Jumat, 02 Oktober 2015

CFD : Dari Love Story hingga Raibnya Motor (Butut)

Apakabar, hari Minggu?
Biasanya, Minggu pagi adalah waktunya olahraga, minimal jalan-jalan ke Car Free Day, atau sekedar senam di pekarangan rumah, menikmati udara pagi yang bersih. Ya, kan?

Nah, akan kuceritakan sebuah hari yang indah Minggu yang lalu.
Indah?
Iya.... :  I-n-d-a-h. 
Yang endingnya : Motor Raib alias menghilang (abrakadabra) ...eng ...ing ...eng ...

Yuk cerita, sambil ngupi juga boleh ... (sediain bajigur)


Menuju Alun-Alun Garut
Pagi itu, melihat saya lesu,  suami mengajak jalan-jalan. Kemana? tanyaku. Kemana saja.
Akhirnya kami memutuskan untuk menuju daerah Alun-Alun Garut dan sekitarnya, yang pada setiap Minggu menjadi kawasan CFD.

Kami pergi dari rumah pukul 7 pagi. Terbilang siang bila tujuannya untuk joging atau jalan santai menikmati pagi. Di beberapa titik jalan masuk kawasan CFD terlihat beberapa bapak dan ibu polisi berjaga, lengkap dengan motornya. Penjagaan itu dimaksudkan untuk menghindari para pengendara yang 'nakal' masuk kawasan CFD pada jam-jam yang seharusnya bebas kendara.

Suami memilih  masuk ke area pendopo untuk memarkir motor, meski saat itu sempat nanya : "Bu, parkirnya mending di sini (pinggir jalan) atau masuk aja?"


Parkir di Babancong
Saya menyarankan untuk parkir di tempat biasa, yaitu di sebelah babancong (bangunan khas Garut yang ada di halaman pendopo) dengan pertimbangan lebih aman karena ada gerbang masuknya.

di depan babancong ini motor diparkir
bersama puluhan motor lainnya

Motor kami masuk melalui pintu gerbang yang masih tertutup sebagian, jadi ruang yang tersedia hanya cukup untuk satu motor (masuk) dengan perlahan (agar tidak terbentur), kalau kata istilah sundanya 'melenge' = terbuka sedikit.

Tapi di dalam ternyata sudah banyak motor yang parkir. Saya lihat di halaman alun-alun Senam Pagi sudah dimulai, diikuti oleh puluhan (mungkin hingga seratus lebih?) ibu, bapak dan remaja plus anak-anak. Sedangkan di sekitar babancong, ada puluhan mahasiswa yang tengah menjalani ospek, terlihat dari name tag yang dipakai serta dari kaos seragam para pembinanya. Kemudian di sekitarnya ada mobil Satpol PP terparkir lengkap dengan belasan anggota Satpol PP yang berseragam. Pokoknya, Minggu pagi itu alun-alun Garut ramai dengan orang, seperti biasanya.


Jalan Kaki di Sepanjang Jl. A.Yani
Setelah memarkir motor dan menyimpan helm terkunci di jok, kami pun berjalan. Memilih untuk menyusuri jalanan menuju arah Jl. Jend. A. Yani. Begitu yang biasa kami lakukan bila hari Minggu ke alun-alun. Sesekali memotret sambil berbincang.

Di sepanjang jalan kami berpapasan dengan anak-anak yang bersepeda, bermain skate board, bersepatu roda atau berjalan santai dengan keluarga, aneka macam kegiatan santai yang menyenangkan. Di sisi kiri kanan jalan terlihat beberapa stand dadakan dibuat untuk menjajakan aneka produk dari makanan, minuman hingga baju-baju. Gak banyak sih, gak sampai memenuhi area pinggir jalan, jadi tidak mengganggu aktivitas berolahraga.


Nonton Live Music : Love Story sampai Jembatan Merah
Setelah puas berkeliling saya dan suami tiba di depan masjid Agung Garut. Jalanan mulai agak padat. Saya lihat di seberang, tepat di depan kantor Badan Koordinasi Pemerintah dan Pembangunan Wilayah IV (BAKORPEMBANG)  sekelompok bapak-bapak tengah memainkan musik,  mengiringi penyanyi cantik berbaju merah. Lagunya bikin saya berhenti dan ikut terpaku, nonton, bersama puluhan penonton lainnya. Judulnya : Love Story. ah ah ah ... everlasting song ini memang bikin yang mendengarnya terhanyut hhehe ... apalagi suara si teteh sungguh merdu.


Bapak ini nyanyi lagu Jembatan Merah sambil menyapa penonton. Suaranya sedep ...


Menurut salah seorang Bapak yang nonton, live musik ini sengaja digelar setiap Minggu pagi, sebagai upaya Pemda Garut menghibur warga Garut yang menikmati CFD.

Keren juga, pikir saya. Apalagi sang penyanyi juga demikian akrab menyapa penonton dan membuka interaksi. Pokoknya, saya jadi betah berlama-lama.


Di antara lalu lalang para pejalan kaki dan bapak ibu yang duduk menikmati sajian musik, saya lihat juga 'deldom' (delman yang ditarik oleh domba).

Minggu pagi itu seru... Tapi saya harus segera pulang. Eh, gak pulang ke rumah sih, sebab kami berencana menuju 'lembur' / kampung suami di daerah Samarang. Biasa, menengok ibu mertua sekaligus mengambil persediaan beras hehe ...


