Minggu, 26 Oktober 2014

Alhamdulillah .... Juara 1 JUMTEK se-Jawa Barat


Kita lanjut cerita keberangkatan Cici ikut Jumtek PMI di Pangandaran, yuk ...!

Minggu pagi sekitar pukul 8 waktu daerah Garut, Cici dan rombongan sudah berkumpul di markas PMI kabupaten. Beberapa anak yang masih duduk di bangku SD terlihat diantar ayah ibunya.

Barang bawaan berupa pakaian, alat makan, alat sholat, alat mandi yang dimasukkan dalam ransel, serta sleeping bag serta matras, sudah terlebih dulu dimasukkan ke dalm mobil lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana. Jadi, peserta hanya membawa tas berisi makanan dan alat sholat saat naik bis.



Sekira pukul 9 pagi, rombongan berangkat menuju Pangandaran. Di sana mereka akan bertemu dengan rekan seperjungan PMI dari 27 kabupaten/kota se-Jawa barat. Satu kabupaten alias 1 Team terdiri dari 50 orang. Berarti 27 kabupaten/kota x 50 orang, plus pembina. Wuihh .... terbayang seru dan ramainya suasana di sana, ya!




Haru dan bangga melepas mereka yang pergi sebagai duta kabupaten. Ada seorang ibu yang berderai air mata ketika mengantar puteranya memasuki bis. Duuh ... tak bisa dipungkiri, melepas anak yang biasa ada di lingkar peluk kita setiap hari dan kadang manja, selalu menjejakkan rasa khawatir ketika ia akan pergi jauh.

Tapi, didoakan saja, ya, buuu ... semoga mereka sehat dan bergembira saat bertugas.

Sepeninggal Cici, rumah terasa sepi. Saya hanya berdua dengan suami, sebab si sulung, Kakang Hanif, kuliah di Bandung. Maka, kegiatan saya selepas ngantor, mantengin BB nya Cici. Saya jadi tahu, ketika mereka tengah siap-siap di pagi hari, ketika acara Defile, pembukaan, lomba ketangkasan, nonton pertunjukan drama/sesi tunjuk bakat, dll.

Nah, ada yang lucu. Suatu pagi, kalau tidak salah hari Selasa, saya baca status BB Cici yang berbunyi :
akhirnyaaa bisa tidur, setelah begadang bikin RPP buat besok, 
terimakasih kang Indra
00.26

Masya Allah ... pukul setengah 1 dini hari? Terbayangkan betapa padat kegiatan yang dijalani oleh mereka. Yang tak kalah surprise bagi saya adalah pembuatan RPP. Saya ngantor di lembaga pendidikan yang sehari-hari akrab dengan istilah RPP, yakni Rencana Program Pembelajaran. Nah lho ... apa anakku bikin RPP? untuk apa? gak mungkin dong dia ngajar, ngajar siapa?

Aneh sekaligus lucu aja, kombinasi dengan surprise. Eeeh ... ternyata memang iya, Cici belajar bikin RPP untuk melancarkan kegiatannya sebagai petugas sosialisasi donor darah ke sekolah-sekolah yang dekat dengan lokasi Jumbara. Bersama semua rekan petugas donor darah dari masing-masing kabupaten/kota, Cici berangkat ke sekolah dengan menaiki truk. Seruuu ...
Cici mendapat tugas sosialisasi di SMU Muhammadiyah.

Sungguh, Cici mendapat banyak pengalaman baru selama 5 hari di Pangandaran.
Dan ketika Jumat siang Cici mengabarkan jadwal kepulangannya ke Garut, ia mengirimkan gambar ini.

Ibuuu ... Kita dapat Peringkat Satuuu ...
Subhanallah, kerja keras kalian mendapatkan hasil yang menggembirakan. Alhamdulillah, ibu dan pasti semua orang tua lain dan para pembina ikut senang dan bangga atas pencapaian ini.

Jumat malam, saya dan suami menjemput Cici di markas. Wajah-wajah lelah keluar satu per satu dari bis. Tapi kami, para penjemputnya, tentu saja maklum, dan banggaa menyambutnya.
Selamat datang, wahai Juara ...!


Insya Allah, semua hal baik yang telah dilakukan. Semua kelelahan yang telah dikerjakan. Semua  waktu yang telah diluangkan dalam kebergerakan yang positif. Kelak akan menjelma gunung cahaya yang menerangi dan memberi manfaat bagi hidup selanjutnya.

Aamiin ...

5 komentar:

  1. Allhamdulillah, selamat ya mbak untuk Cici

    BalasHapus
  2. Congrats Cici...
    ikutan bangga

    BalasHapus
  3. Selamat Cici, cici pantas mendapatkannya... kegiatan seperti ini pasti akan mendtgkan manfaat positif. kelak akan menjadi gunung cahaya...suka kalimat ini teteh :)

    BalasHapus
  4. Selamat ya Jeng
    Semoga semakin memacu semangat
    Kemajuan teknologi menjadikan hidup semakin mudah ya Jeng
    Terima kasih artikelnya yang bermanfaat
    Jangan lupa ikut kontesku ya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  5. Selamat mak, duh...nanti aku juga akan sampai pada tahap ini ya klo putriku dah besar <3

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...