak jua mampu menepi, akukah yang tak jua mengerti?

sedang langit telah banyak berkisah, tentang warna dan rasa, tentang gelap dan terang.

jangan biarkan aku hanya bisa tergugu, Tuhan. izinkan aku memahami ayatMu

Jumat, 18 Juni 2010

Tidurlah, Nak ...

Tidurlah, Nak
langit telah terpejam
mengapa engkau masih terjaga?
usah engkau pedulikan geliat siang yang resah oleh berita tak pantas
bukankah pagi tadi engkau buka harimu dengan nama Tuhan?
hingga kala bintang datang
engkau dapat segera lena
seperti dulu engkau selalu terpejam
dalam senandung madah Rasul ...

Tidurlah, Nak
usah sedih dan menangis
melihat para dewasa nampak terlihat lebih kanak-kanak dibanding engkau
doakan saja
agar esok, hari-hari di negeri ini tak lagi mentah
dan membara

Mari kupeluk engkau, Nak
agar jiwa segarmu memberi hangat ibu
agar asa hati ibu memberi hangat engkau
kita saling menguatkan, Nak
sebab seperti itulah Tuhan menciptakan kita
untuk saling melengkapi
engkau melesat dariku
ibu menanami jiwamu

Menatap matamu, Nak
ibu melihat masa depan bangsa ini
Engkau, bersama anak-anak lain di negeri ini
kuharap
tak akan pernah lagi menjadi kanak-kanak seperti yang dipertontonkan para dewasa saat ini
sebab engkau, bersama anak-anak lain di negeri ini
akan tumbuh dan besar dalam keranjang keluhuran akhlak
tumbuh dan besar dalam buaian ibu yang paham
bahwa engkau patut dijaga dan dihargai
bahwa engkau demikian berharga
bahkan untuk sekedar mendengar kata lumpurpun engkau tak pantas
sebab engkau mutiara
yang hanya pantas melihat dan mendengar kata-kata sekelas batu mulia

Ajaklah serta teman sebayamu
untuk bersama memindai cinta dan kebersamaan
usah risau akan perbedaan
bukankah dengan demikian kalian menjadi kaya?
engkau dan anak-anak lain, teman-temanmu itu
pasti akan melahirkan harmoni indah negeri ini
saat engkau tabuh genderang rencana, yang lain menghentak kaki mengikuti irama
menghimpun orkestrasi membahana
nyanyian bangsa merdeka, berdaulat, mandiri dan berharga diri
dan itu hanya akan tercipta
saat kalian berbeda
lihatlah harmoni dapat tercipta karena perbedaan, bukan?


doaku, ibumu
doa kami, semua ibu di negeri ini
tertiup di setiap helaan nafasmu
dan nafas anak-anak negeri ini

Jangan berfikir untuk sendiri, Nak
berfikirlah untuk semua
untuk negeri ini
untuk Indonesia

Tidurlah, Nak
rembulan telah naik
istirahatlah sejenak dengan nama Tuhan
esok kejarlah mataharimu
seperti yang telah Tuhan takdirkan
bagimu dan anak-anak lain di negeri ini
engkau akan berdiri di garda depan
memegang panji Indonesia
dalam keluhuran jiwa

Kelak
negeri ini di genggamanmu

Tidurlah, Nak
dan mari tundukkan hati
berdoa
"Ya Allah, dengan menyebut namaMu aku hidup
dan
aku mati"

Rabu, 09 Juni 2010

Intermezzo

dia bengong
aku melongo
kenapa dia jadi bego??

kutanya, dia bilang nelongso
Ooo
ada gadis yang ngasih combro
so?
bukan itu yang dia mao

Hoh!?
kadang cinta membuat orang jadi bego
rujak cuka dibilang bakso
serasa naik heli padahal naik bemo

Oooooi
aku mau kalian taooo
tak akan aku jatuh cintrong
biar jauh dari penyakit bego

ho ... ho ... ho ...

bletok!
wadowww!!!


Untuk mbak Fanny, mbak Fanda-Vixxio dan kontesnya. Karena saya gak biasa bikin puisi kocak, ya begini ini hasilnya.
Sekedar memeriahkan, mbak. Buat nambah-nambah peserta (bikin kerutan di muka juri, baca puisi kocak yang 'aneh' hehe ...)
Novel yang dipilih : Tongkat ajaib Lolita : My dearest frog prince.

Trims ...

