Senin, 12 April 2010

Proses Menuju dan Proses Menjadi

Satu-satunya hal yang tak pernah berubah di dunia ini
adalah perubahan itu sendiri

(Sir Mohammad Iqbal)

Setiap orang di belahan bumi manapun akan berubah, ingin berubah.
Disadari atau tidak, diinginkan ataupun tidak.
Perubahan adalah sebuah keniscayaan juga sebuah kebutuhan. Kecil menjadi besar, tak mengerti lalu mengerti, tak tahu menjadi tahu, tak paham kemudian paham. Siklus hidup menjadikan perubahan itu demikian akrab dengan keseharian. Ia ada bersama lingkar waktu yang mengepung, berkejaran dengan keinginan yang timbul dari dalam setiap diri, setiap bentuk. Ia yang berbentuk manusia ataupun segala macam bentuk makhluk hidup.

Seperti perubahan sebuah tomat hijau, meranum, merah, memar, kemudian busuk. Waktu dan udara telah bersinergi mengawal perubahannya. Di dalamnya ada proses. Ia, sang tomat, tak serta merta membusuk tanpa melalui proses awal. Harimau ganas lahir seperti kucing yang manja. Udara liar yang mengasuhnya kemudian mengubahnya menjadi sang raja hutan yang ditakuti. Itupun bila ruang dan waktu tak merampasnya dari habitat dan fitrah kebinatangannya.

Tuhan telah menjadikan semua hal berproses. Proses menuju atau proses menjadi. Semua keadaan hari ini adalah hasil proses hari kemarin.
Lalu telah menjadi apa aku hari ini? Adalah wujud kesungguhan proses aku hari kemarin.
Kualitas jiwa aku hari ini, tergantung sekuat apa jiwa aku menerima dan merespons hidup hari kemarin.

Tak ada yang perlu disesali dari sebuah keadaan, pabila proses yang telah diberikan Tuhan dapat kita jalani dengan sebaik yang kita bisa, sebaik yang dimampukann Tuhan untuk kita. Sebab Tuhan tak mensyaratkan keberhasilan bagi sebuah kebaikan. Ia hanya mensyaratkan kesungguhan dalam menjalani sebuah proses menuju atau proses menjadi. Dengan bahasa lain, akhir sebuah perjalanan adalah milik Tuhan, setelah sekeras apa kita berproses.

Aku sedang mencharge sebuah keinsyafan diri.
Bahwa hidup adalah perjalanan perubahan, metamorfosa kesadaran, menuju kemuliaan, sesuai awal mula penciptaan. Yang telah Tuhan firmankan dalam QS At-Tiin 4 -8 :


Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh;

Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Maka Apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan

sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?


Maka ketika aku tengah di persimpangan, aku tahu Tuhan tengah menguji. Seberapa kuat pundakku memikul , seberapa tinggi kualitas respons bawah sadarku.


Sekali lagi, aku butuh charger.

Disinilah aku sekarang ...

Aku ingin jadi pemenang, dalam pergumulan dengan diri sendiri. Agar proses aku menemukan misi hidup yang dikirimkan Tuhan untukku, dapat kuselesaikan dengan sempurna.

Hingga tiba di 'Arsy-Nya .... kelak.


24 komentar:

  1. Nice post...bagus banget ungkapannya !

    BalasHapus
  2. yang seringnya orang nyrah pad proses yang lama dan menyakitkan, padahal kan buat ke baikannya...

    BalasHapus
  3. Demi tiin...
    Sungguh malu rasanya membaca tulisan di atas. Lebih malu lagi ketika membaca surat At Tiin tadi.

    Leres ceu, kedah di charge deui yeuh...

    BalasHapus
  4. Perubahan adalah sebuah keniscayaan..
    Assalamu'alaikum mbak, selamat siang ^_^

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum mbak Ani..

    Perubahan adalah sebuah keniscayaan

    BalasHapus
  6. Setiap orang memang menginginkan tujuan akhir proses adalah kebaikan dan menjadi lebih baik namun kita hanya bisa berusaha dan Tuhan jualah yang menentukan..

    BalasHapus
  7. @ sadaya : terimakasih bersedia berbincang disini.
    Maaf, saya belum bisa BW ...

    BalasHapus
  8. Sebuah pemahaman yang diperoleh selama menjalani proses... Ternyata proses itu indah, jika kita menyadari esensinya.
    Terimakasih mbak.., sudah sharing.

    BalasHapus
  9. Maaf mbak.., baru bisa mampir sekarang.
    Senang mbak Anie masih menyempatkan menengokku.
    Terima kasih mbak...

    BalasHapus
  10. Yup... setuju bngt mbak anie, masak kalah sama petter parker, ia aja bisa koq bErubah jadi spiderman, masak kita ndak bisa?

    BalasHapus
  11. @ mbak reni : terima kasih kembali
    @ Kang Sugeng : hehe ... power ranger juga berubah

    BalasHapus
  12. Assalamu'alaikum.. teteh, apa khabar? semoga peroses itu berjalan dengan lancar, Insya Allah...

    BalasHapus
  13. Aku ingin di charge kembali!

    BalasHapus
  14. Semoga perubahan selalu menuju kepadaNYA! Amin!

    BalasHapus
  15. Membaca post ini, langkahku selama ini harus diluruskan kembali kejalan yang Allah ridhai!

    BalasHapus
  16. Subhanallah. Nice post, bu. Maaf baru mampir lagi.

    BalasHapus
  17. @ Anazkia : alhamdulillah sehat, Na. Amiiin
    @ Mas Edi Nuansa pena : bena, Mas. ibarat hp jiwa kita perlu charge setiap waktu, agar ia tetap segar dan tidak error
    @ Ivan : makasih, Van, sedang sibuk ya?

    BalasHapus
  18. salam sobat
    benar mba Annie,,perubahan akan berubah menjadi,,,kalau ada semangat dan usaha untuk merubahnya.

    BalasHapus
  19. ....manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

    sayang manusianya kurang bisa bersyukur yaa

    termasuk aku.
    hiks

    BalasHapus
  20. saya ingat sebuah kata, "bukan hasilnya yang penting, tapi prosesnya"
    tiba2 banyak yang kita dapat dari setiap proses itu.

    BalasHapus
  21. Assalamu'alaikum mbak..
    Semoga dalam keadaan sehat dan baik selalu ^_^

    BalasHapus
  22. Teteh, ada tag di blognya Ana :)

    BalasHapus
  23. Hmm, *manggut-manggut*

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...