Minggu, 18 Mei 2014

Mengenal TB-MDR

Meski sudah mengenal penyakit TB sejak lama, karena saya pernah terpapar oleh virus Mycobacterium Tuberculosis itu dulu, saya baru mengenal istilah TB-MDR baru-baru ini. Saya awalnya hanya tahu bahwa penyembuhan sakit TB memakan waktu lama dan harus konsisten. Itu saja.

Pernah juga menemukan beberapa pasien yang ternyata belum sembuh setelah minum obat selama 6 bulan. Konsekuensinya mereka harus menambah waktu minum obat. Waktu itu saya bersyukur, bahwa saya dinyatakan sembuh dan bebas dari penyakit menakutkan tersebut, setelah dokter (melalui foto rontgen dan tes darah) menyatakan paru-paru saya bersih. Karena itu sempat kaget, ada juga ya, yang memerlukan waktu penyembuhan lebih lama. 

Sabtu, 17 Mei 2014

ketika cicak pergi

"Ibuuuuu ...." itu jerit ketakutan Cici ketika terbirit-birit keluar dari kamar. Kenapa?
Bukan, bukan karena ada kecoa atau hantu pocong, melainkan .... seekor cicak!

sumber : lifestyle.kompasiana.com

Awalnya menggelikan ketika tahu Cici takut pada cicak. Masa sih sama cicak aja takut? Sama kecoa malah berani. Tapi, kita gak bisa memaksakan seseorang untuk berani atau takut pada sesuatu sesuai logika kita, kan? Saya malah sering tak habis pikir mengetahui Iko Uwais, aktor The Raid yang jagoan silat itu takut sama kerupuk! Atau Raffi Ahmad yang takut rambutan!

Senin, 12 Mei 2014

Sang Patriot : Saat Sejarah Melahirkan Spirit Pahlawan (Sebuah Review)

sumber: http://dialogikabook.wordpress.com/2014/03/28/

Judul : Sang Patriot : Sebuah Epos Kepahlawanan
Penulis : Irma Devita
Penyunting : Agus Hadiyono
Penerbit : Inti Dinamika Publisher, Jakarta
Cetakan : 1, Februari 2014
Tebal : xii,  266 hlm
ISBN : 978-602-14969-0-9


Ini kisah tentang perjuangan dan keteguhan, kesetiaan dan pengkhianatan, cinta dan pengorbanan,  Pada tanah air, pada keluarga, pada kebenaran, pada sebuah keyakinan. Diceritakan dengan sepenuh hati oleh penulisnya, Irma Devita, sebagai bentuk pemenuhan janji masa kecilnya kepada sang nenek, istri Sang Patriot.  Cinta, pengabdian, rasa kagum serta rasa hormat kepada kakek dan neneknya itulah kemudian yang melahirkan buku ini. Sebuah catatan sejarah yang tak hanya menyajikan data, sederet angka dan tahun, serta nama-nama yang tak bergerak. Membaca buku ini, kita diajak untuk menelusuri lorong waktu, menyaksikan sebuah perjalanan penting Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Minggu, 04 Mei 2014

TB Bisa Disembuhkan

TB atau Tuberkulosis sekarang ini masih menjadi masalah kesehatan, tidak hanya di Indonesia, melainkan di dunia.Terdapat data fantastis yang mengabarkan seberapa besar penyakit itu menyerbu dan membuat banyak warga dunia terperangah.

Menurut laporan WHO, pada tahun 2012 diperkirakan 8,6 juta orang terjangkit TB dan 1,3 juta meninggal. Berdasarkan data WHO pula, Wilayah Asia Tenggara dan Kawasan Pasifik Barat secara kolektif menyumbang 58% dari kasus TB di dunia. Setengah dari negara dengan beban tertinggi TB berada di Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediterania Timur yaitu 11 negara dari 22 negara dengan beban TB tertinggi. 

Minggu, 27 April 2014

Cici Testing : Sekolah Bernuansa Islam, Pilihan Aman Menyekolahkan Anak


Meski hari Minggu, pagi ini Cici telah siap dengan baju seragam putih merah plus jilbabnya. Semalam ia sudah bersiap dengan hafalan. 

Ada apa gerangan?
Seperti pernah dikisahkan di sini, hari ini Cici menjalani tes masuk ke Mts (kepanjangan dari Madrasah Tsanawiyah) yakni SLTP plus berciri khas Islam.  MTs di bawah naungan Pesantren Persis Tarogong ini menjadi pilihannya melanjutkan sekolah.

