Kamis, 03 Juni 2010

MUHAMMAD saw : Lelaki Penggenggam Hujan

Himada ...himada ... Diakah himada? Astvat-ereta?
Lelaki yang kelahirannya telah lama diramalkan dalam
gulungan-gulungan perkamen kuno?
Sosok Maitreya yang memiliki tubuh semurni emas, terang benderang, dan suci
?


Barisan kalimat-kalimat itu memaku pembaca di sampul buku. Judulnya :

sebuah novel biografi
MUHAMMAD saw
Lelaki Penggenggam Hujan



Novel ini diawali dengan sebuah pengantar yang tak lazim. Pengantar itu menginformasikan keadaan di 6 tempat yang saling berjauhan, yang sama-sama menantikan lahirnya "manusia yang dijanjikan" dengan nama yang sesuai dengan keyakinannya. Pinggir kota Isfahan, Persia, menantikan Astvat-ereta. Danau Zhaling, kaki Gunung Anyemaqe, Tibet, menantikan sosok yang disebut Maitreya. Tengah gurun, sebelah barat Laut Merah, Mesir, meyakini bahwa dunia akan dikuasai para penindas hingga bangkit Sang Manusia Mulia yang mereka sebut Mamah Rishi. Lembah Narmada, India, menantikan hadirnya Malechha yang akan mengagungkan nama Tuhan. Pelabuhan Barus, Nusantara, membicarakan lahirnya lelaki yang akan mampu membelah bulan. Sedang di Bukit Tsur, Makkah, seorang perempuan tengah berada dalam puncak kekhawatiran membayangkan ayahnya yang menemani Lelaki Mulia itu (yang tengah menjadi pembicaraan di 5 negeri yang jauh) bersembunyi di Gua Tsur menjelang hijrahnya ke Yatsrib, bersembunyi dari kejaran para penunggang kuda yang ingin membunuhnya!

Itu baru kata pengantar.

Cerita dimulai dari Biara Bashrah di Suriah tahun 582 M. Suatu siang di musim panas, Pendeta Bahira sang penunggu biara, ditakdirkan Tuhan untuk bertemu dengan lelaki pemimpin kafilah dagang dari Makkah. Ia, Pendeta Bahira, yang sedari awal memang yakin hari itu bukan hari biasa, melihat tanda-tanda kenabian dalam diri seorang lelaki kecil yang datang bersama kafilah dagang Makkah. Tanda-tanda yang secara fisik maupun non fisik itu ia ketahui dari kitab suci. Guncangan jiwa yang hebat terjadi setelahnya. Bagaimana ia menyadari satu hal, bahwa ia akan melihat dan mengalami saat-saat yang telah dijanjikan Tuhan melalui kitab suci yang ia yakini, saat datangnya seorang Nabi penutup, nabi bagi semua agama, nabi bagi seluruh dunia : Himada akan datang! Yang terpuji telah datang!

Setelah masa emosional itu berlalu, ia menulis surat kepada sahabatnya di Semenanjung Arab, tempat yang sama darimana sang kafilah dagang berasal, Makkah, yang bernama Waraqah bin Naufal. Surat itu mengabarkan penemuannya. Ia juga berpesan agar Waraqah menjaga rahasia ini. Sebab Nabi ini, seperti para nabi Tuhan sebelumnya, akan dimusuhi oleh orang-orangnya sendiri. Oleh karenanya, sebelum waktunya tiba, ia harus terjaga.

Pada saat yang bersamaan, di Persia, seorang pemuda bernama Kashva yang dipercaya oleh Raja Khosrou mengelola Kuil Sistan, menghadap Rajanya untuk mengabarkan tentang telah tibanya seseorang pembawa terang. "Dia telah datang, Baginda. Astvat-ereta sudah hadir di dunia. Nabi baru itu dan para pengikutnya akan menaklukkan Persia, Madyan, Tus, Bakh, tempat-tempat suci kaum Zardusht dan wilayah sekelilingnya. Nabi perkasa ini adalah seorang manusia yang jernih bertutur, bercerita kisah-kisah penuh mukjizat."

Raja Khosrou, penguasa Persia yang agung, beku di tempatnya berdiri. Semua tahu, alamat buruk. Kashva sadar ia tengah menggadaikan nyawanya. Raja tak segan memenggal kepalanya, kepala pemuda yang selama ini menjadi kesayangan sang Raja.
Ada yang mengkristal di benak Kashva seketika. Aku harus meninggalkan Persia! (hal. 30)

Maka Kashva memulai pelariannya. Mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu. Lelaki yang ia yakini sebagai Lelaki Penggenggam Hujan, lelaki penggenggam wahyu dari langit : Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya. Perjalanan Kashva diwarnai dengan peperangan, penelusuran kitab-kitab kuno berbagai agama, pengalaman spiritual dari segala pelosok Persia, India, Tibet dan Arab. Benturan kepentingan pribadi dan diskusi-diskusi dalam upaya menerjemahkan makna teori setiap kitab membuat jiwanya semakin kuat ingin menemui Sang Lelaki.

