Kamis, 16 Januari 2014

#1Hari1Ayat Hari ke 16 : Matematika Alquran

Aku berlindung kepada Allah dari segala godaan syetan yang terkutuk
Bismillahir rahmaanir rahiim

 
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran
(QS Al-Qamar ayat 49)

Bila anda seorang ilmuwan atau guru sains dan matematika, atau penyuka hitung-menghitung pasti akan tertarik dengan ayat ini. Menarik untuk diperhatikan sebab nyata benar tertulis di ayat ini bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan hitungan. Tak ada yang diciptakan sembarangan dan asal-asalan. Ukuran biasanya diwakili oleh angka, sedangkan angka adalah simbol kepastian dan keakuratan. 

Perputaran waktu siang dan malam, misalnya, dihitung 24 jam. Perputaran bulan mengelilingi bumi sekitar 29 atau 30 hari, dihitung sebagai penanggalan bulan Hijriyah. Satu tahun dalam penanggalan Masehi dengan menggunakan perputaran matahari adalah 365 hari. 

Berapa ukuran darah putih dan darah merah dalam tubuh kita? Berapa pula dalam tubuh hewan? Dari apa tersusun tulang rangka manusia dan berapa ukurannya? Berapa kadar air dalam tubuh manusia dalam ukuran normal? Berapa banyak sel tubuh manusia mati setiap hari? Dan banyak lagi pertanyaan manusia yang bisa dicari jawabannya. Allah melalui Alquran membukakan pintu seluas-luasnya kepada manusia untuk menyelidiki rahasia alam.

Dan sejatinya, rahasia itu dapat dicari jawabannya justru melalui ayat-ayat dan simbol-simbol yang tertulis dengan nyata di dalam Al-quran. Berapa lama usia semesta hingga kiamat tiba? Pasti ada jawabannya.

Mari kita mencoba menghitung dengan mulai melihat nama-nama surat yang bermakna Hari Kiamat. Ternyata ada 5 surat yang artinya Hari Kiamat, yakni :


         Surat ke 56   = Al-Waqi’ah
            Surat ke 69   = Al-Haqqah
            Surat ke 75   = Al-Qiyamah
            Surat ke 88   = Al-Ghasiyah
            Surat ke 101 = Al-Qari’ah

Bila semua angka itu disandingkan, akan menjadi : 56697588101. Atau agar mudah dibaca dan dimengerti perlu diberi tanda seperti ini : 56.697.588.101.
Bisa jadi tafsirannya adalah bahwa usia semesta hingga kiamat tiba adalah selama :

 56.697.588.101 

Angka itu belum menafsirkan apapun, kecuali bila kita tambahkan dengan ukuran seperti hari, bulan, tahun, abad, dan lain-lain ukuran waktu. Tidak selesai sampai di situ, ukuran tahun pun (bila kita gunakan tahun) bisa berbeda, apakah hitungan tahun di bumi? di planet lain? di galaksi? ataukah hitungan tahun cahaya? Hitungan tahun alam nyata dan alam ghaib pun sangat berbeda, bukan?

Hitung-hitungan ini bisa benar bisa tidak. Kita gak pernah tahu. Tetapi bukankah Allah sendiri yang memerintahkan manusia untuk berfikir dan meneliti sekuat kemampuan fikir kita untuk menafakuri setiap ciptaan Allah? semuanya bertujuan supaya kita makin meyakini kekuasaanNya dan semakin tunduk bertasbih dan mengagungkan namaNya. Bila tidak kesampaian (mikirnya) kembalikan pada Allah dengan iman.

Selain itu, ada banyak bacaan yang bisa kita pelajari yang terserak di semesta ini. Lewat angin yang berhembus, perputaran malam dan siang, suara burung hantu di malam hari, kecipak ikan dalam air, daun yang jatuh hingga semut yang beriring. Semuanya adalah  pelajaran untuk menghitung, semuanya ada ukurannya.

Yang terpenting dari semuanya adalah kita selalu membaca, mengkaji, menganalisa, mengaplikasikan setiap ayat yang tertulis dalam Alquran, sehingga ia benar-benar menjadi petunjuk bagi kita menuju Allah.

Sekali lagi : menuju Allah. Bukan selainNya.

