Minggu, 28 Februari 2010
Minggu Pagi Ini
Lalu lanjut pada keasyikan masing-masing.
Sejenak saja, kemudian hidup harus terus berjalan. Piring telah bertumpuk, menanti tanganku.
Okelah kalau begitu, I'm comiiing ....
Jumat, 26 Februari 2010
Mengetuk Pintu Langit

Terjagakah engkau semalam, kawan?
Selasa, 23 Februari 2010
Berguru Tiada Henti (Tag Book dari Fanda)
Saya ucapkan terima kasih pada Fanda, sebab tag ini telah membuat saya menyadari satu hal, betapa proses belajar saya selama ini memang tak pernah usai.
Inilah dia, buku-buku bacaan saya :
1. Berguru Kepada Allah, Abu Sangkan
Sesuai judulnya, pembaca diajak menerima dengan ikhlas bahwa setiap sisi hidup adalah proses berguru dan pembelajaran. Dan berguru yang hakiki adalah kepada Sang Pemilik hidup itu sendiri, yakni Allah.2. Matahari Odie Bersinar Karena Maghfi, Neno Warisman
Neno Warisman adalah salah satu tokoh perempuan yang menginspirasiku. Kepeduliannya pada bidang parenting/pengasuhan anak, membuatnya menulis buku. Buku ini adalah buku keduanya setelah "Izinkan Aku Bertutur". Berkisah tentang pengalaman dan kesehariannya membesarkan tiga buah hati, satu putera dan dua puteri. Penyajiannya menarik, diibaratkan sebagai panggung opera keluarga, yang berisi aneka perilaku dan perasaan anak-anak, tentang pertengkaran, pelajaran memahami, perasaan tersisihkan, hingga penilaian anak terhadap orang lain. Bagiku yang bermimpi menjadi ibu yang manfaat, buku ini adalah buku wajib (selain karena aku suka Neno dari dulu kala) juga karena di buku ini pembaca diajak untuk mulai berjuang (menanam modal bagi negeri) dari rumah, melalui penanaman cinta terhadap anak-anak.3. Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu
Buku ini menjadi menarik karena penulis menerangkan Ikhlas yang 'abstrak' dan tak terindera menjadi sesuatu yang bisa difahami secara ilmiah. Quantum Ikhlas dimulai dengan penjelasan teknologi quantum, kemudian tiba-tiba saja ikhlas jadi demikian mudah difahami. Ini seperti menerangkan aspek ruhani melalui pendekatan teknologi.Sangat menarik.
4. Positive Parenting, Moh. Fauzil Adhim
Buku tentang pengasuhan anak yang juga sering saya baca adalah bukunya Mas Fauzil Adhim. Di buku ini, penulis menjelaskan tentang arti penting sebuah pendidikan rohani dan budi pekerti sejak dini dalam lingkungan dan praktek keseharian. Seperti biasa, saya suka penuturan yang mengalir dan tidak terkesan teoritis. Buku ini memenuhi selera saya tersebut. Disertai kalimat-kalimat sederhana namun bergizi dan indah. Membuat saya selalu ingin belajar menjadi ibu yang baik dan manfaat buat anak-anak.5. Sang Pemimpi, Andrea Hirata
Dari empat buku Tetralogi Laskar Pelangi, saya paling sering mengulang buku kedua "Sang Pemimpi", karena buku ini paling riang dan lepas. Segala mimpi, motivasi, kerja keras, dan peperangan hati sekaligus kelucuan, berkumpul di buku kedua ini.6. Setengah Isi Setengah Kosong, Parlindungan Marpaung
hikmah. Sesuai niat penulisnya, buku ini berusaha membantu pembacanya untuk menemukan "harta karun" yang masih tersembunyi di dalam diri masing-masing. Selalu ada 'value' dari setiap kisah, sesederhana apapun kisahnya.7. Life Excellent, Reza M. Syarief
Inipun buku motivasi. Bila Setengah Isi Setengah Kosong, berisi kumpulan kisah inspiratif, Life Excellent yang ditulis Reza M. Syarief, membidik langsung hakikat kemanusiaan. Bahwa setiap orang, adalah yang paling tinggi derajatnya, yang paling tinggi levelnya di dalam suatu masyarakat, bahkan di dalam satu lingkup dunia sekalipun. Namun dengan satu syarat, kalau iman itu masih bersemayam di dalam hati. Ketika iman sudah lepas dari kehidupan, maka tidak ada lagi yang namanya kredibilitas, kharisma, wibawa, prestise, kebanggaan dan gengsi. Jadi gengsi itu bukan dibangun lewat simbol-simbol fisik atau simbol-simsol materi, melainkan simbol keimanan.8. Di Perjamuan Cintamu di Arafah, Ratna Januarita.

