Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2018

SPIRIT HARI SANTRI NASIONAL



Kata ‘santri’ kerap disematkan pada orang yang berguru dan bermukim di pondok pesantren. Meskipun kemudian muncul istilah santri kalong, yakni sebutan bagi santri yang tidak mondok. Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) edisi keempat, santri artinya 1. orang yang mendalami agama Islam; 2. Orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh (Depdiknas, 2014). Bila merujuk pada arti kata tersebut di atas, maka siapa saja yang belajar dan mendalami ilmu agama secara intens, ia berhak disebut sebagai santri.
Sejatinya, santri bukan hanya sekedar label bagi setiap pembelajar di lingkungan pesantren. Santri tercermin dalam lisan dan perilaku. Ia hidup dan tumbuh dalam sikap keseharian. Seseorang yang telah dan pernah nyantri (menjadi santri) dalam fase hidupnya, memiliki sikap dan pola pikir kesantrian. Menyatu dalam diri sehingga menjadi jiwa. Jiwa santri ini ada dalam setiap pribadi apapun jenis pekerjaannya. Mewarnai dan menjadi spirit yang tidak bisa dinafikan, baik dalam lingkup kecil maupun dalam berbangsa dan bernegara.
Maka ketika pada tahun 2015 Presiden Jokowi mencanangkan  hari Santri Nasional, kita diingatkan kembali bahwa santri tidak bisa dilepaskan dari perannya dalam perjuangan mempertahankan dan membangun Indonesia. Dan oleh karenanya spirit itu harus terus dibangun dan diberdayakan, sebagaimana dulu sejarah mencatat bagaimana kekuatan kaum santri mempertahankan kemerdekaan.
Konon, tanggal 22 Oktober dipilih sebagai  hari Santri Nasional, adalah untuk memperingati peran besar para kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penjajah yang bertepatan dengan resolusi jihad. Resolusi jihad dicetuskan oleh pendiri NU yaitu KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan menghalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA. Momentum itulah yang dijadikan tonggak bagi pencanangan hari santri. Tentu saja dengan tujuan dan cita-cita besar untuk mewujudkan Indonesia lebih baik dan berkeadilan dalam ridlo Allah swt.  
 
    
            Menyerap Spirit Hari Santri
            Sejarah adalah ruh yang bisa memberi nyala harapan serta spirit bagi masa sekarang. Lalu bagaimana generasi ini menjadikan hari Santri sebagai spirit? Bila belajar dari sejarah resolusi jihad, paling tidak ada 3 poin yang bisa dicatat, yaitu :
  1. Tauhid, yakni keyakinan hanya Allah satu-satunya Tuhan yang patut disembah dan dimintai pertolongan.
  2. Akhlaqul karimah (cinta tanah air, daya juang dan semangat rela berkorban)
  3. Pantang menyerah dalam menegakkan kebenaran
Ketiga poin itu yang harus kita serap dalam mewujudkan cita-cita luhur.  Ada banyak cara dan jalan yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah dengan pembiasaan dan  kembali pada perbaikan akhlaq serta semangat pantang menyerah. Bukankah Rasulullah saw bersabda “Tidak semata-mata kami diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlaq”. "Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR Bukhari dan Muslim). Pembiasaan kaum santri yang pertama adalah membangun akhlaqul karimah. Santri dalam kesehariannya tidak pernah lepas dari salam, santun, sapa, hormat kepada guru, senantiasa mengaji, muroja’ah, menjaga wudlu, mendirikan sholat wajib dan sunat,  adalah sebagian hal yang harus senantiasa dijaga kesinambungannya. Demikianlah dahulu kaum santri digembleng di pesantren. Maka duplikasi, yang disesuaikan dengan tuntutan keadaan, baik diterapkan.  Pola pembiasaan ini efektif dilakukan di madrasah, yang saat ini menjadi waktu kedua terbanyak yang dihabiskan siswa setelah di rumah. Pola pembiasaan, paling tidak, bisa meredam gempuran dahsyat yang dilakukan gawai dan aneka viturnya, yang menjadi musuh paling kuat generasi muda saat ini.
            Disiplin, pembiasaan, semangat pantang menyerah serta pendampingan oleh guru dan pembina akan memberi ruang bagi siswa dan guru dalam berinteraksi secara intens. Dalam prosesnya mereka akan menemukan siapa dirinya, apa minat dan bakatnya, di mana harus dilakukan serta bagaimana mengasahnya.  Pada gilirannya kelak akan tumbuh rasa percaya diri siswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran secara keseluruhan. Termasuk terbukanya ruang berkompetisi dalam skala lokal, regional, nasional hingga internasional.  Maka madrasah Hebat Bermartabat yang selama ini menjadi motto, insya Allah akan terwujud. 
            Hal itu telah dicoba dan diterapkan di MTs Negeri 1 Garut.  Dalam prosesnya, beberapa kegiatan membuahkan hasil yang baik. Kalau tolok ukur keberhasilan adalah penghargaan dan piala, maka sudah tak terhitung  piala dipersembahkan oleh para siswa dalam berbagai bidang. Sedangkan membangun akhlaq, proses ini sedang dan akan terus berjalan, sebab pembangunan manusia seutuhnya yang berkahlaqul karimah tak akan pernah berhenti sepanjang hayat dikandung badan. Sepanjang hal itu diikhtiyarkan, sepanjang itu pula spirit hari santri terus menyala.  
            Selamat Hari Santri Nasional …!

Rabu, 29 Maret 2017

Absen Ngeblog ... Menerbitkan Buku.

Judulnya agak provokatif nih ....hehe

Lama tidak ngeblog, membuat tangan dan pikiran gagap: mau nulis apa? dari mana? banyak yang ingin diceritakan, tapi bingung. Nah lho.

Kumulai dari sini aja, deh. Kenapa hiatus?
Gak ada sebab yang pasti, selain karena ruang dumay lain sedang sibuk-sibuknya memberi bekal ilmu, yang otomatis membuatku betah di sana.  Ceritanya begini, di fb aku masuk beberapa grup puisi, yakni sonian, newhaiku, dan haikuKu Indonesia.

Sonian, pernah kuceritakan  di sini, adalah puisi berpola 6-5-4-3 yang terdiri dari 4 baris. Baris pertama terdiri dari 6 sukukata, baris kedua terdiri dari 5 sukukata, baris ketiga terdiri dari 4 sukukata dan baris keempat terdiri dari 3 sukukata. Jadi semakin ke bawah semakin mengerucut dan tajam, seperti mata panah. Sonian ini adalah puisi jenis batu yang digagas oleh penyair asal Tasikmalaya, kang Soni Farid Maulana.