Saat ia bergulat dengan pertarungannya sendiri, Lelaki yang didambakannya semakin nyata kebenaran risalahnya. Tutur kata yang tak pernah keras, perilaku yang senantiasa terjaga kesantunannya, pendustaan demi pendustaan dijawab dengan kejernihan hati. Peperangan dan penghinaan semakin menguatkan barisan pengikutnya. Ini adalah kisah seorang pemimpin paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Bagaimana Lelaki yang Tak Pernah Mendendam ini mengajak manusia kepada kebenaran. Di tanah kelahirannya, Makkah, ia terusir. Di Thaif ia didustakan, diusir dan dihinakan. Di Yatsrib ia dikepung. Di Hudaibiyah ia terhalang. Tapi ia tetap sabar.

Muhammad, Lelaki yang Senantiasa Menyebarkan Kedamaian ini, menulis surat kepada pemimpin-pemimpin dunia, menyampaikan kabar gembira yang Ia bawa. Menawarkan cara hidup baru yang sebelumnya tidak mereka tahu. Membagi keimanan yang sebelumnya telah dirasakan begitu menguatkan. Sebuah konsep hidup yang mengubah total kehidupan penuh kebodohan menuju tata keseharian yang bermartabat. Sesuatu yang telah dirasakan olehnya dan oleh ribuan pengikutnya. Surat itu diberangkatkan kepada Raja An-Najasyi di Abyssinia, Alexandria-Mesir, Romawi, serta Raja Khosrou di Persia.

Maka pencarian Kashva semakin sarat konflik. Hasrat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatupun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai di ujung pedang tentara Khosrou tak juga menyrutkan kerinduannya bertemu Muhammad.

Bagaimanakah akhir kisah ini?
Ini adalah cerita tentang permulaan sebuah ajaran yang paling disalahpahami di muka bumi. Ini adalah sebuah titian perjalanan setiap manusia spiritual berbagai agama untuk menemukan Dia yang Dijanjikan.

****

Baru kali ini saya membaca sejarah Muhammad saw yang ditulis dengan gaya seperti ini. Novel. Awalnya saya ragu. Ragu antara memisahkan kisah sejarah dengan kisah fiktif yang pasti mewarnai dengan kental kisah ini. Nyatanya, Tasaro GK, demikian jeli membagi plot dan merunut kisah ini dengan akurasi yang, menurut Ahmad Rafi' Usmani-penulis buku-buku tentang Muhammad, sangat memikat.

Membaca novel ini, saya merasa ikut terlibat secara personal didalamnya. Saat Rasulullah saw menuju Thaif, perjalanan yang demikian berat secara fisik dan mental, saya tak mampu menyimpan sedan. Ada yang menarik saya demikian kuat untuk merasakan secara nyata kepedihan Sang Nabi, meski ia sendiri masih dapat tersenyum dan bersabar.

Tak berlebihan bila Tasaro GK, sang penulis, menulis akhir penelusuran jejak Muhammad saw dengan menghiba :
Ya, Rasul .... lumpuh aku karena rindu ...


====

Judul buku : sebuah novel biografi MUHAMMAD saw : LELAKI PENGGENGGAM HUJAN
Penulis : Tasaro GK
Penerbit : Bentang - Yogyakarta
Tebal : 546 hlm
Harga : Rp. 79.000,-

36 komentar:

  1. gara-gara baca gak teliti jadi salah asumsi, tp setelah dibaca lagi akhirnya ngerti juga hehe...aduuuh dasooor lagi rada telmi hihihii..
    mantap bu review nya...
    btw jadi pengunjung pertama nich...alhamdulillah...(^_^)

    BalasHapus
  2. hemmmmm...

    pengen baca bukunya, :(

    reviewnya kerenn...

    BalasHapus
  3. Judulnya bagus, dan menggoda. tapi kayaknya, bacaannya berat amat ya...

    BalasHapus
  4. Mbak Annie treview buku juga..? Bagus banget mbak..
    Maaf baru sempat mampir, Alhamdulillah sekarang sakit mataku sudah sembuh.

    BalasHapus
  5. Review yang luar biasa. Sesungguhnya beliau adlah sebaik-baik teladan.

    BalasHapus
  6. Jadi hoyong maca ceu. Bukuna menarik pisan jigana.

    Sang Mesias telah lahir
    Seorang Kristus sang Juru selamat telah datang
    Dialah pengganti Musa dan seperti Musa
    yang datang membawa aturan baru
    yang berperang melawan musuh
    yang exodus demi agama utuh
    Jika Musa memiliki Harun
    maka dia memiliki Ali

    Duhai Kristus pujaanku
    Kurindu akan pertemuan denganmu

    BalasHapus
  7. buku yang hebat mbak, tq dah berbagi :)

    BalasHapus
  8. @ Ritma : wilujeng atuh tos janten pengunjung pertama, neng hehe ...
    @ Naila : iya, bukunya bagus
    @ Gek : aduuh, Gek, kemana aja? Gak berat kok, gak sampe sekilo hihi ...
    @ catatan kecilku : trims, mbak reni. Alhamdulillah bila sudah sehat
    @ Ivan : trims. Bukunya yang luar biasa, juga tokoh dalam buku itu. Sang lelaki Penggenggam Hujan
    @ Kang eNeS : muhun Kang, bukuna sae. Galeuh geura!
    @ Aulawi : terima kasih kembali

    BalasHapus
  9. Subhanallah, baru hari ini aku baca kisah ini!