9. La Tahzan, Dr. 'Aidh Al-Qarni
Dulu, saat remaja, saya menemukan kata-kata motivasi dari bukunya Dale Carnegie. Sekarang saya menemukan sesuatu yang lebih bermakna (karena menawarkan perspektif lain) melalui buku La Tahzan ini. Selain kalimat bersayap, buku ini sarat dengan petikan kata-kata bijak, syair-syair Arab kuno maupun modern hingga hadits dan al-Qur'an.Itu semua adalah buku yang mengawal pembelajaranku selama ini. Bisa jadi akan berubah satu saat, sebab hidup senantiasa berubah, pun denganku. Tapi perubahan apapun yang terjadi, semoga itu adalah menuju arah yang benar, lebih manfaat dan semakin mendekat pada tujuan hidup yang hakiki. Bukankah hidup adalah perjalanan menuju Allah ....Aaamiiin
Jumat, 19 Februari 2010
Sebuah Bingkisan Untuk Buah Hati
Ketahuilah wahai anakku, yang tercinta dan mulia, semoga Allah memberimu usia panjang dengan taat kepadaNya. Semoga Allah juga melapangkan jalanmu sebagaimana jalan para kekasih-Nya.Saat engkau terbaring sakit, janganlah itu melunturkan kesyukuranmu atas nikmat yang telah Dia berikan. Ketahuilah, Allah tengah mengelusmu agar engkau lebih sabar dan tabah.
Bersama ini, anakku, tante pajang kado istimewa yang sempat engkau kirim sebelum sakitmu. Semoga engkau lekas sembuh. Salam manis dari anakku yang lain, Cici.
Mhuaaah ...
Rabu, 17 Februari 2010
Misi Hidup
Bersamanya kemudian tumbuh nilai dan pemahaman, betapa hidup manusia adalah sebuah misi yang dikirimkan Tuhan untuk menjadikan alam seimbang. Bahwa setiap diri menerima misi hidupnya masing-masing.
Maka menemukan misi hidup yang Tuhan berikan, menjadi sebuah keniscayaan. Temukan misi kita masing-masing, yakni menjadi seseorang dan melakukan sesuatu yang positif dengan kualitas tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya.
Insya Allah, hidup akan terasa lebih bermakna.
Kebermaknaan hidup juga akan terasa saat kita menerima bingkisan sebagai sebuah pesan berantai untuk mempererat silaturahim, menebar kasih sayang dan persaudaraan antar sesama, salah satu dari sekian banyak misi hidup. Maka inilah pesan silaturahim itu :

Award dari Kang eNeS
Sedangkan yang dua ini dari Syifa Ahira, saya ambil dua saja, yang saya belum punya, Syif ...
Maka buat para sahabat blogger yang berkenan mengambil award ini saya persilakan dengan hormat. Semoga kita semua dapat menemukan misi hidup kita masing-masing dan menjalankannya dengan sempurna.
Jumat, 12 Februari 2010
Sepotong Petang Bersama Cici

Di sebuah coretan kecil, suatu petang kutemukan sebaris kalimat harap yang menggelitik, “Selamat tahun baru, semoga di tahun ini tidak ada korupsi.”
