Kamis, 14 Januari 2010

Bangun Shubuh (Sebuah Nostalgia) - 2


Duh, sulitnya minta ampun. Sussah banget!
Apa?
Itu, bangun shubuh. Anak-anak, susah banget.

Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya itu hanyalah soal kebiasaan ?

Saat balita, terutama diantara usia 3 – 4 tahun, anak-anak kerap terbangun saat shubuh dan langsung bermain. Biasanya mereka bangun pukul setengah 4, saat banyak orang tengah nikmat-nikmatnya terlelap. Tidak ada istilah ‘lulungu’ atau ‘baruruten’ yakni keadaan adaptasi antara alam tidur dan alam nyata. Orang sunda menyebutnya dengan istilah cenghar. Lalu apa yang kita lakukan? Biasanya para ibu (termasuk saya dulu, sekarang gak lagi, alhamdulillah) langsung membujuknya agar tidur lagi!

Secara tidak langsung ibu tersebut tengah membiasakan mereka untuk kembali tidur pada saat seharusnya mereka melaksanakan sholat shubuh! Kalau saja setiap orangtua membiarkan mereka terjaga terus maka mereka akan melihat bagaimana ayah ibunya mendirikan sholat tahajud dan melanjutkannya dengan sholat berjamaah di waktu shubuh. Tak mengapa mereka hanya menonton (atau malah tak acuh karena sibuk dengan mainannya), sebab itulah pelajaran pertama yaitu melihat teladan. Tahukah anda, saat itu memory anak tengah menyimpan rekaman peristiwa yang akan terpampang kelak di saat yang tak terduga.

Beberapa puluh tahun yang lalu, saat saya masih kanak-kanak, dibangunkan saat shubuh adalah kegiatan yang paling menyebalkan.

Sungguh!

Aki akan berkeliling untuk mengetuk pintu kamar kami satu per satu. Kemudian ditungguinya kami berwudlu agar tak sekedar basah, dengan sepenuh sabar dan sayang. Setelah itu kami beriringan menuju mushola di belakang rumah. Kami sholat shubuh sambil terkantuk-kantuk.

Anehnya, usai sholat shubuh kantuk itu hilang lenyap. Niat untuk kembali tidur jadi batal. Biasanya kami langsung melaksanakan tugas harian kami, mandi, siap-siap sekolah dan sarapan.

Sekarang, ketika saya dan adik-adik telah memiliki anak, baru menyadari betapa pembiasaan dan keteladanan yang diberikan orangtua kami sangat membekas dalam hati. Nasihat tak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi diejawantahkan pula dalam bentuk pembiasaan yang dilakukan dengan kasih sayang.

Setelah punya anak, setiap orang akan mendapat pengalaman bahwa tak mudah menanamkan nilai-nilai kepada mereka. Dibutuhkan keseriusan dan penyerahan diri yang utuh penuh bagi proses tumbuh kembangnya. Mereka ada sebagai mata rantai kehidupan yang tak terputus bagi kesempurnaan kita sebagai manusia ‘khalifatu fil ardl’ dan orangtua berperan sebagai guide-nya dengan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai kompasnya.

Saat semua pola pengasuhan dikiblatkan pada arah yang tepat dengan aturan main yang jelas, maka kesulitan dan masalah apapun yang menghadang di depan akan lebih mudah diatasi, Insya Allah. Sebab orang-orang yang berada dalam team itu, katakanlah begitu, telah dengan cantik bersinergi dan saling mengisi. Jiwa mereka telah terisi makanan ruhani yang bergizi, sehingga siap berhadapan dengan macan sekalipun.

Bangun shubuh akan membuat badan sehat, pikiran bernas dan hati lapang. Udara shubuh yang bersih berpengaruh positif bagi saraf.

Maka ajak anak-anak kita : yuk bangun shubuh …!