Ketika tiba di lokasi, puluhan kendaraan sudah memenuhi jalanan depan Kompleks Persis. Persis Tarogong terletak di Jl. Terusan Pembangunan no. 1. Jalan itu membelah lokasi sekolah menjadi dua.  Jadi kompleks TK/RA, Gedung Serbaguna, Masjid dan asrama putera terletak di sebelah Timur jalan sedangkan SDIT, MTs, Mualimin/MA, Masjid, Poliklinik dan asrama puteri ada di sebelah Barat jalan, sehingga lokasinya berhadapan, terbentang sepanjang kurang lebih 300 meter dengan luas areal tak kurang dari 6.000 meter persegi (sumber http://iappi.fr-bb.com/t125-pesantren-tarogong)

Sabtu, 19 April 2014

Obat TB Gratis, Kok. Sembuhkan, Yuk!

Meskipun termasuk jenis penyakit menular dan bisa mematikan, TB., dulu disebut TBC alias Tuberkulosis, bisa disembuhkan, lho. Hal ini dimungkinkan  dengan pengobatan yang tepat dan disiplin sesuai anjuran dokter. Jadi, tak perlu terlalu khawatir bila anggota keluarga kita terkena TB. Lagipula, siapa yang mau? Maksud saya, bilapun harus berobat, ikuti semua aturan minumnya supaya virus TB hilang dari tubuh penderita, begitu.

Dulu, orang yang kena TB. sering dikucilkan, sebab takut menjadi biang keladi penularan kuman. TB. menjadi  momok menakutkan, bukan hanya karena penyakitnya melainkan juga karena takut efek sampingnya, yaitu dijauhi orang. Kalau sudah begini, pantas saja pasien TB. sulit sembuh, sebab secara psikis ia merasa tak lagi diinginkan. Lagipula penyakit ini terlanjur identik dengan kekumuhan, tidak bisa menjaga kesehatan serta kurang gizi. Padahal siapapun, baik dari kalangan miskin atau berada, memiliki potensi terkena TB dengan berbagai sebab.

Selasa, 15 April 2014

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku




Dulu, kalau mau kutak-ketik (bukan otak-atik) atau internetan, saya suka pakai komputer portable. Atau bila sedang tidak dipakai, saya pinjem laptop suami. Namanya juga minjem, jadi bila menulis harus disimpan di flashdisk supaya tidak perlu repot ketika harus mempostingnya di komputer.

Tapi keadaan itu saya jalani dengan santai. Setiap kali suami menawarkan agar saya membeli laptop, tidak terlalu saya tanggapi, sebab toh saya masih bisa menggunakan komputer rumah. Sayang bila dibiarkan nganggur.

Senin, 14 April 2014

Winny Widyawati, Kartini Itu


Bagi saya, Kartini adalah perempuan yang teguh memperjuangkan mimpinya tanpa mengorbankan norma yang ia anut dan yakini. Apapun rintangannya tak menyurutkan langkah dan tekadnya. Maka setiap perempuan yang bertekad baja memperjuangkan keyakinannya, dialah yang menyimpan spirit Kartini dalam dadanya. Ranah apapun yang ia pilih.

Spirit itu saya temukan dalam sosok perempuan cantik dan lembut, Winny Widyawati.

Selasa, 08 April 2014

Besok, Saya Memilih ...

Sejatinya, bukan hanya besok, setiap hari setiap waktu manusia harus memilih. Pada hakikatnya hidup adalah proses memilih. Memilih untuk bersikap baik pada orang yang menyebalkan atau bersikap sama menyebalkannya dengan dia. Memilih untuk pergi menunaikan tugas atau menemani anak yang sakit. Memilih untuk makan sop ayam atau jajan bakso. Memilih untuk diam atau menjawab pertanyaan gak penting. Memilih untuk melawan atau menerima. Memilih melawan dengan keras atau dengan elegan. Memilih menerima dengan terpaksa atau menerima dengan ikhlas lalu melihat hasilnya.  See? Setiap hari manusia selalu dihadapkan pada keadaan 'kita harus memilih', bukan hanya dari dua pilihan, bisa pula lebih dari itu.

Maka, proses memilih adalah proses hidup itu sendiri. Bagian dari tanggung jawab yang harus dipikul oleh siapapun, sesuai kapasitas, kapabilitas serta keinsyafan seseorang akan konskuensi yang kelak dipikulnya. Seperti sebuah proses ijtihad dalam tataran fiqih. Ketika pilihan kita benar maka dapat pahala dua, bila pun salah setidaknya kita mendpat 1 pahala. Memilih, bisa dimasukkan dalam lingkup ibadah, sepanjang kita meniatkannya untuk itu. Bukankah sejatinya "tidak semata Allah ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah"?