Selasa, 09 Februari 2010
Cinta Kita

Menemukan wajahmu di antara seribu wajah
aku sadar
engkaulah lelaki yang Tuhan kirimkan untukkku
untuk menemani langkah kecilku
untuk menggenapkan mimpi-mimpiku
untuk menyempurnakan ketidaksempurnaanku
lima belas masa berlalu
engkau ayunkan lengan dengan bebas
tahukah?
saat itu ada bisik pelan mengelus ruang rasaku
engkaulah lelaki itu!
Serasa engkau telah kukenal sejak lama
nyatanya baru sejenak kita saling bersalaman
begitukah isyarat setiap cinta?
ruang dan waktu seakan lindap tak ber batas
dan kitapun larut berdua
tanpa peduli kapan ia telah tiba
dan
cinta itu memang milik kita
(mengenang 15 masa kebersamaan)
Sabtu, 06 Februari 2010
siluet
sesore ini kita masih berdua
menapaki jejak yang membekas di jejaring rasa
adakah satu yang terlupa
gerimis ini masih juga membasahi
kerinduan yang tak terabaikan oleh waktu
adakah satu yang tak teraba
langit ini masih menjadi atap
di kebersamaan yang biru
adakah yang tak sempat kita rajut
Aku disini
menatapmu dalam diam
engkau bisu
merengkuh lengkung rumah kita
yang kupercayakan utuh penuh
adakah lagi yang terlupa
barangkali iya mungkin juga tidak
sebab setiap titik perubahan ada dalam
lingkar jiwa kita
meski tak selamanya ia nampak
27 Januari 2010
Rabu, 03 Februari 2010
About Me (Tag dari Rizky)
Sekarang nampaknya tengah musim tag, dan sayapun kebagian. Tag ini dari Rizky. Inilah dia, semoga melalui tag ini sahabat semua dapat semakin mengenal saya. (malu juga, ya...)
1. Where is your cell phone?
Seringnya di dalam tas atau di saku. Kadang di atas meja kerjaku (bila sedang di kantor).
2. Relationship?
Terbuka kepada siapapun yang dengan tulus hati berbagi denganku.
3. Your hair?
Berjilbab, jadi hanya suami, anak-anak dan keluarga dekat yang tahu. Maaf ya, sahabat semua.
4. Work?
Pustakawan
5. Your sisters?
Seorang kakak yang PNS di Bandung, dua orang adik : satu tinggal di Yogya dan baru saja dikaruniai putri ketiga, seorang lagi (bungsu) di Bandung.
6. Your favorit thing?
Membaca sambil mendengarkan musik lembut
7. Your dream last night?
Mimpi ketemu mbak Ajeng sedang menatap seorang bayi (aneh ya, padahal saya belum pernah bertemu mbak Ajeng).
8. Your favorit drink?
Saya suka minum air bening.
9. Your dream car?
Nissan Terrano, gagah!
10. Your shoes?
merk apa saja yang penting teplek (tanpa hak)
11. Your fears?
Saya paling takut hidup jauh dari kasih sayang Allah swt. Naudzubillahi min dzalik ...
12. What do you want to be in 10 years?
Menjadi lebih baik setiap hari, berbagi dengan sesama, mewujudkan mimpi berziarah ke Baitullah dan jadi penulis betulan. Amiiin ya Allah ya mujibassailin ...
13. Who did you hang out with last week?
Dengan anak-anak di sekolah (tempat kerja) mengisi acara Pelatihan Dasar Jurnalistik untuk Siswa
14. What are you not good at?
Otak-atik HTML (ampuuuun deh)
15. One of your wish list item?
Ibadah haji. Amiiin ya Allah
16. Where you grew up?
Lahir, tumbuh, dibesarkan dan menghabiskan masa sekolah di Bandung
17. Last thing you did?
Ngeprint sambil blogwalking
18. What are you wearing?
Seragam dan kerudung biru donker
19. Your computer?
Acer (gak tahu tipenya), laptop Acer
20. Your pet?
Tidak punya
21. Your life?
Menikmati jadi ibu dari dua orang anak yang hebat dan istimewa, istri dari suami yang pengertian dan shalih. Alhamdulillah ...