21 komentar:

  1. bener, mbak
    itu hanya soal kebiasaan
    sama seperti aku, yg karena ga ad kerjaan sekarang jadinya biasa bangun siang, beda dengan saat sekolah dulu pasti bangun pagi

    BalasHapus
  2. Betul pisan Ceu...supakat teh!!hehe. Kerap kali para orang tua meneladankan suatu kebiasaan yg sebenarnya kurang baik. Namun setelah mendapati anaknya melakukan kebiasaan tersebut--yang sebetulnya ditransformasi dari orang tua--mereka pun akan menyalahkan si anak, sambil berujar: "Dasar, budak teu beunang dipikannyah", hehehehe

    BalasHapus
  3. heheheheheh waktu masih anak anak, aku juga susah banget bangun subuh. sekarang juga masih agak susah. kebanyakan setan! hehehehehheeee

    BalasHapus
  4. oow..brati teh klo gitu.
    ntr klo nana dah jadi ibu..klo anaknya bgun..na juga rus bgun ya n g usah tidur lagii biar (8langsung tahajud n tahfidz) biar anaknya bisa soleh/soleha...amiin

    makasiy ya teh ilmunya..

    ^_%

    BalasHapus
  5. Wah, memang ya mbak. Waktu shubuh itu yg paling sulit.

    BalasHapus
  6. yuk bangun shubuh!^^ eh belum ding... mampir ke mbak ani setelah laporan ke Dia di sepertiga malam terakhir..

    terima kasih tipsnya mbak, catatan bagi saya kalau nanti punya anak

    BalasHapus
  7. Dulu waktu masih imut banget, Mamaku ga akan brenti ngopyak2 aku untuk sholat subuh sampe aku bener2 bangun hehehe

    BalasHapus
  8. @ Clara : gitu ya?
    @insanitis: hehe ...
    @Elsa : langsung mandi pas mau sholat shubuh. Cobain deh !
    @Nana + Anyin : Amiiin semoga sukses menjadi ibu kelak, ya
    @ Ivan : sekarang masih sulitkah?
    @ Sari : begitulah setiap orangtua menunjukkan rasa kasih pada anaknya

    BalasHapus
  9. benar mba,sampe sekarang saja masih harus memasang alarm supaya gak kesiangan shubuh dan beraktifitas pagi,hehe,...

    BalasHapus
  10. Setuju Mbak Anie, mari kita biasakan anak2 kita untuk bangun sebelum matahari terbit, sangat bagus buat ksehatan

    BalasHapus
  11. bangunlah dan bekerjalah lebih dulu dari matahari.

    BalasHapus
  12. Bangun Subuh..? wah..memang paling susah tuh bu..tapi memang bener juga sih, akan lebih mudah jika sudah terbiasa...

    BalasHapus
  13. bangun subuh... kebiasaan yang sangat baik mbak...

    BalasHapus
  14. Bangun shubuh, menyegarkan jiwa dan raga. Nice post mba.

    BalasHapus
  15. oo gitu toh.. sy sndiri masi anak"

    BalasHapus
  16. Sejauh ini Shasa adalah yg paling pagi bangunnya, mbak. Paling cepat dia bangun jam 3.00 atau 3.30.
    Padahal aku dan suami jam segitu belum bangun... dan Shasa biasanya yg jadi "weker" kami hehehe

    BalasHapus
  17. aq jarang bisa bangu shubuh kalau g d bangunin, maklum, tidur sll larut malem

    BalasHapus
  18. mari kita melaksanankan sholat subuh
    salam

    BalasHapus
  19. Halo sahabat...

    Saya ingin tau apa TARGET dan Cita-Cita kamu Tahun ini ?
    Coba luangkan waktumu sejenak melihat situs ini :
    http://coffemix.cn

    Anda akan mendapatkan penghasilan
    jutaan rupiah tanpa perlu bekerja keras!
    Menggunakan sistem otomatis yang pasti akan menghantarkan
    anda menjadi seorang jutawan! DIJAMIN!

    Hanya dengan modal Rp. 175.000,- saja
    selain anda mendapatkan bonus sponsor Rp.50.000,- anda juga mendapatkan pasive income pasti di awal bulan selama masa kontrak
    dan ga kalah menarik lagi, program ini selalu ada undian berhadiah GRAND PRIZE.

    Perlu BUKTI ?
    Kunjungi Website saya :
    http://coffemix.cn


    Sukses Selalu!

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...