Minggu, 06 April 2014

TB? Dengan Mengenalnya, Kita Paham Penanganannya

Salah diagnosa?
Oh, No!

Saya tak hendak menyalahkan siapapun mengenai hal ini, sebab semua peristiwa ada hikmahnya. Ada yang disiapkan Allah untuk ditemukan, gerangan apa maksud sesuatu bisa terjadi.  Seburuk dan sebaik apapun yang kita alami dulu, buahnya akan kita petik hari ini. Pun yang kita jalani hari ini, akan kita dapatkan hasilnya di waktu yang akan datang, entah esok, minggu depan, bulan depan atau bertahun-tahun lagi, kita tak tahu.

Ini berkaitan dengan riwayat kesehatan saya ...
Sekitar 13 tahun yang lalu, saya divonis dokter menderita TBC, sekarang lebih populer dengan sebutan TB saja.

Minggu, 30 Maret 2014

Patriotku adalah AKI

Tiba-tiba saja saya menahan sedan, saat baru saja mengetik kata "Aki".
Saya rindu padanya  ...

Beliau adalah kakek saya almarhum, namanya Endus Supena, kerap dipanggil E. Supena saja. Sudah hampir lima tahun beliau berpulang,  tapi saya masih suka merasa beliau ada di tengah-tengah kami. Saya tahu benar nilai-nilai hidup yang beliau wariskan kepada kami anak cucu mantunya tak akan pernah hilang. Terutama nilai silaturahmi yang menjadi amanahnya.

Masa kecil saya dihabiskan bersama aki dan enin (kakek dan nenek). Bersama mereka saya banyak memiliki kisah yang tidak dimiliki oleh cucu aki yang lain. Yang saya ingat, saya mulai mengenal kewajiban sholat darinya.  Setiap hari, ketika saya tengah asik bermain di siang hari, saya dipanggil untuk sholat dhuhur. Ditemaninya saya berwudlu, lalu sholat berjamaah di mushola yang terletak di halaman belakang rumah di bawah pohon jambu air.


Sabtu, 29 Maret 2014

Perjalanan Menuju-Nya

Menonton serial Upin Ipin di televisi. Anak kembar itu tengah berjalan menuju surau untuk mengaji bersama kawan-kawannya. Melempar ingatan saya pada masa lalu ketika bergegas menuju masjid saat masih kanak-anak. Seruuu ... 

Mengaji ba'da magrib hingga mnejelang Isya, saat itu tak lain adalah keseruan, tidak merasa bahwa itu sebuah kewajiban yang memberatkan. Bagaimana tidak. Waktu itu pelajaran mengaji sagat menyenangkan. Cara yang diberikan ustadznya, kebetulan beliau paman saya, sangat menarik. Saya memanggilnya Mang Tata. 

Mang Tata, (dalam bahasa Sunda, Mang atau Mamang adalah panggilan untuk paman atau pakle) bukan hanya mengajar mengaji, beliau juga mendidik kami untuk mengerti apa yang kita baca. Tapi caranya gak bikin stress. Beliau ingin kami semua paham bacaan sholat serta arti surat-surat pendek yang kita baca saat mendirikan sholat. Tujuannya agar ketika sholat bukan hanya sekedar melakukan ritualnya semata tetapi juga memahami apa yang kita baca. 


Rabu, 26 Maret 2014

GIVEAWAY : Dongeng Karuhun


Sukakah engkau mendongeng?
Atau, suka mendengar dongeng?
Dulu, dongeng biasanya kita dengarkan saat menjelang tidur, yang dikisahkan oleh ayah, ibu atau kakek dan nenek. Lalu, sekarang ketika sudah jadi ibu, suka mendongengkah? Pastinyaa ...
Apakah dongeng karuhun (cerita rakyat/dongeng nenek moyang) termasuk pilihan favorit?
Bagaimana tanggapan anak-anak saat dongeng karuhun disampaikan dalam bahasa ibu (bahasa daerah)nya?

Ini adalah kisah saya dulu, ketika si bungsu masih kelas 1 SD dan masih suka didongengi (betul, gak ya, begitu bahasanya? didongengi? hehe ...) 