22. Missing ?
apa ya?
23. What are you thinking right now?
Sedang berusaha dengan serius mendampingi ABG dan adik mungilnya agar hidup terus dalam bimbinganNya.
24. Your car?
Belum punya
25. Your kitchen?
Menyatu dengan ruang keluarga, tempat biasa kami berkumpul dan menghabiskan waktu luang.
26. Your favorit color?
Biru, hijau dan soft colour
27. Last time you laugh?
Tadi malam saat ngumpul bareng anak-anak nonton OVJ
28. Last time you cried?
Kapan ya?
29. Love?
Cinta bagiku adalah sebab segala kebergerakan di dunia ini, Allah swt. Yang membuatku kemudian mencintai hidup, suami, anak-anakku, dan orang2 yang mebuatku berubah menjadi lebih baik.
30. So who wants to share their ONEs? how about?
Persahabatan, berbagi apapun yang ingin dan patut dibagi
31. Person elected to the tag (tag ini saya wariskan kepada) Sepertinya yang lain sudah dapat, jadi buat sobatku yang berdua ini saja :
Newsoul dan Ritma
Kepada mereka berdua, selamat ya, saya ingin mengenalmu lebih dekat.
Selasa, 02 Februari 2010
Cici Mau Bikin Award !
"Bu, Cici mau bikin award," ujarnya mantap. Aku terbelalak menatap tumpukan "asesoris" di pelukannya.
"Maksudnya?" tanyaku takjub.
"Kemarin kan Cici dikirim award Spongebob oleh Teh Ritma. Nah, sekarang Cici punya teman baru di blog Cici, jadi Cici mau ngirim award juga buat dia. Tapi bikinan Cici sendiri, gitu."
Ya Allah ...
Anakku ingin berbagi.
Dengan polos, benaknya mengeja alur persahabatan melalui pemberian award ini, tanpa mempedulikan "aturan main" yang dibuat oleh orang dewasa. Namun demikian, dengan cerdas ia mampu menangkap spiritnya.
Maka kubiarkan saja ia serius dengan "proyek"nya.
Aku sungguh terharu dengan apa yang ia lakukan. Keinginan berbagi, memberi arti persahabatan, melalui karya sederhana yang karena spiritnya menjelma menjadi sebuah karya yang istimewa dan memiliki NILAI. (Bisa sahabat bayangkan, gambar sederhana yang ia lahirkan dan ia sebut "award", jauh panggang dari api, tapi bagiku award itu paling istimewa). Bahkan ibunyapun kalah, sebab tak ada satupun award berhasil dibuat.
Maka itulah pula yang menghangatkan hati, kala sejumlah sahabat blogger mengirimkan award kreasi mereka buatku. Mengingat betapa ketulusan melebihi apapun untuk sebuah hubungan persahabatan.
Award ini dari mbak Reni.
Saya suka melihat rengkuhan hangat ini. Bersama, mereka memandang rerumputan hijau, seakan sepakat bahwa apapun yang terjadi akan tetap saling mengisi.Yang ini award dari mas Harto.
Dan ini dari Cosmorary.Terima kasih mbak reni, mas Harto dan Cosmorary, telah memilihku sebagai sahabat.
Untuk semua sahabat yang kebetulan belum memiliki award ini, silakan diboyong saja. Siapapun engkau, saya senang berkesempatan mengenalmu, meski hanya di dunia maya.
Sabtu, 30 Januari 2010
Rumah kita itu ...

Rumah kita itu, adalah cerita dan tawa anak
bersama dedaunan dan rinai hujan
bersama musik dan buku dunia
lalu kecipak air mengiris rerumputan
Rumah kita itu, berdiri di tanah kesahajaan
berpagar indah kesetiaan
beratap lengkung kebersamaan
lalu kecipak air mengiris rerumputan
Rumah kita itu, melayang di atas air kejernihan
di rimbun pepohonan buah
yang ranum kala musim petik
lalu kita menggelar tilam di hamparan kedamaian
Rumah kita itu
Megah berdiri di jantung hati
dan setiap helaan nafas
aku
engkau
dan
anak cucu kita …
gambar : http://pfzema.cs.infn.it/pfzema/photos/CERN-03summer/JardinAlpin/html/Country-house_-_2.html
Selasa, 26 Januari 2010
Waktu Hujan Sore-sore
Aku?