Sedangkan haiku adalah puisi klasik asal Jepang yang juga berpola 5-7-5, terdiri dari 3 baris. Baris pertama terdiri dari 5 sukukata, baris kedua terdiri dari 7 sukukata, dan baris ketiga terdiri dari 5 sukukata. Tidak seperti sonian, haiku memiliki aturan yang lebih ketat. Ia harus memenuhi unsur KIGO (penanda musim) dan KIREJI (unsur kejutan). HaikuKu Indonesia adalah grup haiku di laman fb yang menganut haiku klasik.

Newhaiku adalah grup haiku juga tetapi menganut aliran modern meski tetap harus berKIGO dan kireji.

Nah, tiga grup itu membuatku asik hingga 'agak lupa' merapikan blog. Terlebih lagi dalam grup haikuKu Indonesia ada 'kuliah terbuka' tentang teori dan praktek membuat haiku yang memperkenalkan kita pada 8 type haiku dan sebagainya. Bila disatukan, teori-teori haiku itu bisa jadi sebuah buku tebal berisi 1001 teori haiku klasik. Mungkin ada 3 diktat (hehe ...diktaaat, ketahuan deh zaman kuliahku tahun berapa). Istimewa lagi, ilmu itu kita dapat secara free, dengan pola pembelajaran yang menyenangkan. Setiap kali sebuah teori disampaikan, edukator haikuKu menilai karya kita satu per satu, plus nilai yang diberikan, dari mulai nilai D sampai dengan A.
Asik sekaligus menantang. 

Bangga bila dapat nilai B apalagi A, kebanyakan sih C (ssst ....pak gurunya pelit nilai!). Trus, kita-kita nih, para murid  (terdiri dari orang2 berlatar belakang yang aneka, tapi disatukan oleh minat yang sama) saling berlomba nulis haiku yang "sesuai teori" ...kadang saling ledek, saling support sambil ketawa-tawa. Kelas belajar online yang menyenangkan. Sungguh ...

Dampak dari proses pembelajaran itu, pak guru memberi target untuk membukukan karya haiku yang telah dianggap lolos edit. Tidak tanggung-tanggung 1600 haiku dalam waktu 6 bulan! Setiap hari kami wajib setor 25 haiku (atau lebih) agar target bisa tercapai.

Maka, dalam setiap hal dan kegiatan, hampir semuanya dijadikan haiku.  Haiku, yang pada dasarnya adalah tentang alam, memaksaku untuk mengamati hampir semua gejala alam serta perubahan perilaku hewan pada setiap pergantian musim atau hari. Dari sana aku tahu, kapan lalat cenderung menempel pada tembok, kupu-kupu terbang, laba-laba membuat sarang, dan sebagainya.

Ini kuberi tahu beberapa contoh tentang mengenal tanda-tanda alam melalui perilaku hewan.

MENGENAL GEJALA-GEJALA ALAM SEBAGAI PENANDA KIGO

Kali ini perilaku binatang yang unik berkenaan dengan musim dan gejala alam...karena apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :

a. Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.

b. Semut
Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.

c. Lebah
Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.

d. Lalat
Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan kian kemari.

e. Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.
Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.

f. Cacing
Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.

g. Lintah
Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.

h. Siput
Pada cuaca yang baik akan merayap dengan tenang, sedang pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.

i. Ikan
Akan melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.

j. Katak
Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam. Ini berkaitan dengan katak sebagai hewan amfibi yang pernafasannya dibantu kulit secara difusi sehingga sering harus membasahi diri
Apabila pada malam hari cuacanya baik di musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.

Ini baru sedikit tentang kigo. Dari sedikit ini kita sudah belajar mengenal kebiasaan hidup sesama makhluk hidup. Belum lagi bila digali lebih dalam lagi, dilihat lebih luas lagi, melakukan pengamatan/perenungan lebih intens lagi. Subhanallah .... demikian banyak kuasa Tuhan yang luput dari pengamatan kita. Lebih jauh lagi, kita jadi banyak berdzikir, bersyukur atas nikmat yang tiada tara.

Haiku membuat kita lebih peka terhadap alam dan perubahannya.

Ada banyak lagi teori haiku. Tapi kayaknya ini sudah panjang, ya hehe ...
Nanti lagi deh, saya bagi. (Bisa ada banyak sambungannya)

Yang pasti, setahun lebih saya absen ngeblog. Belajar sonian dan haiku. Ternyata Allah telah berikan penanda yang sangat istimewa. Apakah itu??

BUKU.
Ya, buku. Sepanjang pertengahan 2015 - 2016. Karya sonian dan haiku saya diabadikan dalam 6 buah buku. Masih jauuuh bila dibandingkan dengan Pakdhe Cholik atau penulis lain. Tapi bagi saya, itu sudah "uyuhan"
Baik antologi bersama maupun antologi tunggal.
Alhamdulillahirabbil'alamiin ...

(Saya sendiri merasa surprise, saat menulis ini)
Lebay

Serasa mimpi. Gak percaya?
Ini dia bukunya :
1. Sonian Puisi Genre Baru, editor Ewith Bahar, Diandra Creative, Jakarta
2. Ombak Biru Semenanjung: 1020 Sonian Tiga Negara. tim editor Soni Farid Maulana dkk, Kosa Kata Kita, Jakarta
3. Musim ke-2 : 1000 Haiku Indonesia, kurator Tanpopo Anis, KKK, Jakarta
4. Haiku Tematik : Malam Memanjang, editor Dr. Endang Kasupardi, M.Pd, Yaf Publishing, Garut
5. Kumpulan Haiku Kisah Dedaun, Ani Rostiani, Yaf Publishing, Garut
6. Indonesian Haiku Anthologies of The Universe : Haiku Semesta, editor Diro Aritonang, Pustaka HaikuKu, Bandung.


Dan ada dua buku lagi sedang dalam proses terbit.
Ini sungguh di luar dugaan. Proses yang berjalan selama ini membawaku pada titik ini. Dan akan terus berproses.
Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberi kebaikan dalam niat yang tidak dinodai oleh apapun selain berkarya, meninggalkan catatan untuk dibaca anak-anak walau kelak saya sudah tiada. Meski serba sedikit, semoga terselip manfaat dan kebaikan di dalamnya.
Aaamiiin ...




Jumat, 02 Oktober 2015

CFD : Dari Love Story hingga Raibnya Motor (Butut)

Apakabar, hari Minggu?
Biasanya, Minggu pagi adalah waktunya olahraga, minimal jalan-jalan ke Car Free Day, atau sekedar senam di pekarangan rumah, menikmati udara pagi yang bersih. Ya, kan?