Minggu, 23 Mei 2010

ujung jalanan belum usai

kaki-kaki itu berderap bersamaan
tangan-tangan itu menggenggam karung berisi pasir,
koral, batu
bergantian
lelaki berkopiah
perempuan berkerudung
anak-anak seusia remaja tanggung
hendak kemana?

mataku menangkap senyum
diantara terik yang merayap langit
segerombolan santri berderap menggenggam karung
berdua-dua
berjalan di payung langit
lelaki berkopiah
perempuan berkerudung
anak-anak seusia remaja tanggung
hendak kemana?

ooo...
kiranya ujung jalanan belum usai

Jumat, 07 Mei 2010

enigma


Apakah ada namanya

saat jutaan siluet menggempur kenang antara kembara

dan keterjagaan

ketika batuan mengangkangi mau

sedang angin menyeret dalam turbulensi keheningan


enigma hening


Apakah ada penjelasannya

saat langit terang menurunkan gumpal commulo nimbus

di batas antara keciap ayam dan kepak sayap elang

dan serbuan air menghujani keseimbangan


enigma hujan


seharusnya ada

karena hidup adalah rangkaian sebab akibat

meski tak semua akibat timbul dari sebab yang sama

seharusnya ada

karena hidup perkara menggali

kalau perlu mengebor

kedalaman sekian milyar enigma


apakah ada namanya

bagi setiap keterpasungan dan kelunya jiwa

yang bukan oleh aku


aku berteriak seteriak yang kubisa!


apakah namanya teriakanku?

hanya katarsis

atau sebuah keputusan


yang kutahu

kuharus menerima

meski itu

tak kumau!



Dedicated to Hanifah Nurhasanah

7 Mei 2010

Kamis, 15 April 2010

Ibu Menangis


Malam ini ibu menangis, menangisi banyak hal sejak lama. Ttapi malam ini ibu menangis lara, ribuan anaknya tumpah kembali, meneriaki udara, menghantam bumi, merangsek kengerian, menusuk rembulan, memanggang bintang
di ujung pagi

Koja berdarah ...

aku meremang gulana, memandangi wajah ibu yang ternoda, oleh air mata darah yang dipercikkan rasa dendam, benci, marah dan segala nafsu anak-anak negerimu yang dilahirkan di tengah harapan besar, kemudian meremukkanmu dalam dina hari ini

ingin kuhapus air matamu, ibu. dengan apa aku tak tahu, sebab masih adakah lagi saputangan kebeningan yang tersisa bagi hapus dukamu?

semoga engkau percaya, aku dan berbaris perempuan anakmu, berikrar untuk melahirkan anak-anak negeri yang bening dalam melihat bulan, fasih mengeja hati, kuat memikul amanah kebenaran dalam kearifan

Pagi ini, akan tetap ada di lipatan sejarah sebagai duka anak negeri

Ibu, tetaplah tegak! jangan biarkan angan mencampakkanmu dalam ingatan tentang negeri-negeri yang hilang di Pompeii, Madyan, Granada dan berbilang negeri yang musnah dalam keserakahan dan keegoisan anak-anaknya

Ibu
meski terseok dalam kesakitan yang kronis, negeri ini akan tetap ada, sebab ada banyak anak-anakmu yang memeluk bintang, memikul matahari, dan memelihara impian Yusuf
untukmu, Ibu ...

Selasa, 09 Februari 2010

Cinta Kita


Menemukan wajahmu di antara seribu wajah
aku sadar
engkaulah lelaki yang Tuhan kirimkan untukkku
untuk menemani langkah kecilku
untuk menggenapkan mimpi-mimpiku
untuk menyempurnakan ketidaksempurnaanku

Di tengah lapang itu
lima belas masa berlalu
engkau ayunkan lengan dengan bebas
tahukah?
saat itu ada bisik pelan mengelus ruang rasaku
engkaulah lelaki itu!

