Selasa, 04 Maret 2014

Cici, Keinginan dan Rencananya


Sore itu, Cici, menyodorkan formulir berwarna putih hijau plus brosur. Apa, ya?
"Cici mau ke sini aja, Bu," katanya pendek.

Kulihat sekilas. Itu adalah formulir pendaftaran masuk sekolah. Cici sekarang kelas 6 SD, sebentar lagi melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP.

Kilas balik dulu, yu, sebentar.

Sedari masih TK, Cici adalah salah satu anak yang tahu mau kemana dia akan sekolah. Melanjutkan SD nya di SDIT Persis Tarogong adalah keinginannya, dan tentu saja kudukung karena selain kakaknya juga bersekolah di sana, kualitas SD tersebut terbilang bagus untuk kawasan kota Garut. Cici masih kelas 1 SD ketika dia menyatakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah di MTsN Garut kelak bila ia sudah harus sekolah di tingkat SLTP. Kuiyakan saja dengan santai. Pikirku, biasa anak-anak, toh nanti juga akan berubah seiring perjalanan waktu.

Tahun demi tahun berlalu (berasa cerita dongeng, ya hehe ...) keinginan Cici untuk sekolah di MTsN Garut tidak juga berubah, malah semakin kuat. Terlebih ketika setiap tahun MTsN Garut menjuarai lomba-lomba LBB (Lomba Baris- Berbaris), Pramuka, dan lain-lain. Pramuka adalah bidang yang sangat Cici suka. Maka sangat bisa dipahami bila Cici ingin jadi bagian team andalan sekolahnya kelak.


Hingga kelas 6 semester 1 kemarin, keinginan Cici masih kuat, lanjut ke MTsN Garut. Dia tidak tergiur dengan kebanyakan teman-teman lain yang prestasinya bagus untuk juga memilih SMP favorit. Secara akademik dan non akademik prestasi Cici memang tidak mengecewakan. Selain tak pernah keluar dari 7 besar sejak kelas 1, dia pun aktif di berbagai ekstra kurikuler. Saat kelas 4 Cici terpilih sebagai team Pasbara Kabupaten Garut mewakili sekolahnya. Sering diikutikan pada lomba antar sekolah dan tentu saja kerap mendapat piala dari lomba-lomba antar kelas di sekolahnya. Bagiku, sebagai ibunya, itu sangat membanggakan.

Bagi seorang ibu, jangankan jadi juara, anaknya berani tampil di depan umum untuk manggung atau ikut lomba saja, sudah merupakan kebanggan yang besar. Betul, kan? Nah, apalagi bila sampe bisa jadi juara. Wow, bangganya nambah-nambah, deh!

kembali ke laptop ...
Tiba-tiba, sore itu Cici menyodorkan formulir pendaftaran sekolah yang lain.
Gak salah, nih?

Kutanya : "Kenapa?" Pasti wajahku tak bisa bohong, aku terkejut. Ya iyalah, wong tiap waktu dia bilang pengen ke MTsN, kok.
"Ada bea siswanya, Bu!" jawabnya spontan. "Buat yang bisa hafal juz 30 dan punya prestasi bakal dapet beasiswa."

Aku yakin alasannya bukan hanya itu.
"Oooh ... giituu, oke deh. Nanti malem, ya. Simpen aja dulu. Ibu mau mandi." 
Aku memang baru saja pulang kerja. Memburu waktu memenuhi undangan pengajian di rumah tetangga.

Obrolan sore itu kutinggalkan dengan banyak jeda. Pengajian, sholat maghrib, tadarus, makan malam, cuci piring.  Lalu, saat Cici di kamar sedang belajar, kuhampiri dia.

"Jadi, ceritanya sudah pasti niiiih ... mau ke Persis aja?" tanyaku santai. Kurebahkan badanku di tempat tidurnya. Formulis tadi memang berkop surat Pesantren Persatuan Islam (Persis) Tarogong Garut. Sekolah yang sama dengan almamaternya saat ini. Benar, rupanya Cici ingin meneruskan sekolah di perguruan yang sama dengan SDIT nya. 

Gak masalah, bagiku. Sedari awal aku ingin anak-anak melanjutkan pendidikan di perguruan Islam. Itu sudah dimulai sedari TK, sama dengan kakaknya dulu. Ketika Cici lebih memilih MTs Persis ini, yang berarti swasta, aku juga gak masalah. Hanya saja aku heran atas perubahan yang terjadi. Aaah ... apakah ia ingin mondok di asrama? Pikiran itu sempat terlintas sesaat. Untuk itu aku perlu tahu alasannya. Itu saja.

"Cici ingin pelajaran agamanya lebih banyak, Bu," jawab Cici serius. Itu mah jawaban pragmatis. Aiih si emak meni gak percaya sama jawaban anaknya, ya hehe ... Emang maunya jawaban seperti apa?

"Sebetulnya kalo ingin pelajaran agama lebih banyak, di MTsN juga sama, Ci, agamanya banyak. Nah, kalau dibandinginnya dengan SMP, baru beda jauh, jauuuuh banget. Katanya mau yang kegiatan pramukanya banyak," pancingku.
"Di Persis juga ada pramuka, kok, Bu."
"Tapi kan, gak seperti pramuka di MTsN."
"Salsa, Ridhola, Ainun, juga mau ke Persis, Bu."
"Ooooh .... giiituuu ..." 
ketahuan deh hehe
"Kenapa kalo di MTsN?"
"Di sana kan banyak guru-gurunya yang sudah kenal. Tiap Cici ke sana suka digodain, jadi Cici malu."

Ohya, MTsN adalah sekolah setingkat SLTP yang bermuatan Islami, jadi pelajaran agamanya gak cuma 1 melainkan 5, yakni Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Quran Hadits, Fikih dan Bahasa Arab. Sama dengan Persis. Bedanya, di MTsN Garut ini ada aku ibunya yang kerja sebagai pustakawan hehe ...