Nah, akan kuceritakan sebuah hari yang indah Minggu yang lalu.
Indah?
Iya.... :  I-n-d-a-h. 
Yang endingnya : Motor Raib alias menghilang (abrakadabra) ...eng ...ing ...eng ...

Yuk cerita, sambil ngupi juga boleh ... (sediain bajigur)

Selasa, 23 Juni 2015

#6 Shaum Keenam : Harga Sebuah Ilmu

Saya masih terpesona dengan anak-anak hafidz/hafidzah di acara Hafidz Quran Trans 7.

Siang itu saya saksikan Ziyad (8 tahun)  dan Dinna (7 tahun) terisak sambil mengatakan bahwa mereka kangen orangtuanya. Ziyad ingat neneknya di Makasar, sedangkan Dinna kangen ibunya di Jawa Timur.

Tadinya saya berfikir bahwa mereka berpisah dengan orangtuanya selama mengikuti kompetisi hafidz quran ini saja, mungkin sekitar hitungan hari atau seminggu dua minggu. Wajar mereka kangen dan ingin bertemu nenek atau ibunya. Jangankan anak kecil, kita saja yang sudah dewasa bila ingat ibu, suka sedih dan ingin lekas bertemu. 

Tidak tahunya, kenyataan terkuak setelah Dinna ditanya : 
+ kapan terakhir Dinna ketemu ibu? 
- dua tahun lalu

*dua tahun?? Saya terhenyak.

Selasa, 09 Juni 2015

Upacara Adat Sunda dalam Acara Perpisahan Sekolah


Di akhir tahun pelajaran, antara Juni-Juli, di sekolah-sekolah biasanya musim acara perpisahan alias pelepasan siswa kelas akhir (kelas 6 SD, kelas 9 SMP, atau kelas 12 SMA). Dalam beberapa tahun terakhir, upacara pelepasan siswa atau istilah daerahnya 'paturay tineung' dilakukan dengan upacara adat. Memang, upacara adat, sekarang tak lagi didominasi oleh upacara pernikahan. Acara perpisahan sekolah sudah banyak yang menduplikasi upacara adat pernikahan, tentu saja dengan narasi  yang disesuaikan.

SUNDA

Selain untuk menandai telah selesainya masa belajar di sekolah, tata cara perpisahan dengan upacara adat, bertujuan untuk 'ngamumule'  (melestarikan) warisan budaya lokal, dalam hal ini budaya Sunda. Siswa yang akan pergi melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi diharapkan tetap mampu berpijak di bumi tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Raih ilmu setinggi-tingginya, raup pengalaman seluas-luasnya, namun tetap memelihara budaya tanah kelahirannya.

Minggu, 03 Mei 2015

Pernak-Pernik Reuni

Kalau dihitung dari sejak selesainya wisuda di tahun 1991, maka tahun ini 24 tahun sudah saya meninnggalkan kampus. Artinya 24 tahun pula tidak bertemu dengan kawan-kawan (meski sebagian masih ada yang tetap menjaga kontak dan silaturahmi). Ada yang langsung ngitung dong, ya, usia saya kisaran angka berapa? hehe ...

Rencananya memang reuni, ketemuan, ngobrol-ngobrol lalu makan, biasa lah ...standar hehe ...
Tapi betulkah cuma segitu? Lalu gak ada yang perlu disiapkan? Oh, tentu tidak!

Pertama, untuk bisa bertemu dengan kawan lama, tentu kita harus tahu lebih dulu keberadaannya, kan? Paling tidak ada kontaknya. Nah, untuk mengumpulkan sekian nama itu perlu perjuangan dan doa ...halah.
Di sisi ini kita mulai mersakan manfaat besar dari silaturahmi, menjaga hubungan dengan siapa saja, sebab dengan demikian kita jadi mudah mencari kontak teman.

Minggu, 25 Januari 2015

Ini Ceritaku Menerbitkan Buku Indie

Bagi orang yang suka menulis, menerbitkan karya adalah hal yang paling diidamikan. Iya atau iya??
Maka segala macam upaya dikerahkan (cieee ...) agar karyanya itu bisa terbit, dibaca orang, dan,,,,tentu saja bermanfaat. 

Masalahnya tidak semua penulis memperoleh jodoh dengan media cetak atau penerbit buku lalu mejeng di toko-toko buku, apalagi best seller. Wah ... Tapi, bersyukur, dunia kian hari kian berkembang. Seiring dengan besarnya minat menulis di kalangan masyarakat, remaja, dewasa, lelaki bahkan ibu-ibu, ada banyak jasa penerbit indie yang menawarkan kesempatan menerbitkan buku untuk setiap orang yang suka menulis.

Kamis, 15 Januari 2015

KEB Sauyunan

Sebetulnya sudah lama saya ingin ikut acara-acara offline KEB. Sejak pertama diajak gabung oleh makjurbay alias nengnong (hehe) Irma Senja dulu, belum pernah sekalipun saya ketemuan dengan para emak-emak kece dan super kreatif bin keren itu.

Nah, ketika KEB mengadakan ultahnya yang ke 3 di Bandung, saya pikir saya bisa ikut, sebab letaknya tak terlampau jauh dari rumahku di Garut. Apa mau dikata, jadwalnya bentrok dengan acara keluarga besar. Tapi saya nekat daftar, siapa tahu keluar di kocokan arisan ilmu hehe ... Nekat, masbro!



Ohya, acara di KEB memang selalu bermanfaat dan menyenangkan. Meski saya belum pernah ikut, lewat medsos saya selalu tak ketinggaln info untuk mengetahui kegiatan yang tengah berlangsung. Bagaimana serunya para emak berbagi, baik berbagi ilmu, pengalaman, makanan, apapun. Bahkan berbagi 'bantal' dalam artian tidur bareng ketika perhelatan Srikandi Blogger 2014 yang lalu. Kok saya bisa tahu? Ya, celoteh dan ulasan para emak yang mengalir lewat tulisan baik di blog maupun di fb meniadakan jarak di antara para membernya. Bahkan saya yang tak pernah bertemu dengan mereka, bisa tahu bagaimana mak kandi Pungky, siapa mak Ida, keluwesan makpon Mira Sahid dan Irma Senja main yoga, mak Injul yang selalu nampak ceria, mak Haya yang sibuk jadi panitia, dede Maira yang jadi primadona cilik, dan lain-lain. Luar biasa!

Sependek pengetahuan saya, grup blogger dengan kebersamaan seperti ini, khas ibu-ibu yang tanpa sekat, saya baru temukan di KEB. Aaaah .... jadi rindu ketemu mereka. Sahabat maya yang belum sekalipun saya temui ...

