Jumat, 18 Juni 2010

Tidurlah, Nak ...

Tidurlah, Nak
langit telah terpejam
mengapa engkau masih terjaga?
usah engkau pedulikan geliat siang yang resah oleh berita tak pantas
bukankah pagi tadi engkau buka harimu dengan nama Tuhan?
hingga kala bintang datang
engkau dapat segera lena
seperti dulu engkau selalu terpejam
dalam senandung madah Rasul ...

Tidurlah, Nak
usah sedih dan menangis
melihat para dewasa nampak terlihat lebih kanak-kanak dibanding engkau
doakan saja
agar esok, hari-hari di negeri ini tak lagi mentah
dan membara

Mari kupeluk engkau, Nak
agar jiwa segarmu memberi hangat ibu
agar asa hati ibu memberi hangat engkau
kita saling menguatkan, Nak
sebab seperti itulah Tuhan menciptakan kita
untuk saling melengkapi
engkau melesat dariku
ibu menanami jiwamu

Menatap matamu, Nak
ibu melihat masa depan bangsa ini
Engkau, bersama anak-anak lain di negeri ini
kuharap
tak akan pernah lagi menjadi kanak-kanak seperti yang dipertontonkan para dewasa saat ini
sebab engkau, bersama anak-anak lain di negeri ini
akan tumbuh dan besar dalam keranjang keluhuran akhlak
tumbuh dan besar dalam buaian ibu yang paham
bahwa engkau patut dijaga dan dihargai
bahwa engkau demikian berharga
bahkan untuk sekedar mendengar kata lumpurpun engkau tak pantas
sebab engkau mutiara
yang hanya pantas melihat dan mendengar kata-kata sekelas batu mulia

Ajaklah serta teman sebayamu
untuk bersama memindai cinta dan kebersamaan
usah risau akan perbedaan
bukankah dengan demikian kalian menjadi kaya?
engkau dan anak-anak lain, teman-temanmu itu
pasti akan melahirkan harmoni indah negeri ini
saat engkau tabuh genderang rencana, yang lain menghentak kaki mengikuti irama
menghimpun orkestrasi membahana
nyanyian bangsa merdeka, berdaulat, mandiri dan berharga diri
dan itu hanya akan tercipta
saat kalian berbeda
lihatlah harmoni dapat tercipta karena perbedaan, bukan?


doaku, ibumu
doa kami, semua ibu di negeri ini
tertiup di setiap helaan nafasmu
dan nafas anak-anak negeri ini

Jangan berfikir untuk sendiri, Nak
berfikirlah untuk semua
untuk negeri ini
untuk Indonesia

Tidurlah, Nak
rembulan telah naik
istirahatlah sejenak dengan nama Tuhan
esok kejarlah mataharimu
seperti yang telah Tuhan takdirkan
bagimu dan anak-anak lain di negeri ini
engkau akan berdiri di garda depan
memegang panji Indonesia
dalam keluhuran jiwa

Kelak
negeri ini di genggamanmu

Tidurlah, Nak
dan mari tundukkan hati
berdoa
"Ya Allah, dengan menyebut namaMu aku hidup
dan
aku mati"

31 komentar:

  1. kunjungan pagi, jadi yang pertama nich...asik...asik...asik...
    Waaaah...dalam banget bu...Top banget dech puisinya...(^_^)

    BalasHapus
  2. semoga kelak sang anak menjadi cahaya perubahan thdap negeri ini..

    nice, salam mba^^

    BalasHapus
  3. Harapan yang besar ini semoga menjadi kenyataan! Yang merasa dewasa berilah contoh yang baik! Amin!

    BalasHapus
  4. Padamu duhai anak-anakku, kutitipkan harapanku yang tak sempat kuraih dimasaku...