Begini …
Sejak si sulung masih balita, saya kerap membacakan dongeng sebelum tidur. Ini saya lakukan karena masa kecil sayapun kaya akan cerita dongeng sebelum tidur. Terlebih lagi, saya tahu, betapa kisah dongeng memberi dampak tak terduga (yang positif, tentu saja) bagi perkembangan jiwa dan emosi anak.
Saat itu dongeng yang saya baca adalah dongeng dalam bahasa Sunda. Lucunya, dongeng ini sudah lama hilang dalam perbendaharaan kamus ingatan saya. Maka saat saya membaca dan mendongengkannya (Saya pisahkan antara membaca dan mendongeng karena mendongeng membutuhkan keterlibatan ekspresi, emosi dan pewatakan tokoh melalui suara yang berbeda. Misalnya suara kita saat memerankan tokoh raja, pasti berbeda dengan saat mewakili tokoh ular dan anak kecil), saya seperti terseret ke lorong waktu. Improvisasi saya menyeruak dituntun oleh memori yang mengendap sekian lama.


Selasa, 25 Maret 2014

Tentang sebuah status

Curhat di jejaring sosial?
Banyak orang melakukannya. Entahlah barangkali ia tidak punya teman diskusi di dunia nyata, sehingga merasa perlu menumpahkannya di negeri dumay.
Bagi sebagian orang barangkali lumrah saja, tetapi bagi sebagian yang lain ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri alias menelanjangi diri. Curhat atau menumpahkan kemarahan atau mencaci maki atau apalah namanya itu biarkan jadi milik sendiri, yang tak pantas diumbar di media. Sejatinya jejaring pertemanan, apapun namanya, mau facebook, twitter, Instagram dll dengan nama baru itu (yang saya gak tahu hehe ...) adalah media publik, yang memungkinkan banyak orang membaca dan kemudian tahu keadaan kita.

Setidaknya itu menurut saya pribadi. Bagi yang tidak sependapat, ya mangga, silakan, toh semua punya alasan. Sepanjang hal itu tidak lantas menyebabkan perseteruan berjamaah (yang kerap terjadi di kalangan selebritis) sih no problem, meski bila ditelisik lebih mendalam lagi, nampaknya akan lebih elegan bila masalah hanyalah dibagi pada mereka yang dipercaya semata, bukan di dumay, yang memungkinkan orang lain yang tak kita kenal pun bisa membacanya.

Saya lalu menelusuri jejak status saya yang lalu, adakah tulisan yang lebay dan galau?? Aiiih ... jangan-jangan ada.

Ibaratnya, menelusuri status hari demi hari melatih kita untuk menilai diri, apakah yang telah kita tulis (baca : katakan) manfaat atau mudharat? khususnya buat pengingat diri sendiri? Bila ternyata banyak yang mubadzir, kita dapat memperbaiki status kita di hari ke depan, agar lebih positif dan mencerahkan. Status positif itu tak harus serius lho ... Status ngocol pun bisa berefek menggerakkan, dan memberi manfaat buat banyak orang.


Selasa, 04 Maret 2014

Cici, Keinginan dan Rencananya


Sore itu, Cici, menyodorkan formulir berwarna putih hijau plus brosur. Apa, ya?
"Cici mau ke sini aja, Bu," katanya pendek.

Kulihat sekilas. Itu adalah formulir pendaftaran masuk sekolah. Cici sekarang kelas 6 SD, sebentar lagi melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP.

Kilas balik dulu, yu, sebentar.

Sedari masih TK, Cici adalah salah satu anak yang tahu mau kemana dia akan sekolah. Melanjutkan SD nya di SDIT Persis Tarogong adalah keinginannya, dan tentu saja kudukung karena selain kakaknya juga bersekolah di sana, kualitas SD tersebut terbilang bagus untuk kawasan kota Garut. Cici masih kelas 1 SD ketika dia menyatakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah di MTsN Garut kelak bila ia sudah harus sekolah di tingkat SLTP. Kuiyakan saja dengan santai. Pikirku, biasa anak-anak, toh nanti juga akan berubah seiring perjalanan waktu.

Tahun demi tahun berlalu (berasa cerita dongeng, ya hehe ...) keinginan Cici untuk sekolah di MTsN Garut tidak juga berubah, malah semakin kuat. Terlebih ketika setiap tahun MTsN Garut menjuarai lomba-lomba LBB (Lomba Baris- Berbaris), Pramuka, dan lain-lain. Pramuka adalah bidang yang sangat Cici suka. Maka sangat bisa dipahami bila Cici ingin jadi bagian team andalan sekolahnya kelak.

Jumat, 28 Februari 2014

What a Wonderfull Wife ...

Menikah adalah setengah agama. Begitu yang kutahu sedari remaja, dari orangtua, dari guru, dari kakek, dari buku. Maka, menikah tentu saja menjadi ibadah bagi sesiapa yang melakukannya. Menikah adalah sebuah ikatan suci yang dibingkai dengan 'mitsaqan ghalidza'.