Tahun ini, di Bandung, KEB menyirikan kedaerahn melalui tagline "Sauyunan". Sebuah kata yang menyiratkan banyak rasa. Benar, bahasa Sunda adalah bahasa Rasa. Sauyunan berarti kebersamaan, seiring sejalan, saling melengkapi, saling berbagi, saling mengisi, saling menghargai dalam kasih sayang. Betapa dalam makna Sauyunan dalam ultah KEB yang ke 3 ini. Saya terharu ...


Wilujeng milad, KEB ...
Semoga KEB bisa terus solid dalam perjalanan ke depan. Dapat menggapai membernya yang jauh dan tetap mampu merangkul mereka semua.
Saya bangga jadi bagian darimu

Senin, 08 Desember 2014

Liputan JJS with Pustakawan Siswa (1) : Ada Apa di BAPUSIPDA?

Wisata ke Perpustakaan, kenapa tidak?


Sudah sejak bulan September, yakni ketika kegiatan Bulan Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan digelar, anak binaan saya 'merengek' untuk diajak JJS (jalan-jalan seharian) ke perpustakaan Bandung, tepatnya BAPUSIPDA Prop. Jabar. Penyebabnya adalah : beberapa waktu sebelumnya perpustakaan kami kedatangan tim penilai dari Bapusipda Propinsi Jabar dalam rangka lomba perpustakaan. Dan beliau-beliau itu terkesan dengan adanya Pustakawan Siswa sehingga mengundang untuk berkunjung kesana.

Sabtu, 08 November 2014

PERSIB, Juara !

Akhirnya ...
Yang dinantikan selama 19 tahun, yang sangat dirindukan oleh para bobotoh dan warga Jawa Barat, terbayar sudah. Tadi malam, Tim Maung Bandung berhasil mengguncang emosi para pendukungnya dalam permainan cepat melawan Persipura. Melalui drama adu penalty, setelah perpanjangan waktu  2 x 15 menit dan skor  imbang 2-2, laga berakhir dengan hasil 7-5. Stadion Jakabaring Palembang, tempat laga final ISL itu digelar, riuh dengan sorak sorai dan tangis haru suporter fanatik Pangeran Biru. 
Persib menang! 
Persib juara!

Minggu, 26 Oktober 2014

Alhamdulillah .... Juara 1 JUMTEK se-Jawa Barat


Kita lanjut cerita keberangkatan Cici ikut Jumtek PMI di Pangandaran, yuk ...!

Minggu pagi sekitar pukul 8 waktu daerah Garut, Cici dan rombongan sudah berkumpul di markas PMI kabupaten. Beberapa anak yang masih duduk di bangku SD terlihat diantar ayah ibunya.

Barang bawaan berupa pakaian, alat makan, alat sholat, alat mandi yang dimasukkan dalam ransel, serta sleeping bag serta matras, sudah terlebih dulu dimasukkan ke dalm mobil lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana. Jadi, peserta hanya membawa tas berisi makanan dan alat sholat saat naik bis.

Sabtu, 18 Oktober 2014

JUMTEK ...bukan Jutek!

Jumtek, bukan Jutek ...
Itu istilah buat kegiatan PMI (Palang Merah Indonesia). Kependekan dari Jumpa-Bakti-Gembira (Jumbara) dan Temu Karya. Jumbara adalah kegiatan semacam jambore pramuka.
Sampai sini pasti sudah terbayang sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang di sebuah lapangan lapang, dengan tenda peleton yang berjajar serta aneka kegiatan riuh rendah, selama sekian hari.

Ya ...!

Minggu, 27 April 2014

Cici Testing : Sekolah Bernuansa Islam, Pilihan Aman Menyekolahkan Anak


Meski hari Minggu, pagi ini Cici telah siap dengan baju seragam putih merah plus jilbabnya. Semalam ia sudah bersiap dengan hafalan. 

Ada apa gerangan?
Seperti pernah dikisahkan di sini, hari ini Cici menjalani tes masuk ke Mts (kepanjangan dari Madrasah Tsanawiyah) yakni SLTP plus berciri khas Islam.  MTs di bawah naungan Pesantren Persis Tarogong ini menjadi pilihannya melanjutkan sekolah.

Ketika tiba di lokasi, puluhan kendaraan sudah memenuhi jalanan depan Kompleks Persis. Persis Tarogong terletak di Jl. Terusan Pembangunan no. 1. Jalan itu membelah lokasi sekolah menjadi dua.  Jadi kompleks TK/RA, Gedung Serbaguna, Masjid dan asrama putera terletak di sebelah Timur jalan sedangkan SDIT, MTs, Mualimin/MA, Masjid, Poliklinik dan asrama puteri ada di sebelah Barat jalan, sehingga lokasinya berhadapan, terbentang sepanjang kurang lebih 300 meter dengan luas areal tak kurang dari 6.000 meter persegi (sumber http://iappi.fr-bb.com/t125-pesantren-tarogong)

Minggu, 09 Februari 2014

Melipat Kantong Kresek

Saya belum pandai dan tidak termasuk rajin memanfaatkan limbah bentuk apapun menjadi sebuah benda yang lebih manfaat, seperti yang dilakukan neng Dey. Tapi ... melihat kantong kresek yang menumpuk di lemari dan laci, saya baru berfikir untuk membuat 'penampakan'nya tidak terlalu mengganggu pemandangan. Jadi tumpukan kantong kresek sisa belanjaan itu tidak saya gundukkan begitu saja.




 Melainkan dilipat seperti ini.

Sabtu, 18 Januari 2014

KEB di Mataku


Pertama kali mengenal  KEB, ketika diundang  mak Irma Susanti  di suatu masa, entah akhir tahun 2012 atau awal tahun 2013 (saya lupa ... hehe). Saat itu, jujur, karena saya bukan orang yang rajin kopdar, saya sempat ragu bakal bisa berbaur dengan semua membernya, maklum saya rada kuper (*mlipir di pinggiran ...  

Rada ngeper juga lihat para makmin dan emak-emak lain yang cantik, cerdas, berwawasan luas dan aktif bersliweran di berbagai event kopdar. Pokoknya, saya gabung saja. Menghargai teman yang mengundang dan yakin pasti bisa belajar banyak dari komunitas ini. Layaknya komunitas sejenis, kan pasti akan banyak share ilmu dan pengalaman, ya nggak? Dan sedikit banyak pasti banyak ilmu yang dapat dipetik. Ikut senang waktu  KEB tampil di tv. Keren aja lihat neng Irma dan mak Mira Sahid  serta para makmin di layar kaca.