    BalasHapus
  5. @ Ritma : kayaknya sudah beberapa hari ini dikau selalu yang pertama, siiip lah!
    @ Hdsence : amiiin, dan anak-anak lain di negeri ini.
    @ aura keyboard: Amiiin
    @ Nurudin : anak-anak adalah masa depan kita semua, masa depan bangsa ini. Terima kasih sudah berbeagi

    BalasHapus
  6. Puisi yang bagus.. Aku gak bisa nulis puisi sebagus itu Mbak..

    BalasHapus
  7. Mbak, puisinya bagus banget..
    Dalam sekali ungkapan kasih dan harapan seorang ibu thd anaknya...
    Salam sayang utk Cici ya...

    BalasHapus
  8. Semoga saja kita dapat membimbing anak2 menuju masa dewasa dengan sebaik-baiknya ya... Amin.
    Karena merekalah masa depan dan harapan kita.

    BalasHapus
  9. wow.... nice mbak
    suka neh...

    BalasHapus
  10. puisi ibu yang bijaksana, amat bijaksana malahan...

    BalasHapus
  11. Puisi sangat indah penuh nasehat kasih dari seorang ibu sis.

    BalasHapus
  12. Tidurlah, Nak..
    Dan ingat selalu pesan Ibumu...

    BalasHapus
  13. Puisi yg indah, semuanya tergambar dgn jelas..

    Salam kenal

    BalasHapus
  14. Amien... Mudah-mudahan generasi mendatang bisa lebh baik dari generasi sekarang yang... (isin nyarioskeuna, ceu...)

    BalasHapus
  15. Subhanallah..
    indah nian kata-katannya mbak annie
    serasa dipeluk oleh kasih sayang dan do'a ikhlas dari ibu.

    BalasHapus
  16. hho kritikan halus buat para penguasa....semoga mereka yg diatas sana bisa sedikit lebih dewasa.............Smoga generasi selanjutnya bisa lebih baik.....

    slam knal ya, aku Follow sekalian(Dj Site)....klo berkenan Follow balik ya Thnx...

    BalasHapus
  17. kunjungan siang,, udah rame nih nggak kebagian pertamaX

    BalasHapus
  18. Tidak bosan membaca tulisan ini berkali-kali mbak.. Duh,ajari saya untuk menulis puisi njih mbak. Pengen bisa..

    BalasHapus
  19. wow... indah banget mbak... terima kasih

    BalasHapus
  20. Dalem banget, Teh :( hiks, menggambarkan pengharapan yang dalam...

    Teteh, ada yahoo messenger gak? kalau ada, kita online aja. Insya Allah, nanti ana ajarin *lah ana aja nggak bisa, gimana mau ngajarin hehehehe...

    BalasHapus
  21. salam kenal....terima kasih infonya

    BalasHapus
  22. baca sekilas teringat masa lalu,,senengnya puisi

    BalasHapus
  23. mba.. ada award untuk mba nih.. mohon diambil ya.. http://sapidudunk.blogspot.com/2010/06/lolita-dan-award.html

    BalasHapus
  24. mba,....indah sekali puisinya *_*

    aku tertegun !
    kalimat2 yg luar biasa,makna yg terkandung jg sangat dalam .

    ingin rasanya banyak belajar tentang menjadi seorang ibu dari mba annie...

    BalasHapus
  25. amin...3x. Semoga doa dan harapan ini, akan dapat diwujudkan oleh semua anak generasi penerus bangsa.

    BalasHapus
  26. salam kenal makasih bacaannya ..bognya bagus,,,bagi ilmu donk biar PR naik

    BalasHapus
  27. halo sobat met siang n salam kenal
    terima kasih

    BalasHapus
  28. Dalem bgt artikel ini, dan luar biasa kasih ibu kepada buah hatinya. Semoga kita bisa membahagia kan sepanjang waktu..Amin, Thx Bunda

    BalasHapus
  29. postingan yang indah
    doa yang benar benar indah
    Mbak Annie emang jago merangkai kata kata indah

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...