Ketika suatu hari Allah pertemukan ku dengan jodoh, lalu menikah, aku sadar telah masuk pada ranah 'setengah agama' itu. Ada banyak hal yang harus kujalani, bukan hanya yang penuh kesyukuran, melainkan lengkap pula dengan segala macam onak duri yang menghiasi perjalanan setengah agama itu.

Maka dengan penuh keinsyafan aku paham, betapa indah menjadi seorang istri. Seindah perjalanan itu bila telah tiba di tujuannya. Menuju sakinah dalam mawaddah dan rahmah, duhai betapa memabukkan. Apalagi bila semuanya dilakukan karena cinta. Cinta kepada Sang Mahacinta.

Sabtu, 22 Februari 2014

FLP17

 


Perayaan, sejatinya adalah sebuah kontemplasi, telah seberapa jauh kita melangkah, sudah berapa banyak kita berbuat?

Entahlah, seakan aku adalah bagian darinya, padahal aku hanyalah satu dari sekian banyak orang yang menyukainya semata. Suka? Barangkali terlalu ringan. Aku mengagumi gerakannya, visinya, karya-karyanya, orang-orang yang bergerak di dalamnya, dan semuanya. Aku suka semuanya.


Tasma, Antara Fashion dan Kebutuhan

Bagi sebagian orang tasma adalah fashion, bagi sebagian lainnya tasma adalah kebutuhan.
Tasma? Apaan tuuuh ..?? (*gaya Jaja Mihardja hehe ...)

Ini dia yang namanya Tasma


                                   

Yaa... Tasma adalah sebutan kacamata dalam bahasa Sunda.

Ceritanya begini, setelah sekian tahun kacamata minus saya jarang dipakai karena saya merasa sudah tidak terlalu tergantung lagi, beberapa hari ini saya harus kembali pakai (kacamata). Bukan lagi minus, tetapi double. Maksudnya?? 

Karena ternyata usiaku sudah masuk kategori lansia, (batas minimal kategori lansia adalah 45 tahun), maka mataku sudah ikutan lansia,  jadi mata tua alias presbiopi. Aiiih ... tua nih. Jadi harus pake kacamata jenis bifokal agar mata bisa melihat benda dengan jelas. Dalam bahasa sehari-hari kita sering menyebutnya dengan istilah kecamata plus minus, yaitu menggunakan lensa cekung dan cembung sekaligus. 


Rabu, 19 Februari 2014

Ceritanya begini ...

Ceritanya begini ...
Blog ini sudah lama tidak terurus dengan baik. Kalaupun menulis, ya, nulis saja.
Pada suatu masa dulu, saya pernah begitu rajin sowan ke rumah teman maya, blogwalking, jalan-jalan, saling sapa dan ngopi aksara, beragi rasa berbagi kisah berbagi ilmu. Lalu saling memasang link, belajar html, menambah widget, dan sebagainya.

Kemudian semua itu tak lagi saya lakukan. Kenapa? Bukan karena bosan, melainkan oleh sebab hal lain.
Ada suatu masa, dalam sebulan saya hanya menulis satu tulisan. Atau bahkan lima bulan baru menulis lagi. Itupun tak lantas membuat langkah saya bergerak menyambangi teman-teman.

Maka, lupalah saya akan hal-hal teknis dalam memasang link dan sebagainya.
Bersyukur kemudian ketika saya mulai menulis lagi, saya diinvite neng Irma Senja  untuk gabung di komunitas KEB. Dari sana semuanya kembali bermula. Saya diingatkan bahwa sejarah harus dituliskan, sesederhana apapun ia telah mengukir jejaknya. Saya harus kembali rajin menulis dan bersilaturahmi.

Saya kembali diingatkan, bahwa pertemanan, di manapun ia terjalin, selalu memberika hal-hal positif dan membangun, menggairahkan dan sangat tak pantas untuk dibiarkan. Semua harus dijaga dan dipelihara. Bahkan dalam keadaan sempit, silaturahmilah, menulislah.


Minggu, 09 Februari 2014

Melipat Kantong Kresek

Saya belum pandai dan tidak termasuk rajin memanfaatkan limbah bentuk apapun menjadi sebuah benda yang lebih manfaat, seperti yang dilakukan neng Dey. Tapi ... melihat kantong kresek yang menumpuk di lemari dan laci, saya baru berfikir untuk membuat 'penampakan'nya tidak terlalu mengganggu pemandangan. Jadi tumpukan kantong kresek sisa belanjaan itu tidak saya gundukkan begitu saja.




 Melainkan dilipat seperti ini.