Senin, 14 April 2014

Winny Widyawati, Kartini Itu


Bagi saya, Kartini adalah perempuan yang teguh memperjuangkan mimpinya tanpa mengorbankan norma yang ia anut dan yakini. Apapun rintangannya tak menyurutkan langkah dan tekadnya. Maka setiap perempuan yang bertekad baja memperjuangkan keyakinannya, dialah yang menyimpan spirit Kartini dalam dadanya. Ranah apapun yang ia pilih.

Spirit itu saya temukan dalam sosok perempuan cantik dan lembut, Winny Widyawati.



 

Bila Kartini lain berjuang di banyak lini, Winny memfokuskan diri dalam keluarga. Dia berkeyakinan bahwa sebuah bangsa harus terdiri dari orang-orang yang  berakhlaq baik dan memiliki kasih sayang satu sama lain. Dan semua itu hanya bisa dilakukan bila bekal itu didapat sejak mereka kecil. Dari sebuah rumah.

Perempuan adalah ibu peradaban. Ia ada untuk melaksanakan tugas : melahirkan, mempersiapkan, mengantarkan serta mengawal sebuah generasi baru dalam setiap zaman. Ia pun harus mampu menjadi partner bagi suami dalam membangun keluarga, sebuah unit kecil penopang bangsa dan negara. Partner di dalam maupun di luar. Maka, betapa mulia misi yang diemban setiap perempuan.  

Membangun keluarga yang kuat dari rumah, selalu menjadi semacam 'dogma' bagi ibu kelahiran 29 Agustus ini. Mewariskan nilai-nilai kebaikan, penghormatan, penghargaan, cinta kasih, keriaan serta mengajarkan bagaimana mengemas rasa marah dan kecewa dalam bingkai keluhuran akhlaqul karimah. Memberi mereka teladan lewat persentuhannya yang penuh khidmat kepada suami, yang menjadi anutan anak-anaknya. Itulah yang menjadi fokus perempuan sederhana ini. 

Lihatlah tulisan-tulisannya. Akan kau temukan di setiap katanya, betapa spirit itu demikian kental bertahta dalam dadanya. Spirit untuk mempersembahkan yang terbaik bagi bangsanya, melalui :
1.  anak-anak yang baik, kuat, shalih dan siap berbuat, 

Aku meyakini, seringnya kita berbincang dengan anak, menasehati mereka melalui kisah-kisah yang baik, ikut menyirami harapan-harapan indah mereka seperti terlukis dalam dongengan,  tanpa terkesan menggurui, tanpa terdengar menyindir kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan, itu sudah bermakna kita telah memberi anak-anak “akar” nilai-nilai kebajikan yang kokoh, sekaligus memberi mereka “sayap” untuk menerbangkan imajinasi dan cita-cita mereka sejauh yang mereka inginkan dalam cakrawala kehidupannya kelak.


2.  melalui potensi yang ia miliki berupa goresan sketsa , fiksi  dan buah pikir hasil perenungannya, serta upaya sampai tiba di batas usia.

 Impianku masih terus tumbuh, bertunas dan berkecambah menyentuh ruang-ruang tak tersentuh. 
Dan aku percaya, tak ada impian yang terlalu tinggi bagi Tuhan.

   Kisah-kisah fiksi yang ditulisnya  kerap menampilkan tokoh utama yang sabar, kuat dan memiliki jiwa shalih. Gambaran itu tak pelak menginspirasi pembaca untuk memiliki sifat semacam itu. Bahwa kebaikan adalah milik semua orang sepanjang ia mau menjalaninya.

Karena menulis tak hanya tentang mengungkapkan gagasan, 
ia adalah penerimaan hidup yang disampaikan.

 3. melalui pengkhidmatannya pada suami, penghormatan pada orangtua dan kecintaan pada sesama teristimewa, pada kaum papa, juga pendapatnya tentang kecantikan seorang perempuan. Terlihat pada tulisan ini :



Bagi saya, Winny Widyawati adalah sosok perempuan, yang meski tak terlontar kalimat lantang dari lisannya,  memiliki spirit Kartini dalam dadanya. Ia berjuang dan berkhidmat pada negeri melalui keikhlasan dan kesederhanaan, tanpa ambisi tentang pengakuan, namun nyata hasilnya.



10 komentar:

  1. sukaaaaa bangetttt tulisan teteh yang ini, soalnya suka jg sama teh winnynya xixixi :-* *kiss dua teteh favoriteku*

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasiiiih, neng Irma. Berarti Kartini kita sma dong? hehe ...*bighug

      Hapus
  2. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Ada Kartini di Dadamu di BlogCamp.
    Segera didaftar
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama terima kasih atas kesempatannya, pakdhe

      Hapus
  3. good luck ya mbak di kontesnya pakde

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ...
      terima kasih mbak Lidya

      Hapus
  4. Karena tak ada yang bisa diakui, yang nampak baik itu karena Allah Maha Menolong hambanya ini.
    Teteh, saya menetes air mata membaca tulisan seindah ini, terlalu indah untuk kartini kecil seperti yang dituliskan diatas itu.
    ,
    Terima kasih atas penghargaannya ya teh, mohon do'akan saya selalu. Semoga teh Ani dimuliakan Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah ... Tak keliru saya memilih belajar darimu
      Speechless
      Mari kita saling mendoakan ...
      Aamiin ya Allah

      Hapus
  5. Mak Winny ini puitis ya Mak ...
    SUkses ya Mak Ani :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mak Niar, sekaligus lembut hati
      Terimakasih doanya, ya

      Hapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...