Sore ini aku malah terdiam. Menyaksikan jalanan basah selalu menimbulkan sensasi gerimis dalam hati. Aaah, aku tak mau jadi sensitif. Lalu kubuka halaman ini, teringat ada tag book yang dikirim mbak Elly, teringat beberapa award yang belum sempat kupajang. Ingatan itu menjalarkan kehangatan di aliran darah, menyapu sedikit demi sedikit gerimis di hati yang sempat hadir.
Saat kubuka, ada pesan baru dari mbak Irma. Eh, ternyata si cantik sendu ini juga mengirim tag book buatku. Maka inilah sekarang aku, tengah menghangatkan diri di lingkar persahabatan bernama award dan tag book (ide tag film dari Fanda, boleh juga tuh hehe ...)
Ini dia 15 judul buku yang saya suka :
1. Berguru kepada Allah, karya Abu Sangkan.
2. La Tahzan, karya 'Aidh al-Qarni
3. Tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata
4. Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu. Beruntung saya telah dan terus membacanya
5. Matahari Odie Bersinar karena Maghfi, Neno Warisman
6. Rectoverso, Dewi "Dee" Lestari. Saya suka ide dan gaya menulisnya, satu dalam dua karya. Hebat !
7. Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman el-Shirazy
8. Ayat-ayat Cinta, Habiburrahman el-Shirazy
9. Buku2 karya Enyd Bliton, buku yang mengawal pertumbuhanku (cieee ..)
10. Cergam Tintin, Lucky Luke, Serial Si Janggut Merah, Tanguy and Laverdure, Johan and Pirlouit (serasa kembali ke masa kecil hihi ....)
11. Rintihan Suci Ahli Bayt Nabi, Jalalludin Rachmat. Ini buku lama yang masih sering saya baca
12. Life Excellent, Reza M. Syarif
13. Di Perjamuan CintaMu di Arafah, Ratna Januarita. Buku yang memotivasi saya untuk menggenapkan niat.
14. Winnetou, Karl May.
15. Sayap-sayap Patah, Kahlil Gibran
Sedangkan buku yang membuatku menangis, mbak Irma, adalah bukunya Tere Liye "Bidadari-bidadari Surga". Buku ini berkisah tentang kasih sayang dan pengorbanan tanpa syarat seorang kakak kepada keempat adiknya. Setiap kali membaca, saya selalu saja menangis.
Terima kasih mbak Elly, terima kasih mbak Irma, sudah mentag saya. Benar, akhir-akhir ini saya jarang membaca. Bahkan tiga buku baru saya masih belum sempat dibaca! Saya jadi membenarkan apa yang mbak Elly pikirkan, yakni : mungkinkah karena terlampau banyak pesan non verbal yang saya baca? Kenapa saya setuju dengan pendapat mbak Elly? Karena hal itu pula yang kerap terjadi dalam diri saya.
Faktor perubahan pola pikir barangkali berpengaruh pada gaya dan pilihan membaca setiap orang. Sehingga tak setiap bacaan berupa rangkaian kata dalam buku kertas semata, melainkan pula berupa buku semesta. Atau karena faktor usia? (idiiiih ... emang saya udah tuee?) hihi ...