Wallahu alam bishawab
Mahabenar Allah dengan segala firmanNya


9 komentar:

  1. Ilmu kita tdk akn prnh sp u meramalkan kpn kepastian terjdnya kiamat, krn hal itu adalah rahasia Allah,
    “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” [Al-Ahzaab: 63]
    "Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat, ‘Kapankah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” [Al-A’raaf: 187]
    Maka puncak dari pengetahuan tentang hari Kiamat kembali kepada Allah semata.
    Karena itulah, ketika Jibril Alaihissallam bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hari Kiamat -sebagaimana dijelaskan dalam hadits Jibril yang panjang- Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    "....Orang yang ditanya tentangnya tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya.”
    Disini Malaikat jibril yg bgt dkt dg Allahpun tdk mengetahuinya...Wallahu a'lam. Maaf commentnya panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar ... Mahabenar Allah dengan segala firmanNya. Tulisan ini, sejatinya tidak bermaksud untuk meramalkan hari Kiamat, Naudzubillah .... Ini semata mengajak kita untuk bertafakur bahwa sesungguhnya ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Al-quran, sebab ia adalah petunjuk bagi semua. Bahwa semua Allah ciptakan dengan ukuran, dan Allah sendiri yang memerintahkan manusia untuk mau berfikir. Namun tentu saja manusia memiliki banyak sekali kesalahan, sebab itulah sifat dasar manusia. Betapa manusia diberi bekal banyak dalam otak dan hatinya. Lalu bilapun otak tak mampu (dan memang tak akan mampu) menafsirkan banyak ayat Allah, hatinya lah (ruhaninya) yang kemudian mengambil peran, untuk mengimani saja apa yang telah Allah gariskan melalui firmanNya pula.
      Sekarang ini ada banyak sekali muslim yang hanya menjadikan Alquran sebagai bacaan semata, tanpa mau berpayah-payah mengkaji, menganalisa apalagi mengaplikasikan (mengamalkannya) dalam keseharian. Ini sangat disayangkan, sebab Alquran adalah kunci bagi kemajuan manusia, baik kemajuan lahiriyah (dunia) maupun kemajuan hakiki (akhirat).
      Mbak Irowati, terimakasih atas komentarnya, saya sangat menghargainya. Terimakasih atas kunjungannya.

      Semoga Allah memasukkan kita pada golongan orang-orang yang berserah diri dan saling menyayangi sebagaimana firmanNya : "...dan saling menasihati dalam kebenaran dan menasihati dalam kesabaran" Aaamiin ya Allah ...

      Wallahu alam bishawab

      Hapus
    2. Saya melihat ada yang perlu ditambahkan dari tulisan di atas, yakni angka yang tertera memang ada dalam Alquran tetapi kita tak pernah tahu hitungan waktunya apakah : hitungan tahun? tahun cahaya? abad? dan apakah hitungan tahun itu menggunakan acuan tahun di bumi? atau hitungan tahun di galaksi? ataukah ada hitungan tahun di alam lain? bukankah hitungan alam nyata dan alam ghaib (jin) pun tidak sama?

      Ada banyak hal yang bisa dikaji dari Alquran, tetapi semua itu disandarkan pada tujuan akhir yakni : Menuju Allah (seperti yang saya tulis di atas) semata.

      Hapus
    3. Mohon maaf apabila comment sy tdk berkenan, sy sependapat dg mak ani, krn sesungguhnya memang al-qur'an wajib dipelajari, tetapipun hrs berdasarkan acuan kitab2 tafsir yg sdh diakui kebenarannya...karena setiap ayat dalam al-quran turut berdasarkan sebab, ada kisahnya dalam setiap ayatnya....semoga mak ani tdk tersinggung dg comment sy...sy jg manusia biasa yg tempatnya salah & khilaf...semoga kedepannya kt menjadi mukmin yg lbh baik dr hari2 sblmnya dan msh diberi kesempatan untuk mempelajari Agama Islam yg kita cintai ini...Wallahu a'lam...Barrakallahufikum

      Hapus
    4. gak apa-apa, mak Irowati, perbedaan adalah rahmat sepanjang kita melaluinya dengan benar, bukan? Saya mempelajari ini dari ustadz saya melalui metoda struktur dan format Al-quran.
      Terimakasih sudah berkenan hadir kembali

      Hapus
    5. gak apa-apa, mak Irowati, perbedaan adalah rahmat sepanjang kita melaluinya dengan benar, bukan? Saya mempelajari ini dari ustadz saya melalui metoda struktur dan format Al-quran.
      Terimakasih sudah berkenan hadir kembali

      Hapus
  2. Balasan
    1. sama-sama, mas (atau mbak) hehe ...

      Hapus

  3. This comment has been removed by the author.

    BalasHapus

Silakan tulis komentar anda, sobat. Terima kasih sudah mampir, ya ...