Minggu, 03 Mei 2015

Pernak-Pernik Reuni

Kalau dihitung dari sejak selesainya wisuda di tahun 1991, maka tahun ini 24 tahun sudah saya meninnggalkan kampus. Artinya 24 tahun pula tidak bertemu dengan kawan-kawan (meski sebagian masih ada yang tetap menjaga kontak dan silaturahmi). Ada yang langsung ngitung dong, ya, usia saya kisaran angka berapa? hehe ...

Rencananya memang reuni, ketemuan, ngobrol-ngobrol lalu makan, biasa lah ...standar hehe ...
Tapi betulkah cuma segitu? Lalu gak ada yang perlu disiapkan? Oh, tentu tidak!

Pertama, untuk bisa bertemu dengan kawan lama, tentu kita harus tahu lebih dulu keberadaannya, kan? Paling tidak ada kontaknya. Nah, untuk mengumpulkan sekian nama itu perlu perjuangan dan doa ...halah.
Di sisi ini kita mulai mersakan manfaat besar dari silaturahmi, menjaga hubungan dengan siapa saja, sebab dengan demikian kita jadi mudah mencari kontak teman.


Kontak di tangan, persoalan selesai? Tidak juga. Ada beberapa hal lagi yang perlu dilakukan. Dihubungi, sudah pasti. Bisa by phone atau kontak media sosial, bisa juga ditemui langsung ke alamatnya, rumah atau ke kantor. Penelusuran dimulai, silaturahmi mulai dibangun kembali. Setelah itu, baru memastikan kehadiran pada waktunya. Ternyata tidak mudah juga, sebab masing-masing punya agenda dan kesibukan.

Kedua, menyiapkan acara. Pastikan acara tertata dengan baik dan meninggalkan kesan mendalam. Jeda waktu yang lama terpisah, pasti menyimpan banyak kenangan dan obrolan untuk ditumpahkan hari itu, tapi kadang untuk mengumpulkan ingatan pun perlu waktu. Maka sediakan ruang dan waktu untuk mereka bertemu kangen. Antar personal. Pastikan ada ruang bagi setiap orang. Tidak semua peserta reuni memiliki kesiapan mental untuk bertemu, karena berbagai macam sebab. Jadi pastikan setiap orang bertemu dengan sobat baiknya. Memang tidak mudah, tapi persiapan itu perlu dibincangkan dan diupayakan. Misalnya dengan menyiapkan tempat duduk secara terkonsep.

Ketiga, menyiapkan menu. Menu bisa dibagi dua, snack dan makan siang. Penyajian snack lebih praktis dalam dus, sedangkan makan bisa dus atau prasmanan. Nah, untuk inilah kepastian jumlah kehadiran sangat diperlukan. Seksi konsumsi pasti memerlukan angka pasti, paling tidak prediksi yang mendekati, untuk menghitung porsi makanan yang harus disediakan. Masalah penataan dan penyajian bisa disesuaikan dengan konsep acara plus pembiayaan.

Keempat, menyiapkan dana. Naah ...ini yang paling harus dipersiapkan. Bila ada sponsor dan atau penyandang dana sih, tidak masalah. Tapi, tentu saja selain itu kita pun perlu dana awal untuk menyiapkan segala macam teknis persiapan acara. Biasanya ada dana iuran minimal yang tercantum dalam undangan. Tapi ada banyak pula yang tidak menyertakan hal itu, melainkan iuran diadakan secara spontan pada hari H. Bila demikian, mau tidak mau panitia harus menanggulangi pengeluaran awal.

Kelima, mengundang para dosen. Tidak lengkap rasanya bila reuni tanpa kehadiran para guru yang telah menjadi sebab keberhasilan kita hari ini. Siapkan juga cenderamata untuk beliau yang hadir.