Nah, sekarang saya ingin tag book ini diteruskan kepada :
1. Kang Sugeng
2. Elsa Yellow Life
Selamat menghangatkan hati dalam bacaan yang menghangatkan gerimis sore ini
Senin, 18 Januari 2010
Istana Cinta

Angin masih menyisakan dingin
Seperti saat kata itu menelisik
genggaman cita dan seutas cinta
yang ada
seperti telah terjalin
lama di alam sebelum kita bersua
Embun masih menggelayuti dedaun
seperti kala jemari itu menari
mengenali ceruk di relung kita berdua
Entah telah sampai dimana
pengertian itu hadir dan dipahami
seperti janji yang telah ada
di alam jauh sebelum kita bersama
Istana itu telah berdiri
jauh sebelum kita membangun
kita hanya tinggal menata jiwa
agar ia hidup dan bernyawa
seperti ikrar yang telah tersabdakan
di alam
lama sebelum kita menyatu
gambar http://adit9.multiply.com/journal/item/160
Kamis, 14 Januari 2010
Bangun Shubuh (Sebuah Nostalgia) - 2

Apa?
Itu, bangun shubuh. Anak-anak, susah banget.
Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya itu hanyalah soal kebiasaan ?
Saat balita, terutama diantara usia 3 – 4 tahun, anak-anak kerap terbangun saat shubuh dan langsung bermain. Biasanya mereka bangun pukul setengah 4, saat banyak orang tengah nikmat-nikmatnya terlelap. Tidak ada istilah ‘lulungu’ atau ‘baruruten’ yakni keadaan adaptasi antara alam tidur dan alam nyata. Orang sunda menyebutnya dengan istilah cenghar. Lalu apa yang kita lakukan? Biasanya para ibu (termasuk saya dulu, sekarang gak lagi, alhamdulillah) langsung membujuknya agar tidur lagi!
Secara tidak langsung ibu tersebut tengah membiasakan mereka untuk kembali tidur pada saat seharusnya mereka melaksanakan sholat shubuh! Kalau saja setiap orangtua membiarkan mereka terjaga terus maka mereka akan melihat bagaimana ayah ibunya mendirikan sholat tahajud dan melanjutkannya dengan sholat berjamaah di waktu shubuh. Tak mengapa mereka hanya menonton (atau malah tak acuh karena sibuk dengan mainannya), sebab itulah pelajaran pertama yaitu melihat teladan. Tahukah anda, saat itu memory anak tengah menyimpan rekaman peristiwa yang akan terpampang kelak di saat yang tak terduga.
Beberapa puluh tahun yang lalu, saat saya masih kanak-kanak, dibangunkan saat shubuh adalah kegiatan yang paling menyebalkan.
Sungguh!
Aki akan berkeliling untuk mengetuk pintu kamar kami satu per satu. Kemudian ditungguinya kami berwudlu agar tak sekedar basah, dengan sepenuh sabar dan sayang. Setelah itu kami beriringan menuju mushola di belakang rumah. Kami sholat shubuh sambil terkantuk-kantuk.
Anehnya, usai sholat shubuh kantuk itu hilang lenyap. Niat untuk kembali tidur jadi batal. Biasanya kami langsung melaksanakan tugas harian kami, mandi, siap-siap sekolah dan sarapan.
Sekarang, ketika saya dan adik-adik telah memiliki anak, baru menyadari betapa pembiasaan dan keteladanan yang diberikan orangtua kami sangat membekas dalam hati. Nasihat tak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi diejawantahkan pula dalam bentuk pembiasaan yang dilakukan dengan kasih sayang.
Setelah punya anak, setiap orang akan mendapat pengalaman bahwa tak mudah menanamkan nilai-nilai kepada mereka. Dibutuhkan keseriusan dan penyerahan diri yang utuh penuh bagi proses tumbuh kembangnya. Mereka ada sebagai mata rantai kehidupan yang tak terputus bagi kesempurnaan kita sebagai manusia ‘khalifatu fil ardl’ dan orangtua berperan sebagai guide-nya dengan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai kompasnya.
Saat semua pola pengasuhan dikiblatkan pada arah yang tepat dengan aturan main yang jelas, maka kesulitan dan masalah apapun yang menghadang di depan akan lebih mudah diatasi, Insya Allah. Sebab orang-orang yang berada dalam team itu, katakanlah begitu, telah dengan cantik bersinergi dan saling mengisi. Jiwa mereka telah terisi makanan ruhani yang bergizi, sehingga siap berhadapan dengan macan sekalipun.