Rupanya itu juga salah satu alasannya. Di MTsN Garut, Cici sudah merasa seperti di rumah kedua. Sejak kecil dia sangat sering ikut denganku hingga kenal baik dengan hampir semua guru dan karyawan. Wajar bila ia banyak disapa bahkan digoda dan dijailin. Bila dulu hal tersebut dia anggap biasa saja, mungkin sekarang karena sudah besar Cici jadi malu.
Oke, tak masalah ...

"Mau ke mana saja Cici melanjutkan sekolah, ibu dukung, Nak, asalkan pilihan itu datang dari Cici dan tidak menyesal kelak. Yakin mau ke Persis aja?"
Cici mengangguk tegas.
"Mau mondok?"
"Enggak!!" jelas tegas dan galak, hehe ...
"Oke."
"Formulirnya diisi, Bu."
"Kok rusuh amat. Kan pendaftaran masih lama ..."
ujian kelas 6 saja belum kan, ya.

"Biar cepet, Bu. Doain Cici dapet beasiswa, ya."
Nah begitulah Cici. Ketika ada yang dimau, semangat dia. Ya laah ...

Obrolan itu selesai. Cici lanjut dengan tulis-tulisan dan kertas warna. Mau ngapain dia, ya?
"PR apa, Ci?" tanyaku
"Bukan PR."

Kuperhatikan, dia menulis dan menggunting, lalu menempel. Kegiatan seperti itu memang sering dilakukan anak-anak dan ayahnya. Suka sekali gunting tempel.
Cici asyik dengan kertas-kertas, aku melanjutkan baca buku.

Ternyata, beberapa saat kemudian, nampaklah apa yang dia buat. Aku lupa mengambil gambarnya ketika masih berserakan dan dalam proses. Ini adalah hasilnya setelah Cici tempel di dinding kamarnya :





Rupanya dia tempelkan kata motivasi untuk menyuntik semangatnya menyelesaikan SD dan meneruskan sekolah. 

Aku terharu melihatnya.

Ibu doakan, semoga apa yang jadi inginmu bisa dijalani prosesnya dengan baik dan mendapat hasil yang menggembirakan ya, Ci. Semoga Allah selamanya menjadi tujuan hidupmu agar DIA memberikan berkahNya. aaamiiiin ...



16 komentar:

  1. bagus ya mbak cici sudah bia menentukan pilihan sendiri, sebagai orang tua harus mendukung selama pilihan itu baik. Buat Cici seoga tercapai ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, mbak, sebagai orangtua, saya hanya bisa mendukung dan mendoakan semoga apa yang menjadi keinginannya bisa tercapai. Aamiin ..
      terimakash doanya, ya

      Hapus
  2. Mudah2an cici selalu menjadi anak yang sholeh,terus membanggakan ortunya,& bisa menggapai semua cita2 nya Aamiin
    Disekolah cici memang anak yang rajin & sllu bikin heboh temen2nya he...he
    sepertinya saya akan kangen jika Cici sudah keluar dari SDIT,terutama dengan teriakannya itu...he....he,pa lagi saya sdh mengenal Cici sejak duduk dikelas 3....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin ya Allah ...
      terimkasih doanya, bu. Itu juga kan berkat ibu sebagai gurunya. Cici juga sering sekali membicarakan bu Yuni. Cici cerewet di kelas ya, Bu, hehe ...
      Ya, kalo Cici di Persis kan kans untuk ketemu ibu masih lumayan besar, kan seatap.

      Hapus
  3. cici masih sd tp sdh tau mau apa dan sudah berani ngambil keputusan heheh
    dl juga saya gak mau ke smp 2 krn disitu ada bapak yang jadi wakasek jadi milih smp9. sm kek cici di smp 2 rasanya smua guru sdh kukenal dgn baik jd sering di goda2 hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Alhamdulillah, dik rhey.
      Oh punya pengalaman sama rupanya. Kayaknya memang hal itu yang menjadi salah satu pemicu perpindahan pilihannya.

      Hapus
  4. Waaaah, org tuanya senang bgtt pasti.:)

    Semoga dapat beasiswa ya, Ci Cantik. Tambah pinteeer.

    BalasHapus
  5. SUbhanallah kecil2 sudah tahu kemauannya. Anakku juga mau ujian, kelas 6SD tapi pemikirannnya belum sefokus itu :)

    BalasHapus
  6. waa cici sudah bisa mengambil keputusan sendiri dan berani memperhitungkan resiko yang akan diambilnya. pastinya senang sekali orang tua cici

    BalasHapus
  7. makasih semua. ya bu yuni cici juga bakal kangen sama ibu kok tapi kalau kangen tinggal ke SD kok soalnya kan deket. minta donya aja buat semuanya mudah mudahan bisa lulus tes jadi masuk ke Mts yang cici mau.

    BalasHapus
  8. Ciciiiiiiii keren ya suka pramuka pasti suka berpetualangan. Tos nak.

    BalasHapus
  9. Saya jadi kangen masa SD, mau ikut pramuka lagi.

    BalasHapus
  10. Teh Ani.. aku terharu sekali membacanya.
    Cici hebat banget... pinter dan kreatif juga.
    Bangga deh, Teh Ani telah mendidik Cici dengan sedemikian hebat.
    Salam sayang utk Cici semoga apa yang diharapkan Cici (dapat beasiswa) terwujud. Aamiin

    BalasHapus
  11. cici..cici kmu kok cerdas bgt si diasaat anak2 lain seusianya mls bljr dan mncari ilmu agama kmu malah pingin peljrn agamanya dibanyakain siphh buat cici :)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...