    BalasHapus
  10. Kuingin memiliki buku ini!

    BalasHapus
  11. hello... hapi blogging... have a nice day! just visiting here....

    BalasHapus
  12. sepertinya bukunya sangat bagus... dari Title dan Pendahuluannya bikin psanran...

    Salam kenal dari Mas Biner :)

    BalasHapus
  13. Buku ini memang bagus.... ^^

    Nice post kawan...

    BalasHapus
  14. selamat pagi mba,...

    duuuhh jd pengen baca bukunya mba ^^
    apakabar mba annie ?
    semoga selalu sehat ya

    BalasHapus
  15. Aku dari judulnya aja melihat kepekatan dalam kata2nya mbak
    bagus banget kayanya bukunya..

    BalasHapus
  16. sejarah beliau di novelkan ini sis?hampir sama dengan sejarah2 nabi yang ku baca.

    BalasHapus
  17. sudah banyak kisah Rasul yang ditulis dalam bentuk novel, dan lelaki penggenggam hujan adalah salah satunya
    hmmm ulasannya makin membuat saya ingin memilikinya mbak.
    makasih resensi nya y mbak..

    BalasHapus
  18. Review mantap. Kelihatannya menarik untuk dibaca, mau cari bukunya ah mbak. Selamat pagi mbak Annie.

    BalasHapus
  19. salam sobat
    mantap reviewnya mba,,
    boleh dong dipinjamin bukunya sahabat mba Annie yang di S.A sana mba ,,

    BalasHapus
  20. Postingan yang menarik....Good blog and good post.

    BalasHapus
  21. Muhammad, Lelaki dan Hujan
    hhmmmm..........indah!
    cari bukunya ahhhhhh

    BalasHapus
  22. pengin baca. tulisannya tasaro biasanya selalu kereeennn

    BalasHapus
  23. Ya, Rasul .... lumpuh aku karena rindu ...
    hmm....rindu mengaharap kesejukan yang bakal ia hadirkan.

    BalasHapus
  24. Semoga kbr baik selalu bu.....

    BalasHapus
  25. Thans Mbak reviewnya...
    moga buwel bisa membacanya...

    BalasHapus
  26. sepertinya noveLnya keren banged nih.
    ---------------
    kunjungan perdana, salam persahabatan.

    BalasHapus
  27. halo salam kenal
    postingnya keren
    terima kasih

    BalasHapus
  28. gak nyangka kalo ini karangan orang Indonesia^^

    BalasHapus
  29. Terima kasih mbak reviewnya, jadi pengen segera hunting ke toko buku nih..

    BalasHapus
  30. Ini review yang manis sekali rindunya.
    Sama. saya juga awalnya ragu membacanya. Hmm, lebih tepatnya takut, Teh... :)

    BalasHapus
  31. bukunya keren..
    sudah ada ebooknya blum y?
    klo ada yg nemu, tlg kasih tw ke email saia :
    kayla_ily@yahoo.co.id atau amalia.laily@gmail.com
    pengen berbagi sma tmen2 cuz isinya bgus banget..
    syukron..

    BalasHapus
  32. maaf..mungkin aku ga begitu jeli krn pgn buru2 ngabisin bukunya...dan keningku jg bnyk berkerut pas baca novel ini..blm lg aku kehilangan 22 halaman ( sedih )..aku pgn tanya...apakah akhirnya kasva bertemu dengan sang Rasul Pilihan?? perantara awal lah yg bikin aku bingung..di peta terakhir menggambarkan perjalanan kashva smpe jg ke madinah...tp di kisah hampir terakhir...cm berhenti smpe di tibet krn ga bertemu dgn biksu tashidelek..penasaran....di halaman awal2 ada kisah 2 org pemudah yg menghilang dan kmbali stelah 8 thn...seolah2 kupikir itu kashva setelah di baca 2x..tp malah mencuat nama Ruzabah...bukankah Rizabah itu kaka kandung kashva yg sdh meninggal...mohon sharenya..apakah akhirnya mereka bertemu??

    BalasHapus
  33. @ mattex479 : di novel itu memang tidak diceritakan pertemuan Kashva dengan Sang Rasul. Peta perjalanan menunjukkan rute hingga madinah, tapi kisah novelnya tidak sampai kesana. Seolah penulis hanya ingin menunjukkan bila akhirnya memang Kashva bertemu Rasul tapi tidak tersurat melainkan tersirat. Saya sendiri menduga penulisnya berhati-hati untuk tidak membuat pertemuan 'hayalan' Rasul mulia dengan Kashva. Wallahu alam

    BalasHapus
  34. @ mattex : terimakasih kunjungannya, ya.

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...