Rabu, 03 Juni 2015

... sendiri, benarkah sendirian? ...

assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh ...

seringkali hanya bisa bicara dengan diri sendiri, meski kerap tak jelas mana tanya mana jawab. 
ada banyak hal yang seharusnya memang tak bermakna wawancara, namun semacam perjalanan menuju pemahaman (yang tak jua usai) hingga tiba waktunya pulang. 
ah ...betapa bebalnya manusia, meski ia telah dihadiahi gelar mulia : khalifatu fil ardl. imam bagi bumi, semesta bergerak atas kebijakannya. 
alangkah berani manusia memikul beban itu. 
maka, itulah mengapa Tuhan mengirimkan kitab sebagai panduan serta kompas bagi perjalanannya, bagi pencariannya, bagi kendali egonya, bagi jawab ketaktahuannya, yang bahkan sering luput ia mengerti walau pertanda ada di depan mata.



itulah juga, mengapa manusia tak pernah bisa kembali pada diri sendiri, bila ianya tak memegang kompasnya. ya, kompas. hal terpenting yang dititipkan Tuhan untuk tugas manusia di muka bumi.

ketika mi'raj digenapkan, sehari semalam, dengan timbunan aneka kepentingan tak terelak dari hati, jangan salahkan tubuh bila ia tak mampu menjangkau kesejatian. duhai ... berapa banyak timbunan kerak yang menempel di tubuh ini hingga hijab demikian kuat tak tersibak?

sholat, bukanlah sekedar ritual yang selesai saat ia ditegakkan. ia sungguh bukan tentang keinginan Sang Pencipta agar diibadahi dan diagungkan. ia sungguh adalah kebutuhan manusia, murni kebutuhan kita, untuk melepas segala rutinitas dan kepenatan yang menggempur di setiap hela nafas duniawi. sholat adalah istirah ruhani, ia ditegakkan untuk media charge yang kita butuhkan.
sholat adalah pemenuhan rasa rindu.

ketika rindu tertunaikan, apalagi yang kita cari? pemantik ruhani untuk memulai kembali perjalanan sudah didapat. kita yakin bahwa kekasih selalu ada untuk kita, lalu apapun yang kita lakukan semata untuk menyenangkannya. dan setiap waktu ia bersedia mendengar keluh dan pinta serta memeluk penuh cinta.

nah, lalu siapa yang butuh istirah. kita atau DIA?

kembali ke dalam diri. mengobrol sendirian. ah ... ini lagi, pilihan kata 'sendiri'. benarkah sendirian? semesta raya ini tak pernah benar-benar membuat keadaan kita benar-benar sendiri. saat ini, saya memang tidak ditemani siapapun. lalu bicara dengan siapa saya sekarang? lalu benarkah tak ada siapapun di sekitar saya? sedang angin menerpa saya perlahan. dan saya mafhum, ada dua malaikat yang tengah menemani saya. entah makhluk apalagi pada gelombang yang terbentang antara ruang ini dengan ruang baca yang hanya tersekat dinding tembok di sebelah.

kita, manusia, ditakdirkan untuk tidak hidup sendirian, (hingga bila butuh teman harus membelah diri terlebih dulu). sejak sejarah penciptaan hingga saat ini, manusia selalu terkoneksi dengan berbagai macam unsur di muka bumi (bahkan mungkin di planet lain?).

jadi sejatinya, kita tak pernah benar-benar sendirian...
obrolan lalu mengalir entah kemana, sering tak berjudul, meracau kemana-mana, seperti tulisan ini. 

sekian.

wassalamu'alaikum wr wb




14 komentar:

  1. Racauan yang bikin merenung :)

    BalasHapus
  2. Ada yg pernah memberiku nasehat teteh... ktnya jgn pernah merasa sendiri, karena kita sejatinya tdk pernah sendirian :)

    mksh catatannya teh....jd merenung byk hal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, neng ... kita memang tak pernah benar-benar sendirian
      terimakasih sudah mampir

      Hapus
  3. postinganya bagus,, jadi bikin merenung :D

    BalasHapus
  4. kita semua diciptakan berpasang-pasangan

    BalasHapus
  5. tak pernah sendirian ada malaikat dan ada Allah :)

    BalasHapus
  6. Kalau kita sendiri, jangan merasakan diri bahwa kita benar-benar sendiri, Allah bersama kita. Sama juga seperti kalau bunda mengatakan: I am alone, but no lonely, hehe...

    BalasHapus
  7. wah artikel yang membuat saya merenung. Dalam setiap tingkah dan kehidupan saya, semuanya telah diawasi olehNya

    BalasHapus
  8. Terimakasih mba atas sharingnya :)

    BalasHapus
  9. saat kita merasa sendiri sebenarnya tidak ya mbak, masih ada Allah

    BalasHapus
  10. makasih karena sudah diingatkan yah mbak, bahwa kita tak pernah sendiri...
    Akan kuingat terus kalau aku lagi merasa kesepian mbaaak :)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...