Lalu muncul event akbar pertama yakni pemilihan Srikandi Blogger 2013. Saya dikomporin Anazkia untuk ikut. Aiiih ... Ana sayang, gak tahu ya, daku minder? hehe ... Maka saya jadi penggembira dan pendukung setia dirimu saja, agar dikau terpilih menjadi finalis dan kelak jadi pemenangnya, kategori apa saja yang penting menang!
Maka ketika acara penganugerahan Srikandi Blogger 2013 live streaming, saya girang saat Anazkia terpilih jadi Srikandi Blogger Favorit 2013. Yeeeay !! 

Dari ajang penganugerahan Srikandi Blogger pula saya kenal (maya) dengan Bunda Yati yang tetap hebat di usia sepuhnya, mak Dina Begum dengan foto-foto uniknya, mak N'nchie Hani yang tetap cantik dan segar kayak ABG, teh Dey sobatnya yang fotografer, mak Alaika Abdullah sang Srikandi Blogger 2013 dan tentu saja Founder mak Mira Sahid yang charming dan selalu tampak hangat di setiap kesempatan.

Saya mulai merasa, ada yang berbeda dari komunitas ini. Saya mulai merasa kerasan dan tak hanya mengirimkan jempol di setiap tulisan fb, melainkan turut melemparkan komentar dan mengirim link blog. Ada banyak alasan untuk tidak malas menulis. Ya,  KEB membuat saya kembali semangat ngeblog. Saya memang tidak meninggalkan blog sama sekali, tapi kalaupun nulis ya cuma sekali dalam sebulan atau bahkan dua bulan hehe ... Jelasnya,  KEB membuat semangat menulis saya bangkit kembali, (*aiiih ...

Dari beberapa blog member KEB saya tahu bahwa melalui blog ada banyak yang bisa dilakukan selain menulis secara pribadi. Blog bisa menjadi media yang sangat  jitu untuk menggalang solidaritas, menjadi sarana yang cantik untuk beriklan, menjadi cara yang cerdas untuk menuliskan ide (dari mulai yang konyol, serius, menyentuh tetapi berefek menggerakkan), hingga bagaimana menambah pundi-pundi. Semuanya didapat dengan menulis. Dan itu dilakukan oleh ibu-ibu. Sungguh, KEB adalah komunitas keren ...

Tak terasa, perjalanan itu telah menginjak tahun ke 2. Ibaratnya KEB tengah memasuki usia lucu-lucunya, golden age, dan ... ngangenin.  Saya sungguh terharu. Saya mulai membuat catatan untuk saya simpan di bilik ini, dan saya kirimkan sebagai kado sederhana buat keluarga yang istimewa.



KEB  .... adalah kumpulan spirit dan inspirasi yang menjelma dalam tubuh perempuan-perempuan tangguh dan luar biasa bergelar emak. 

KEB ... adalah kehangatan yang memancar dari dapur, ruang tamu, kamar tidur anak, ruang belajar dan teras rumah-rumah di seluruh Indonesia dan belahan bumi, menyebar keluar menyentuh semua membernya tanpa kecuali. 

KEB  ... adalah angin yang mengirimkan kabar bahwa perempuan adalah agen perubahan.

KEB ... adalah para emak hebat yang mengajakku bergandeng tangan 

Selamat Ulang Tahun, KEB
Semoga Tuhan menghimpunkan kebaikanNya dalam setiap langkah perjalanan menujuNya
apapun bentuknya

(big hug)



Minggu, 28 April 2013

Nonton Penganugerahan Srikandi Blogger via Live Streaming KoplakYoBand

Siang hari pulang kegiatan
kubuka fb, masih di Beranda, ternyata para sahabat yang tergabung di komunitas Kumpulan Emak-emak Blogger telah memenuhi wall dengan status dan foto-foto yang aduk maaak ... bikin ngiler pengen ada disana. Apadaya waktu dan bentrok acara tak mengijinkanku untuk bergabung dengan para emak hebat dan inspiratif itu.

Hari ini, Minggu 28 April 2013 adalah acara puncak penganugerahan Srikandi Blogger 2013 yang diadakan oleh KEB dalam rangka memeriahkan ultahnya yang baru menginjak 1 tahun. Wow keren kan? Baru satu tahun, tapi kiprahnya sudah nampak dimana-mana. Angkat topi tinggi-tinggi buat makpon mak Mira Sahid, dan para makmin seperti mak Sary Melati, Indah Juli, Irma Susanti, Sumarti Saelan dan lain-lain. Pengen meluk satu satu sekaligus salaman plus kenalan (hihi ... soalnya belum semuanya kenal sih

Adegan dibuka dengan live musik, panggung masih kosong, hanya tersedia satu buah kursi merah dan latar panggung bertuliskan Srikandi Blogger 2013 dengan tulisan indah plus dibawahnya "Aktualisasi Perempuan di Era Digital", dalam nuansa warna khaki, pink, hijau pupus dan hitam, keren ... Dan anak-anak berlarian di bawah panggung. Live streaming masih ketangkep patah-patah.
Pada jendela lain, aku tersambung dengan neng Dey, mak blogger dari Lembang yang ada di perhelatan itu bersama, mak Nchie Hanie dan mak Alaika Abdullah. Ternyata memang sedang break istirahat sholat dan makan. Baiklah, aku kemudian mengejar kerjaan lain berupa menulis puisi yang masuk Deadline tanggal 30 April 2013 ini. Ya, seorang sahabat mengundangku untuk gabung di Antologi Kamboja (Ketika wanita bicara). Terimakasih sudah ngajak saya, mbak Lentera Al Jazhira. Selesai 2 buah puisi, alhamdulillah ...

Kembali buka live streaming. Acara sudah dimulai. Dua orang MC, lelaki dan perempuan (siapa ya mereka? ngajak salaman ah ) memandu dengan hangat berbalut busana nasional hijau pupus. Kemudian diputar film produksi Srondol Film tentang kegiatan Daput KEB dalam mempersiapkan perhelatan ini. Beberapa makmin berbicara tentang kegiatan para emak blogger dan memberikan kesan yang asik-asik. dari situ aku jadi tahu lebih dekat wajah-wajah mereka, para perempuan inspiratif ini.