Serasa engkau telah kukenal sejak lama
nyatanya baru sejenak kita saling bersalaman
begitukah isyarat setiap cinta?
ruang dan waktu seakan lindap tak ber batas
dan kitapun larut berdua
tanpa peduli kapan ia telah tiba

dan
cinta itu memang milik kita

(mengenang 15 masa kebersamaan)


Gambar : http://sweetiealessa.wordpress.com/2008/11/21/

Sabtu, 06 Februari 2010

siluet

gambar : kfk.kompas.com



sesore ini kita masih berdua

menapaki jejak yang membekas di jejaring rasa

adakah satu yang terlupa


gerimis ini masih juga membasahi

kerinduan yang tak terabaikan oleh waktu

adakah satu yang tak teraba


langit ini masih menjadi atap

di kebersamaan yang biru

adakah yang tak sempat kita rajut


Aku disini

menatapmu dalam diam

engkau bisu

merengkuh lengkung rumah kita

yang kupercayakan utuh penuh

adakah lagi yang terlupa


barangkali iya mungkin juga tidak

sebab setiap titik perubahan ada dalam

lingkar jiwa kita

meski tak selamanya ia nampak

27 Januari 2010

Sabtu, 30 Januari 2010

Rumah kita itu ...


Rumah kita itu, adalah cerita dan tawa anak
bersama dedaunan dan rinai hujan
bersama musik dan buku dunia
lalu kecipak air mengiris rerumputan

Rumah kita itu, berdiri di tanah kesahajaan
berpagar indah kesetiaan
beratap lengkung kebersamaan
lalu kecipak air mengiris rerumputan

Rumah kita itu, melayang di atas air kejernihan
di rimbun pepohonan buah
yang ranum kala musim petik
lalu kita menggelar tilam di hamparan kedamaian

Rumah kita itu
Megah berdiri di jantung hati
dan setiap helaan nafas
aku
engkau
dan
anak cucu kita …

gambar : http://pfzema.cs.infn.it/pfzema/photos/CERN-03summer/JardinAlpin/html/Country-house_-_2.html

Senin, 18 Januari 2010

Istana Cinta

Angin masih menyisakan dingin

Seperti saat kata itu menelisik

genggaman cita dan seutas cinta

yang ada

seperti telah terjalin

lama di alam sebelum kita bersua


Embun masih menggelayuti dedaun

seperti kala jemari itu menari

mengenali ceruk di relung kita berdua

Entah telah sampai dimana

pengertian itu hadir dan dipahami

seperti janji yang telah ada

di alam jauh sebelum kita bersama


Istana itu telah berdiri

jauh sebelum kita membangun

kita hanya tinggal menata jiwa

agar ia hidup dan bernyawa

seperti ikrar yang telah tersabdakan

di alam

lama sebelum kita menyatu





gambar http://adit9.multiply.com/journal/item/160

Jumat, 01 Januari 2010

PUISI AWAL TAHUN



Katamu

Kereta itu telah lewat tadi malam

bersama rinai hujan yang turut menghapus jejak di jalanan

maka tak mungkin lagi menghitung cahaya

yang berlarian bersama angin, dari kaca jendelanya


Lalu mengapa engkau masih disini ….?


Katamu

Angin itu telah terbang mencuri mimpi

semenjak kutinggalkan ia di setumpuk diary

diam diantara ribuan harapan, menumpuk diantara kebisuan teka-teki


Katamu

Tak ada lagi yang bisa diubah

sebab ia telah pergi


Katamu

Aku masih disini, menunggumu

… aku? …

Ya, kamu

biar kamu tahu

waktu telah menipu kita


Katamu

putuskan hari ini untuk mengejar kereta

biar cahaya itu kembali berkelebatan di jendela jiwa


(bagi sahabat jiwa yang setia mengeja waktu)

Rabu, 16 Desember 2009

Catatan kecil untukmu, dariku

Selimut malamku …

tak terhingga kita merajut asa

melukis langit dengan tinta kesahajaan

ingatkah kau “Out of the Blue”

yang mengurai malam-malam bulan Nopember?


tak terukur perjalanan mengejar matahari

bersama satu bidadari dan seorang pangeran

terbang diantara sirrus dan angin barat

lelahkah sayapmu mengapit kami ?

tidakkah sesekali kau ingin seperti elang

terbang sendiri ke puncak gunung

barang sejenak


meski tentu ada kangen di mata bidadari

aku tahu duniamu tak kan pernah kau tukar

sebab engkau telah membiarkan aku

tenggelam menyelami samuderamu

semakin dalam mengenalmu

begitu pula

saat satu-satu kau menyusun ulang serakan geramku

kau masih membagi tatapanmu

dalam kebiruan angin Nopember


O, savanna hayatku …

tak mengapa sesekali kau lindap

sebab sejatinya tak sedetikpun kau pernah hilang

dariku

seperti engkau selalu

menyimpan serenade d’Amour

di cawan jiwamu


blue moon ‘08