Sim salabim ... Motorpun Raib!
Pukul setengah 9 saya dan suami menuju parkiran.
"Eh ... kemana motornya, ya?" tanya suami sambil senyam-senyum. Melihat gaya bicaranya, saya gak curiga, malah menimpali : "Ada tuuuuh ...." sambil mata mulai 'bergentayangan' memelototi jajaran motor yang mulai 'corengcang'. Dan curiga : 'iya juga, lari kemana tuh motor butut?'

Sampai di lokasi tempat motor tadi diparkir, mulailah kita berdua yakin, motor sudah tiada, meninggalkan kita berdua termangu-mangu gundah (halah ...).

"Yaaa ... sudah. Rejeki kita sampe sini aja. Ada juga, ya, yang butuh motor butut?!" komentar suamiku ringan, sambil senyam-senyum kecut.
Iya sih, artinya motor itu memang sudah bukan rejeki kita. Tapi kita kan harus ikhtiyar, ya kan?
Percuma juga itu puluhan satpol PP berjaga di sekeliling alun-alun, bapak polisi berdiri di hampir setiap tikungan, lhaa ...motor butut digondol 'tangan kreatif' edisi lengkap plus 2 (baca : d.u.a (hehe ...maksa)) buah helm-nya. Bayangkan, nyantei bener ya tuh orang ngambil motor orang

Pagi itu kami berdua ditemani komandan Satpol PP, pak Cecep, memelototi CCTV di ruang sekretariat, tak jauh dari lokasi kejadian.

CCTV
Rekaman cctv diputar ulang. Pukul 07.25 terlihat di layar, saya dan suami memasuki pinru gerbang. Beberapa menit kemudian nampak juga saya dan suami meninggalkan area melalui pintu yang sama (layar cctv mengarah ke pintu masuk).

Melihat itu, gak salah dong bila saya menaruh harapan bahwa sang pengambil motor akan terlihat. Eyalah sodarah-sodarah ... beberapa menir kemudian tuh layar cctv dialihkan, entah disengaja atau tidak, dialihkan, sehingga menorot ke tengah babancong, tidak lagi ke pintu gerbang.

Sang komandan berang : "siapa yang memainkan layar (cctv)?? Mau lihat apa?... bala...bla ..bla ...

Intinya : sang pelaku luput dari tangkapan layar. Oke, baiklah, Pa. Yang penting kami sudah ikhtiyar. Selamat Pagi, kami mau pulang saja. Wassalam ...
Sang komandan berjanji akan memberi tahu kami bila ada perkembangan sambil menyarankan untuk lapor polisi.

Kamipun kembali ke rumah berjalan kaki menuju tempat pemberhentian angkot. Terimakasih, ya Allah ... ternyata Engkau ringankan hati kami untuk tidak marah dan kecewa dengan kejadian ini. Di dalam angkot, kami melanjutkan obrolan tentang rencana ke 'lembur' yang tertunda (untuk mengambil beras).

Hari itu yang kami lakukan kemudian adalah :
1. kembali ke rumah
2. sarapan
3. bawa roda empat menuju lembur, ngambil beras
4. ke rumah adik untuk memenuhi janji pijat dengan emak Uti
5. ke kantor polisi - laporan kehilangan
6. pulang ke rumah
7. mandi (hehe ...)

Catatan Hikmah

Kapan dan dimana saja, kita bisa kehilangan sesuatu. Sebab sejatinya kita tak pernah memiliki apa-apa. Rahman Rahim Allah jualah yang kemudian membuat kita bisa mengatasinya, mudah atau tidak mudah semua kembali kepada kita sendiri.

Ketika ada yang hilang, yakini saja bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Itu pasti. Buktinya  seminggu kemudian kami sudah memiliki motor baru, yang lebih kinclong dan cantik. Aiiih ... Alhamdulillah ...

Itulah mengapa saya bilang bahwa hari itu sungguh : I.n.d.a.h ....
Setuju, bukan?






7 komentar:

  1. Asyiik akhirnya pakai yang kinclong

    BalasHapus
  2. Innalillahi... semoga bisa segera beli yang baru ya. Pak komandan harus pecat anak buahnya tu.

    BalasHapus
  3. Innalillahi.... wah pencurinya canggih sampai2 mengalihkan arah cctv nya.
    Semoga dapat ganti yang lebih baik ya Teh Ani

    BalasHapus
  4. wah menarik sekali ya kegiatanya ,,, keren teh

    BalasHapus
  5. semoga bisa beli yang baru yah

    BalasHapus
  6. Ya Allah.. sampe segitunya ya "tangan kreatif" bekerja.
    Tapi teh saya suka kata2nya bagian " sejatinya kita tidak pernah memiliki apa-apa", nonjok banget ke hati, hihi..

    but eniwei.. memang selalu ada hikmah di setiap kejadian ya teh, semoga kejadian ini memberikan saya dan pembaca lainnya menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur. Amiiiin..

    nuhun atas sharingnya :*

    #kacamatahani

    BalasHapus
  7. Namanya maling lebih pinter pastinya :s

    Kami menyediakan informasi tentang Air Minum Sehat . Air minum tersebut sering kali disebut sebagai Air Minum Alkali , dan disini kita juga memberitahukan tentang Manfaat Air Alkali .

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...