Ada yang lucu. Namanya juga emak-emak, kemana-mana ya gak lengkaplah kalau gak ngajak juga para krucil. Naah, untuk membuat para krucil ini tak jenuh (pantesnya ini ya yang jadi salah satu alasan makmin) ketika ikut ngumpul bareng emak-nya, dan sekaligus membuat mereka tampil lebih PD, maka dibuatlah acara Fashion show anak-anak.
Kehebohanpun terjadi. Anak-anak 'jalan' dengan iringan musik Kumpul Bocal -nya Vina Panduwinata. Fotografer sibuk memotret, para emak sibuk memberi semangat, dan ... anak-anak ada yang sibuk lenggak-lenggok ada pula yang lari nangis ngumpet di kaki emaknya, mungkin kaget liat para emaknya rame hihi ...
Seruuu ...
Sungguh, saya angkat jempol deh buat panitia dan semua pengisi acara plus yang hadir. Kalian memang luar biasa.

Sayang ...
kemudian gambar di live streaming itu hilang.
kenapa. ya?
Nah tuh jalan lagi.
Horeee ... tepuk tangan buat bunda Yati Rachmat yang dapat penghargaan Life Achievement karena prestasinya yang terus semangat ngeblog dan berbagi via tulisan maupun silaturahim meski usianya sudah memasuki kepala 7.  Semoga semangatnya menulari para emak untuk terus berkarya, yaa...

Sedangkan yang terpilih sebagai   Emak Inspiratif adalah Mak Haya Aliya Zaki. Salah satu bukunya yang berujudl Hialngnya Berlian Pink baru saja saya dapatkan dari acara GA nya blog bunda Yati Rachmat.
Anazkia, blogger hebat yang tinggal di Malaysia terpilih sebagai Srikandi Favorit. Anazkia ini yang dulu memprovokasiku untuk terus ngeblog. Peluk Ana.
Mak Myra Anastasia sebagai Srikandi Persahabatan.
Dan Acer Srikandi Blogger 2013 jatuh kepada .... : Mak Alaika Abdullah.
Alhamdulillahirabbil'alamiin ...

Pokoknya buat seluruh finalis, kalian semua pemenangnya.
Buat pemenang : Selamat dan sukses, semoga terus memberi inspirasi buat kita, ya, mak.
Buat seluruh dewan juri dan panitia serta semua pihak tanpa kecuali, selamat. Kalian memang luar biasa!
Peluk satu per satu.



Jumat, 08 Februari 2013

Ketika Ibu Memilih Universitas untuk Anaknya

Musim ujian sudah dekat

dan ...
SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri sudah dimulai. SNMPTN adalah istilah baru untuk jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Bakat) atau jalur Undangan, yakni seleksi masuk perguruan tinggi tanpa tes, tapi melalui seleksi nilai rapot beberapa semester (dulu hanya 3 semester, sekarang 5 semester).

Saya tak begitu paham apa maksudnya dengan pergantian istilah seleksi yang setiap tahun berubah terus, sehingga membingungkan. Biasanya jalur ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Nah, tahun 2013 ini, SNMPTN sudah mulai dibuka sejak tanggal 1 Pebruari hingga 8 Maret 2013. Maka sibuklah para siswa, civitas sekolah dan para orangtua.

Bukan saja sekolah dan siswa kelas XII yang sibuk, kesibukan itu menular secara otomatis dan berkelanjutan kepada para orangtua siswa. Orangtua sekarang 'harus' turut aktif mencari peluang dan alternatif bagi kelanjutan sekolah anaknya bila tidak ingin kehilangan kesempatan. Atau bila tidak ingin keliru memilih universitas atau jurusan. Kekeliruan memilih akan berdampak sangat jauh bagi kelancaran pendidikan maupun karier ke depannya.

Dampak itu bisa beraneka. Pertama, timbul rasa jemu saat belajar, karena jurusan yang tidak sesuai dengan minat. Kedua, menemukan pekerjaan yang tidak sesuai yang pada akhirnya menimbulkan stres dan ketidakbahagiaan. Itu bila dipandang dari sisi individu, belum lagi bila kita melihatnya dari sudut pandang lebih makro, yaitu bagi kebermanfaatan pada sesama, lingkungan dan bangsa ini. Apa jadinya bila masa depan bangsa ini dikelola oleh orang-orang yang tidak bahagia dalam tugasnya. Astaghfirullah ... sekarang saja banyak yang korup dan lari ke narkoba. Naudzubillahi min dzalik ... Jangan sampai para orangtua keliru bertindak atau tidak maksimal memberikan kasih dan arahan sehingga berdampak besar bagi kelanjutan masa depan mereka.

Maka, untuk meminimalisir dampak buruk 'masa depan' (meski tak bisa dipastikan juga kalau keikutsertaan orangtua dalam menentukan pilihan akan membuat hal buruk menjadi tiada, tapi minimal bisa diantisipasi lah), orangtua sekarang tidak bisa menyerahkan begitu saja, pilihan sekolah, kepada anak. Kalimat : "Ya,bagaimana kamu saja, ibu mah gak paham," menjadi kalimat kontraproduktif yang tidak membuka cakrawala berpikir dan berkomunikasi antara anak dan orangtua. Setidaknya, ada beberapa petuah serta arahan alias petunjuk teknis tentang pilihan yang mereka ambil. Meskipun di sekolah mereka sudah mendapatkan bekal wawasan dari guru BK (Bimbingan dan Konseling), tetap saja, diskusi perlu dilakukan di rumah.

Dulu, atau setidaknya zaman saya, ketika istilah dan 'pintu' masuk penerimaan mahasiswa baru belum sebanyak sekarang, rasanya prosesnya gak sejlimet ini. Memang, seiring era komputerisasi, calon mahasiwa sekarang dimudahkan dengan sistem pendaftaran on line. Beberapa alternatif pilihan universitas bertebaran di situs-situs yang terbuka lengkap dengan prosedur dan profil campus. Tapi, hal itu membutuhkan pula keterampilan berteknologi. Tak sulit bagi anak-anak, tapi bagi ibu, tentu saja berbeda. Ada banyak ibu yang masih gaptek, meski banyak pula yang sudah akrab dengan teknologi ini. (Ibu zaman sekarang harus cerdas, bukan? agar bisa terus 'nyambung' dengan anak-anaknya). Sekarang, bila anak tidak lolos dalam seleksi awal via SNMPTN, mereka masih punya peluang di beberapa 'pintu', yakni SBMPTN (sebelumnya bernama SNMPTN, lebih dulu lagi UMPTN dan Sipenmaru) dan jalur Mandiri yakni seleksi yang diadakan secara mandiri oleh pihak universitas (jalur ini biasanya memerlukan dana lebih mahal). Atau bila kemudian mencari universitas swasta.