Bangun shubuh akan membuat badan sehat, pikiran bernas dan hati lapang. Udara shubuh yang bersih berpengaruh positif bagi saraf.
Maka ajak anak-anak kita : yuk bangun shubuh …!
Selasa, 12 Januari 2010
Pengasuhan Orangtua (Sebuah Nostalgia) - 1
Bray … balebat
Anaking, jimat awaking
geura hudang geura nyaring
duh … geura nyaring
Balebat di wetan ngembat
ciciren surya sumirat
beuki nyingray lalaunan
kasapih ku kingkilaban
Geus lain wancina deui
hidep hirup dina ngimpi
tibra ngeukeupan impian
Titenan tuh kanyataan
Bray … balebat
Lirik & lagu : BIMBO
Sepenggal lirik dalam wanda hariring (lagu) Sunda yang dinyanyikan oleh kelompok Bimbo diatas, kerapkali melemparkan hati dan benak saya akan arti sebuah cinta yang teramat dalam, baik cinta terhadap buah hati maupun cinta terhadap alam. Semakin disimak, semakin terasa bahwa setiap kata mengandung begitu banyak makna.
Bagi sahabat blogger yang bukan orang Sunda, baik saya terjemahkan sedikit, meski sejatinya banyak bahasa Sunda yang sulit diterjemahkan karena ia (bahasa Sunda) kerap menyertakan rasa dalam setiap katanya. Tapi, semoga terjemah bebas yang serbamini dan terbatas ini dapat sedikit memberi gambaran.
semburat fajar pagi ...
anakku sayang, permata bunda
lekas bangun lekas terjaga
duh ... lekaslah jaga
cahaya timur t'lah menyapa
pertanda hangat semesta rasa
mengelus alam pelan perlahan
terbias denyar mentari pagi
Bukan saatnya lagi, sayang
engkau hidup dalam mimpi
lelap mendekap impian
fahami kenyataan yang terbentang
di depan
Dulu, saya mendengar lagu itu hampir setiap pagi. Paman saya, yang saat itu tercatat sebagai mahasiswa Unisba memutarnya, sementara saya sibuk bersiap pergi sekolah. Meski tak serius mendengarkan, telinga dan otak saya menyimpannya hingga berpuluh tahun kemudian. Selain mengingat nadanya, kini saya bias lebih merasakan sensasi liriknya yang sarat kasih dan pengharapan yang tinggi. Kini saya juga paham tentang arti penanaman cinta dan segala macam pembiasaan yang bernilai positif pada anak. Bahwa cinta, kasih sayang serta kegiatan dan perilaku yang dilakukan secara terus-menerus akan berdampak besar bagi pertumbuhan serta perkembangan individu secara signifikan. …
Itu baru dari sepenggal lagu, belum lagi ragam cinta dan pembiasaan lain yang mengisi perjalanan hidup sejak lahir hingga dewasa. Sebagai orang yang hidup di lingkar budaya Sunda, saya diajari hal-hal sederhana menurut adat istiadat sunda yang mengagungkan nilai-nilai luhur moral dan etika. Seperti juga di banyak tempat di
Nenek moyang kita mewariskan nilai-nilai budaya yang luhur. Budaya tidaklah diterjemahkan secara sempit hanya pada sebentuk seni dan tarian semata, melainkan juga pada perilaku hidup sehari-hari. Budaya bercerita, budaya bersilaturahmi, budaya saling menolong, budaya hidup bersih, budaya jujur, dan banyak budaya lain yang hampir menghilang dari kebiasaan kita sehari-hari terutama bagi mereka yang hidup di
Mereka yang masih dengan setia memelihara budaya luhur leluhurnya biasanya hidup lebih nyaman dan bahagia. Nyaman dan bahagia tidaklah identik dengan keadaan serba ada. Rasa itu tumbuh dari keikhlasan menjalani hidup yang telah digariskan Yang Mahakuasa. Bahkan menurut pakar pendidikan dan kebudayaan, Bapak Prof. Dr. H. Engkoswara, M.Ed, kenyataan menunjukkan bahwa manusia yang melaksanakan budaya Sunda seperti cageur, bageur, bener, pinter, tidaklah kurang pangan, sandang, papan sehingga hidup cukup yang berbahagia lahir dan batin. Saya mengamini pendapat itu, tentu saja, berdasarkan apa yang saya dapat dari pola asuh orangtua.