Keenam, menyiapkan dokumentasi. Tiada kesan tanpa selfie hehe ... Sayang kan, bila pertemuan yang jarang terjadi itu tidak diabadikan dalam sebuah gambar yang monumental, cieee ...bahasanya. Sediakan sesi foto bersama para dosen, bergiliran secara terjadwal, sesuai kelas masing-masing (bila skup reuninya 1 angkatan)

Ketujuh, penjualan cenderamata dan pernak-pernik reuni. Ini tentu saja bisa disiapkan bila reuninya melibatkan banyak pihak dengan jumlah angkatan yang banyak dan budget yang besar.

Kedelapan, barisan bersih-bersih. Ini untuk memastikan bahwa sesudah acara selesai, gedung kembali bersih seperti semula. Jangan lupakan jasa mereka dengan tip dan jatah makannya.

Kesembilan, jaga silaturahmi usai reuni. Jangan usai reuni, maka hubungan pun bubar sudah.

Apalagi, ya?
Setidaknya itu yang sempat saya tangkap dari kegiatan persiapan reuni. Bagaimana dengan sahabat semua?

21 komentar:

  1. Bisa bayangin riwehnya kayak apa mbak. Saya aja yg ngumpulin temen2 SMA buat buber susahnya minta ampun. Nah ini yg udah 24 tahun tidak ketemu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. riweuh, pasti. Tapi kan kita kerja kroyokan, jadi yang penting koordinasi, mak ...

      Hapus
  2. Akhir tahun lalu say aikut reuni SMA mbak, tapi cuma sebagai peserta aja sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebetulnya jadi peserta atau jadi panitia, sama enaknya, sama-sama ketemu temen lama hehe ... Cuma, bila jadi panitia frekwensi ketemunya lebih banyak, mak.

      Hapus
  3. Dua kali sudah reuni SMA almamaterku teh, reuni pertama ikut riweuh...yg kedua ditodong jd salah satu donatur ajah. Lebih asyik yang mana ? yg pertama hahahhaaaa... :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, jadi panitia asik, karena lebih banyak waktu buat ngobrol dan saling bagi macema-macem (cerita plus cemilan hehe). Tapi jadi peserta juga asik, kok. Naah ...kalo jadi donatur, itu lebih asik lagi ...(buat panitia hihih)

      Hapus
  4. dokumentasi penting banget tuh :D .. biar nantinya bisa dilihat kalau lagi kangen :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa ... biasanya pas pulang acara, bisa ketawa-ketawa sendiri liat hasil jepretan tadi siang

      Hapus
  5. aku belum pernah reunian formal gitu sih paling kalo pas bisa ketemu ya ketemu aja sm temen teh :)

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  7. Bukannya menyiapkan dana lebih dahulu daripada menyiapkan acara mbak

    BalasHapus
  8. bukankah menyiapkan dana terlebih dahulu baru menyiapkan menu?

    oh iya saya sudah follow blognya ya mbak, salam kenal ditunggu follbacknya biar silaturahimnya tetap terjaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Aldy.
      Biasanya dana ditanggulangi bersama. Dari donatur alumni atau sponsor, sisanya didapat pas hari H dari peserta (alumni). Biasa ditentukan jumlahnya bisa juga sukarela.

      Hapus
  9. Klo jadi panitia reuni kliyengan ya mba heheeee... lebih enak tinggal datang aja. Itu sih banyak yg mau ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe ... walau kliyengan tapi serunya gak bisa tergantikan, mak. Iya, kan?

      Hapus
  10. Sembilan hal yang harus diperhatikan banget itu ya, Mbak, berkaitan dengan reuni. Termasuk yang kesembilan itu, yakni menjaga hubungan silaturahmi setelah reuni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip ... setuju sekali. Jaga silaturahim

      Hapus
  11. Baru saja sabtu kemarin saya reunian dengan teman-teman kuliah di kampus setelah 12 tahun ga ketemu..
    Alhamdulillah berjalan lancar
    Semua pointnya iya banget mba :)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...