Nah, disinilah orangtua bisa berperan lebih aktif, mencari universitas yang sesuai dengan minat dan bakat anak, lokasi yang strategis (sesuai kriteria, sebab strategis itu relatif berdasarkan pertimbangan setiap orang), kalau bisa terakreditasi A dan biaya terjangkau. Yang harus diperhatikan dalam memilih adalah, ini pont pentingnya, jurusan harus sesuai dengan minat dan bakat anak.

Ohya, jalur SNMPTN adalah gratis. Pokoknya, bila sesuatu berembel-embel kata "Nasional" maka harus gratis. Bila dulu jalur masuk non tes hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki nilai akademis baik (dengan rerata nilai yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan) setidaknya 10 besar di sekolah, dan berbayar, maka tahun ini semua siswa kelas XII berhak untuk mengikuti seleksi SNMPTN secara gratis.

Kesempatan jadi lebih terbuka bagi setiap lulusan tetapi yang diterima menjadi lebih sedikit secara prosentasi meski secara jumlah lebih banyak. Bandingkan saja, di tahun 2012 dari 236.811 siswa yang mendaftar SNMPTN jalur undangan, yang lolos sekitar 22,55 persen, termasuk di dalamnya siswa penerima program bidik misi sebanyak 15.313 atau setara dengan 20,41 persen
(sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/26/15081413/53.401.Siswa.Lolos.SNMPTN.Jalur.Undangan)
Maka di tahun 2013 ini, ada kurang lebih 1.800.000 siswa SLTA dan SMK yang diperkirakan akan terseleksi, sementara yang diterima adalah 150.000 siswa alias kurang dari 10 persen.

Bila melalui jalur gratis ini tidak lolos seleksi, maka bersiaplah para ibu mencari alternatif lain bagi kelanjutan studi anak. Yang gratis itu bukan biaya kuliahnya, lho, tapi biaya daftarnya, hehe ... (sambil menerawang, kapan ya ada kuliah gratis di Indonesia? ^_* ngayal tingkat tinggiii ... eh kalau gak salah sudah ada program BOPTN, ya?! Bahkan di UPI Bandung sudah cair untuk angkatan 2012 ini. Lumayan, untuk para ortu bisa menarik nafas dan ancang-ancang.

Buat ibu-ibu yang sedang resah dan gelisah, jangan keterusan ya!
Yuk, kita mencari peluang itu. Insya Allah, selalu ada jalan terbaik yang Allah berikan bagi anak-anak kita, asalkan kita mau mencari dan menjalaninya.
Apapun hasilnya, sepanjang ikhtiyar kita maksimal, itulah yang terbaik dari Allah.
Semoga anak-anak kita dimampukan Allah untuk menebar sebanyak-banyaknya manfaat, bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya, dan terlebih buat agamanya.
Aaamiiin ...

Selasa, 16 November 2010

Status Waspada, Terhadap Apa ....??


Miris, prihatin, sedih, nelangsa, segala rasa campur aduk melihat gambar hidup terpampang di televisi setiap hari, saat terjadi letusan Merapi, tsunami Mentawai, banjir Wasior, dan segala macam bentuk bencana yang tengah melanda negeri ini.

Kecemasan lantas meninggi saat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebukan bahwa ada 21 gunung berapi lagi di Indonesia yang dalam kondisi aktif. 18 gunung berstatus waspada, 2 gunung berstatus siaga, dan 1 gunung berstatus awas.

Menurut informasi yang saya baca disini, nama-nama gunung yang berstatus waspada antara lain : Gunung Kerinci di Jambi, Gunung Talang di Sumatra Barat, Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Papandayan di Jawa Barat, Gunung Dieng dan Gunung Slamet di Jawa Tengah, Gunung Rinjani dan Gunung Rokatenda di Flores, Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Soputan di Minahasa, Gunung Dukuno di Halmahera, dan Gunung Gamalama di Ternate.

Sedang gunung yang berstatus siaga yaitu Gunung Karangetang di Sulawesi Utara dan Gunung Ibu di Halmahera Barat. Satu gunung berstatus awas tetap dipegang Gunung Merapi di Sleman Yogyakarta.

Negeri ini memang 'kaya' akan gunung berapi. Dan kita sudah biasa hidup berdekatan dengannya, sejak lama sebelum kita lahir. Tapi saat ia (gunung berapi) itu dinyatakan aktif dan bergolak, tak urung kita dilanda kecemasan. Cemas, akan apa yang akan terjadi, mengingat demikian dahsyat akibat yang disebabkan oleh letusannya. Terlebih lagi bagi saudara kita yang hidup berdampingan dengan gunung-gunung yang disebutkan tadi. Setelah informasi itu tersebar, maka sedikit banyak, ada sebuah kekhawatiran yang melanda, meski kadarnya berbeda pada setiap orang.

Saya tinggal di Garut, berdekatan dengan Gunung Papandayan. Statusnya kini "Waspada". Meski faktanya status waspada Gunung Papandayan sejatinya telah terjadi sejak lama. Kenaikan dari 'aktif normal' menjadi 'waspada' pernah terjadi pada Kamis, 2 Agustus 2007. Sejak hari itu telah beberapa kali terjadi gempa, yakni 1 kali gempa tektonik jauh, 1 kali gempa vulkanik A, 2 kali gempa vulkanik B, dan 116 kali gempa tremor. Lama gempa antara 5,5 sampai 75 detik." Sumber : dari sini

Saya tak mengerti benar maknanya, yang saya tahu adalah Papandayan tengah bergolak meski belum sampai pada 'titik didihnya' hingga meletus. Dan kita perlu tetap waspada.

Semua orang khawatir, semua waspada.

Sejatinya, kewaspadaan tak hanya berlaku di saat situasi tak aman atau mengancam semata. Kewaspadaan perlu ditanam kuat dalam jiwa setiap saat. Terlebih saat ini. Saat ancaman melanda dari setiap sisi, setiap tempat, setiap ruang, setiap waktu. Bukan sekedar ancaman gempa akibat letusan gunung, melainkan ancaman yang lebih dahsyat dari itu. Ancaman yang menggempur tak kenal ampun, justru melalui jalan yang tak kasat mata.

Terkadang tak terindera.

Ancaman yang tampil dengan busana berkesan, tak nampak mengancam. Seperti ancaman yang tumbuh dari diri sendiri, malas, sombong, dengki, hasud, khianat, alpa berbagi, merasa telah cukup beribadah, duka berkepanjangan, kufur nikmat (tak mampu bersyukur) dan companyonnya. Ancaman yang datang dari orang-orang tercinta, seperti cinta kasih yang berlebihan, rengekan untuk permintaan yang tak pantas, lalu kita 'iya'kan, dan sebagainya.