Sejak saya mulai mengenal arti sebuah kata, orangtua selalu menggunakan bahasa kalbu. Bahasa yang mewakili perasaan terdalam. Yaa, bahasa Sunda. Dari lisan mereka tak pernah meluncur kata-kata yang mengecilkan, selalu membesarkan hati, bertenaga dan bersayap. Bagaimanapun marahnya, mereka terpelihara dari sikap dan ucapan kasar. Kini saya tahu, selain meneruskan estafeta pengasuhan berbasis budaya merekapun menerapkan sunnah Rasul yang oleh para ulama diisyaratkan melalui kalimat ini : “ …. Ucapan (yang baik atau buruk) seseorang kepada anaknya adalah doa …” Rupanya orangtua saya tak ingin anak-anaknya berperilaku dan bernasib buruk hanya karena kesalahan mereka dalam berkata-kata.
Dan sabda Rasul yang ini :
“Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut. Dia suka akan kelembutan. Allah akan memberikan balasan dari kelembutan yang tidak Dia berikan kepada sikap keras dan kasar serta sikap-sikap lainnya.”
“Sesungguhnya berlaku lembut terhadap sesuatu apapun itu akan dianggap elok. Dan merenggut sesuatu dengan kekerasan itu akan dianggap buruk.”
Jauh sebelum kita mengenal kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan segala macam teori kecerdasan yang berkembang saat ini, budaya dan nilai-nilai religi telah demikian fasih mereka terapkan dalam pengasuhan anak, meski barangkali mereka belum mengenal teori-teori tersebut. Tapi bukankah segala macam teori akan bernilai nol bila tak ada pengamalannya? Sebab ia tak menghasilkan apapun selain tumpukan aksara dan retorika semata.
gambar : dipiti.com
Sabtu, 09 Januari 2010
Kembali ke Rumah
Aaaah ... setiap kali usai berjalan. Setiap kali usai melangkah. Setiap kali usai perjalanan. Kembali ke rumah adalah sebuah kenikmatan, kelegaan, kenyamanan. Seolah ada banyak hal tertinggal kemudian dapat.
Perjalanan adalah pengelanaan, pengembaran dan pencapaian. Sedang rumah adalah saat jeda, perhentian, pengembalian serta ruang bagi istirah.
Meski ini rumah (perhentian, saat jeda dan ruang istirah) sementara, sebelum kelak aku pulang ke rumah keabadian, aku tahu Tuhan telah memilihkan ini untukku.
Maka Yaaaa Allah, terima kasih aku telah kembali ke rumah dengan selamat. Izinkan aku berharap kelak Engkau pulangkan aku ke rumah yang tak mampu kugambar oleh sebab demikian Rahman RahimNya Engkau ...
Jumat, 01 Januari 2010
PUISI AWAL TAHUN
Katamu
Kereta itu telah lewat tadi malam
bersama rinai hujan yang turut menghapus jejak di jalanan
maka tak mungkin lagi menghitung cahaya
yang berlarian bersama angin, dari kaca jendelanya
Lalu mengapa engkau masih disini ….?
Katamu
Angin itu telah terbang mencuri mimpi
semenjak kutinggalkan ia di setumpuk diary
diam diantara ribuan harapan, menumpuk diantara kebisuan teka-teki
Katamu
Tak ada lagi yang bisa diubah
sebab ia telah pergi
Katamu
Aku masih disini, menunggumu
… aku? …
Ya, kamu
biar kamu tahu
waktu telah menipu kita
Katamu
putuskan hari ini untuk mengejar kereta
biar cahaya itu kembali berkelebatan di jendela jiwa
(bagi sahabat jiwa yang setia mengeja waktu)