Atau ancaman dari luar. Adat dan norma lingkungan yang mulai pudar, membuat batas antara yang hak dan batil menjadi buram. Sulitnya memisahkan hitam dan putih dewasa ini. Makin tipisnya urat malu, hingga sering kita melihat manusia berpakaian tetapi 'telanjang', atau setiap orang bicara kebenaran menurut versi mereka sendiri,
pembiaran kebodohan dan kemunkaran terjadi di sekitar kita padahal kita mampu meniadakannya.

Apalagi yang patut diberi status Waspada dan Siaga, selain hilangnya ciri-ciri kemanusiaan kita?

Saya tak bermaksud untuk tak peduli terhadap pencegahan bencana dan mengacuhkan status waspada sebuah gunung. Akan tetapi, selain ancaman besar yang tengah kita hadapi dan perlu kita waspadai, kita harus pula mewaspadai ancaman yang lebih besar lagi. Ancaman bagi eksistensi ruh kemanusiaan.

Gunung itu telah meletus, laut itu telah meluap, banjir itu telah melanda, jangan biarkan hati kita ikut tercerabut. Jangan biarkan iman kita terbawa hanyut. Waspadalah! Ancaman lebih dahsyat tengah mengintai kita, dan kita tak menyadarinya.

Mari kita kembali ke kebeningan ...

Selasa, 13 Juli 2010

Dua Paket = 3 Buku, Alhamdulillah ...

Apakabar semua?

Semoga kalian sehat-sehat saja. Maaf saya baru posting lagi, oleh sebab tiga hal. Pertama karena terserang virus m-a-l-a-s, kedua terserang virus influenza yang rada akut. Ketiga, sulit nyuri waktu buat blogging.


Usai masa 'kritis' virus flu menyerang, alhamdulillah datang sebuah kiriman cantik dari Rumah Vixxers, ini dia



Maka meski hidung masih memerah akibat bersin-bersin yang tak kunjung henti, hatiku merona (hehe .... mirip kembang 'kali ye!) Apalagi liat sampul dalam paket kiriman itu. Wadouwh ... pinky gimanaaa, gitu, plus pita cantik warna senada. Jadi inget bunga pointsettia-nya blog Curhat Fanda. Buat Mbak Fanda yang sudah mengirim paket bukunya, terima kasih, ya!
Oya, paket itu berisi buku "Honeymoon with My Brother" karya Franz Wisner, hadiah Quiz yang diadakan mbak Fanda dalam rangka ulangtahun Vixxio sekaligus launching Rumah Vixxers. Buat yang belum tahu, bisa berkunjung kesana.

Dengan sukacita, kubuka sampulnya ... Bismillahir rahmaanir rahiiim, ini dia bukunyaaaa




Pas kubaca sekilas, ada yang lucu : nama mantan tunangan si Franz ternyata annie! Waaaah! Apa Fanda milih aku sebagai pemenang quiz karena nama tokohnya, ya? Hehe ... gak laaah, bercanda kok!
Ku sms lah ia, dengan gembira Fanda membalas : haha ... sudah jodoh kali, mbak!
Bener juga, gak ada kebetulan didunia ini, termasuk saat aku dapat kiriman dua paket buku dari sobat blogger.

Ya, Dua Paket. Alhamdulillah ...
Paket yang kedua adalah paket hadiah Kontes Blog Berbagi Kisah Sejati. Benar, paketnya baru kuterima, bukan karena keterlambatan panitia, tetapi karena akunya telat membalas email! Buat Anazkia, Denaihati, Mas Joddie dan mbak Asma Nadia, terima kasih banyak. Ini dia bukunya :




Dua buah buku karya mbak Asma Nadia.
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih semua.
Semoga manfaat dan makin memacu saya untuk lebih rajin menulis.

Sabtu, 03 Juli 2010

Muktamar Satu Abad MUHAMMADIYAH




MUKTAMAR MUHAMMADIYAH 1 ABAD
Lagu : Dwiki Darmawan
Syair: Din Syamsuddin

Seabad gerak waktu
Sang Surya bersinar selalu
dalam berkat rahmatMu
cerahi peradaban mutu

Jutaan insan bersatu
ribuan amal berpadu
dalam lingkar syahadat
bawa Islam penuh rahmat

Ke Jogja kita kembali
Abad kedua kita mulai
tekad membaja di hati
walau jalan mendaki

Ayo bergandengan tangan
hadapi sgala tantangan
gerakkan lasykar zaman
jayalah masa depan

Muhammadiyah satu abad
saat kita bergembira
atas segala nikmat
cabang ranting semua bersua

Itu lirik lagu Muktamar 1 Abad Muhammadiyah karangan Bapak Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah. Lagu itu mengandung semangat kebersamaan dan harapan besar bagi kejayaan semua. Sesuai tema yang diusung, yakni "Gerak Melintas Zaman, Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama’’
Sesuai dengan logo organisasi bergambar matahari, Muhammadiyah ingin menyinari dunia sepanjang hayat. Kiprahnya bisa diwujudkan dalam dakwah dan tajdid, serta amal usaha Muhammadiyah. Selama perjalanan satu abad, Muhammadiyah telah menunjukkan karya nyata dengan aneka amal usaha yang membumi, merakyat seperti fasilitas pendidikan, rumah sakit dan aneka pelayanan publik.

Muktamar Muhammadiyah kali ini (3-8 Juli 2010) yang dipusatkan di Yogyakarta, dihadiri oleh 6000 peserta muktamar dan kurang lebih sejuta penggembira dari berbagai pelosok Indonesia. Dibuka secara RESMI oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono melalui tele conference, sebab beliau sedang berada di Al-Madinah Al-Munawarah Arab Saudi.

Sebanyak 1.300 personel keamanan dari berbagi unsur (kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, Komando Keamanan Muhammadiyah, dan anggota Perguruan Tapak Suci) dikerahkan di sekitar Stadion Mandala Krida Yogyakarta, tempat pembukaan berlangsung.

Saya jadi teringat, saat menjadi muktamirin (peserta Muktamar) di Jakarta beberapa tahun lalu, mendengar "Sang Surya" dikumandangkan. Sensasinya terasa hingga ke tulang sumsum. (lebay?) Tidak juga. Saat kita larut dalam sebuah perhelatan, spirit acara selalu merasuk dan menyatu dalam kedirian kita, lantas spirit itu pasti akan tertransformasikan melalui langkah dan gerak nyata.

Harapan kita, semoga saja Muktamar kali ini benar-benar melahirkan keputusan yang mencerahkan ummat dan bangsa secara keseluruhan. Amiiin ...

*diambil dari berbagai sumber